Sekretaris Dishub Kutim Masrianto Suriansyah. Foto: Habibah/Pro Kutim
SANGATTA – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) terus berkomitmen menghadirkan sistem transportasi daerah yang aman, nyaman, dan ramah lingkungan. Selain mengoperasikan bus sekolah listrik gratis, Dinas Perhubungan (Dishub) Kutim kini tengah menggencarkan inventarisasi rambu serta marka jalan sebagai langkah nyata meningkatkan keselamatan berlalu lintas.
Sekretaris Dishub Kutim, Masrianto Suriansyah, menjelaskan bahwa pihaknya sedang melakukan identifikasi menyeluruh terhadap kondisi rambu-rambu lalu lintas dan marka jalan di berbagai ruas wilayah Kutim. Hasil pendataan tersebut nantinya akan menjadi acuan penting untuk menentukan rambu yang perlu diganti maupun penambahan rambu baru yang mendesak.
“Untuk rambu lalu lintas, kami sedang melakukan identifikasi. Seluruh kebutuhan marka jalan tahun ini juga sudah kami rencanakan untuk diinventarisasi. Dari hasil itu nanti akan terlihat mana rambu yang perlu diganti dan mana yang harus ditambah,” ujar Masrianto saat ditemui Pro Kutim di ruang kerjanya, Selasa (28/7/2026).
Selain fokus pada pembenahan fasilitas keselamatan jalan, Dishub Kutim juga konsisten mengembangkan program transportasi ramah lingkungan melalui operasional bus sekolah listrik. Masrianto menyebutkan bahwa program inovatif ini merupakan bagian dari 50 program prioritas Bupati Kutim.

“Bus sekolah listrik ini masuk dalam 50 program prioritas Bupati. Pengadaannya dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Kutai Timur melalui Dinas Perhubungan, dan alhamdulillah sudah di-launching oleh Bupati serta kini telah beroperasi,” ungkapnya.
Saat ini, Dishub Kutim baru mengoperasikan satu unit bus sekolah listrik yang melayani pelajar dengan rute Sangatta Lama – Jalan Yos Sudarso – SMA Negeri 2 Sangatta. Layanan ini diberikan secara cuma-cuma sebagai bentuk dukungan nyata pemerintah terhadap kemudahan akses pendidikan bagi para pelajar.
“Untuk sementara baru satu unit. Bus ini melayani rute Sangatta Lama, Jalan Yos Sudarso hingga SMA Negeri 2. Alhamdulillah layanan ini gratis, sesuai kebijakan Bupati,” tambahnya.

Melihat tingginya antusiasme masyarakat serta banyaknya permohonan dari berbagai sekolah lain, pihak Dishub kini tengah berupaya keras untuk menambah armada bus. Langkah ini diambil agar jangkauan pelayanan transportasi ramah lingkungan tersebut dapat dirasakan oleh lebih banyak siswa di Kutim.
“Kami masih mengupayakan, sesuai arahan Bupati, agar jumlah unit bus listrik bisa ditambah. Sudah banyak sekolah yang mengajukan permintaan untuk mendapatkan layanan serupa,” jelas Masrianto.
Seluruh biaya operasional bus sekolah listrik ini saat ini sepenuhnya ditanggung oleh Dishub Kutim. Melalui kombinasi pembenahan infrastruktur lalu lintas dan penyediaan angkutan pelajar berbasis listrik, Pemkab Kutim berharap dapat menekan angka kecelakaan, meringankan beban masyarakat, sekaligus memelopori penggunaan transportasi berkelanjutan di daerah.(kopi10/kopi13/kopi3)





























