SANGATTA – Kecamatan Karangan memanfaatkan ajang Pekan Raya Kutim Expo (PRKE) menyemarakkan HUT ke-27 Kabupaten Kutai Timur untuk memperkenalkan potensi unggulan daerah, mulai dari produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), hasil perkebunan, hingga kerajinan tradisional masyarakat Dayak Basap.
Camat Karangan Muhammad Reza Fahlevi saat ditemui awak media Pro Kutim di mengatakan, keikutsertaan Kecamatan Karangan dalam pameran tersebut membawa semangat membangun daerah melalui pengenalan produk lokal yang memiliki nilai ekonomi dan daya tarik tersendiri. Rabu (15/10/2026)
"Berbagai produk ditampilkan, di antaranya keripik pisang, madu hutan, madu kelulut, serta kerajinan berbahan kulit kayu khas Dayak Basap. Kecamatan Karangan juga memperkenalkan potensi wisata yang menjadi bagian dari kawasan Geopark Sangkulirang Mangkalihat," sebutnya.
Namun, salah satu produk yang menjadi perhatian adalah cokelat dari Karangan Ilir. Komoditas kakao ini mulai dikembangkan tidak hanya dalam bentuk biji fermentasi, tetapi juga melalui pengolahan menjadi produk bernilai tambah.
Pria yang akrab dengan sapaan Levi menjelaskan, pengiriman biji kakao fermentasi dari Karangan telah berjalan ke sejumlah daerah, termasuk Bandung dan Jakarta. Pengiriman tersebut sebelumnya diluncurkan bersama Bupati Kutai Timur di Kantor Bupati beberapa bulan lalu.
“Untuk biji cokelat fermentasi, pengiriman ke Bandung sudah berjalan dengan volume sekitar dua ton per bulan. Pengiriman ini terus berlanjutmengenai perkembangan pemasaran kakao Karangan," tambahnya.
Selain menjual biji kakao fermentasi, pelaku usaha setempat mulai mengembangkan produk hilir berupa cokelat bubuk, cokelat batangan, hingga permen cokelat. Upaya ini diharapkan dapat memperluas pilihan produk sekaligus meningkatkan nilai jual hasil perkebunan masyarakat.
Meski demikian, pengembangan produk olahan tersebut masi

h membutuhkan pembenahan. Produksi cokelat batangan dan permen cokelat saat ini masih dilakukan dalam skala rumah tangga. Kualitas rasa juga menjadi salah satu aspek yang perlu terus ditingkatkan agar produk mampu bersaing di pasar yang lebih luas.
Melalui PRKE Expo 2026 , Kecamatan Karangan berharap semakin banyak masyarakat mengenal potensi lokal yang dimiliki daerah tersebut. Pameran ini juga menjadi kesempatan bagi pelaku UMKM untuk memperkenalkan produk, membuka peluang pemasaran, dan mendorong pengembangan usaha berbasis potensi daerah.
Dengan dukungan pengembangan produk dan perluasan pasar, Karangan diharapkan tidak hanya dikenal sebagai penghasil komoditas perkebunan, tetapi juga mampu menghasilkan produk olahan yang memberikan nilai tambah bagi perekonomian masyarakat.(Beh/Fan/Fj)









