SAMARINDA - Mengolah kekayaan alam menjadi produk bernilai tambah membawa harapan tentang pekerjaan dan tumbuhnya usaha masyarakat. Harapan tersebut menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten Kutai Timur dalam pembahasan arah transformasi ekonomi Kalimantan Timur menuju 2045. Pengembangan industri diharapkan memperkuat perekonomian daerah sekaligus memperluas kesempatan warga memperoleh penghidupan.
Kepentingan itu disampaikan Asisten Sekretaris Daerah Kutai Timur Bidang Perekonomian dan Pembangunan Noviari Noor seusai mengikuti Konsultasi Publik Rancangan Rencana Transformasi Ekonomi Kalimantan Timur 2045. Pertemuan berlangsung di Ruang Ruhui Rahayu, Kantor Gubernur Kalimantan Timur, Samarinda, Selasa (20/10/2026).
Melalui forum tersebut, pemerintah kabupaten dan kota memperoleh kesempatan menyampaikan masukan terhadap rancangan pemerintah provinsi. Potensi, kebutuhan, serta tantangan pembangunan setiap wilayah menjadi pertimbangan agar arah perubahan ekonomi sesuai dengan keadaan daerah.
Noviari menjelaskan, rencana transformasi ekonomi provinsi perlu selaras dengan perencanaan pembangunan Kutai Timur. Keselarasan sejak awal akan membantu kedua tingkat pemerintahan menjalankan program yang saling mendukung, mulai dari pengembangan industri hingga penguatan usaha masyarakat.
“Kami ingin rencana transformasi ekonomi Kaltim sejalan dengan rencana pembangunan Kutai Timur. Karena itu, kami memberikan masukan, terutama tentang langkah yang perlu dilakukan untuk mengembangkan hilirisasi dan memperkuat ekonomi masyarakat,” ujar Noviari yang pernah menjabat Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah.
Besarnya potensi sumber daya alam menempatkan hilirisasi sebagai salah satu perhatian dalam pembangunan ekonomi Kutai Timur. Pengolahan bahan mentah menjadi produk bernilai tambah diharapkan membuka lapangan kerja, memperkuat perekonomian, dan memberikan peluang lebih besar kepada pelaku usaha lokal.
Manfaat kekayaan alam pun perlu dilihat melalui kegiatan yang tumbuh di sepanjang mata rantai usaha. Pengembangan industri pengolahan, distribusi, hingga pemasaran produk diharapkan dapat memperluas kesempatan kerja dan mendorong lahirnya usaha baru. Dengan cara itu, daerah memperoleh faedah lebih besar dari sumber daya yang dimilikinya.
Namun, pembangunan industri memerlukan keterlibatan masyarakat. Penguatan usaha kecil perlu memperoleh perhatian dalam kebijakan agar kesempatan yang muncul dapat dimanfaatkan oleh lebih banyak pelaku ekonomi. Pertumbuhan yang hendak dicapai berkaitan erat dengan ruang usaha dan penghidupan warga.

“Pertumbuhan ekonomi harus bisa dirasakan masyarakat. Karena itu, usaha kecil dan ekonomi rakyat juga perlu mendapat perhatian dalam rencana transformasi ekonomi ini,” jelas Novi sapaan akrab Noviari Noor.
Pernyataan tersebut menegaskan hubungan antara hilirisasi dan pemberdayaan masyarakat. Industri pengolahan diharapkan berkembang bersama usaha lokal, sehingga peningkatan nilai tambah komoditas turut membuka kesempatan ekonomi di daerah. Perhatian terhadap keduanya perlu hadir sejak penyusunan rencana.
Keselarasan kebijakan, menurut Noviari, juga harus terjaga hingga tahap pelaksanaan. Pemerintah provinsi bersama kabupaten dan kota perlu menyusun program berdasarkan potensi masing-masing wilayah, sembari memperhatikan kebutuhan tenaga kerja, pengembangan industri, serta kemampuan pelaku usaha setempat.
Pertimbangan itu diperlukan agar arah pembangunan memiliki pertalian yang jelas dengan kebutuhan daerah. Perencanaan provinsi dan kabupaten diharapkan dapat saling menopang dalam mengembangkan sumber daya alam sekaligus memperkuat ekonomi masyarakat.
Konsultasi publik tersebut menjadi ruang untuk menyampaikan kepentingan Kutai Timur dalam rancangan transformasi ekonomi Kaltim. Masukan mengenai hilirisasi dan usaha kecil diharapkan memberi tempat yang memadai bagi pengembangan industri serta pemberdayaan warga dalam kebijakan menuju 2045.
Muara yang dituju ialah perekonomian daerah yang lebih kuat dan berkelanjutan. Kekayaan alam diharapkan menjadi sumber pertumbuhan yang menghadirkan pekerjaan serta peluang usaha. Keberhasilan transformasi ekonomi pun perlu tercermin pada besarnya manfaat yang sampai kepada masyarakat. (Dw/Yus/Fj)










