PRKE 2026 Jadi Etalase UMKM, Produk Sangkulirang Laris Diserbu Pengunjung

WhatsApp Image 2026 10 14 at 20.28.55

Stand Kecamatan Sangkulirang di PRKE 2026. Foto: Bella/Pro Kutim

SANGATTA – Gelaran Pekan Raya Kutim Expo (PRKE) 2026 di Lapangan Alun-alun Bukit Pelangi, tidak hanya menjadi ruang hiburan memeriahkan Hari Jadi ke-27 Kabupaten Kutai Timur. Kegiatan yang berlangsung pada 12–18 Oktober 2026 tersebut juga menjadi etalase bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) untuk memperkenalkan produk sekaligus memperluas pasar.

Beragam produk unggulan dari sejumlah kecamatan di Kutai Timur hadir dalam expo, mulai dari makanan dan minuman, hasil olahan pangan, hingga produk khas daerah. Tingginya antusiasme masyarakat untuk berkunjung turut menciptakan peluang transaksi sekaligus mempertemukan produk UMKM dengan konsumen dari berbagai wilayah.

Salah satu stan yang mencuri perhatian berasal dari Kecamatan Sangkulirang. Membawa beragam produk unggulan lokal, stan tersebut menawarkan sejumlah produk khas, di antaranya gula merah, madu asli, abon jantung pisang, dan gula gait.

Faisal, pelaku UMKM asal Desa Peridan, Kecamatan Sangkulirang, mengatakan respon masyarakat terhadap produk yang mereka bawa di PRKE 2026 cukup tinggi. Bahkan, salah satu produk andalan berupa gula merah telah habis terjual lebih cepat dari perkiraan.

“Dari hari pertama kami membawa lebih dari 250, kami perkirakan untuk tiga hari. Ternyata dari buka Senin sore sampai Selasa, sebelum malam sudah habis, ludes,” ujar Faisal.

Menurutnya, gula merah menjadi produk yang paling banyak diminati pengunjung. Keunikan gula merah asal Desa Pridan dinilai menjadi salah satu alasan produk tersebut memiliki pelanggan tersendiri, meskipun produk serupa juga tersedia dari kecamatan lain di Kutai Timur.

WhatsApp Image 2026 10 14 at 20.28.56

“Yang paling best seller itu gula merah. Selain itu, madu asli kami juga habis, abon jantung pisang juga sudah habis, termasuk gula gait. Memang banyak sekali produk Sangkulirang yang ternyata peminatnya banyak di Kutai Timur,” jelasnya.

Faisal menilai gula merah produksi Pridan memiliki karakteristik tersendiri yang membuatnya berbeda dan terus menjadi produk yang paling diminati setiap kali mengikuti kegiatan expo.

“Memang banyak gula merah juga di kecamatan-kecamatan lain, tapi gula merah khas dari Pridan ini memang ada bedanya, ada khasnya sendiri. Makanya best seller setiap tahun,” katanya.

Tingginya penjualan tersebut menunjukkan bahwa kegiatan seperti PRKE dapat menjadi ruang strategis bagi UMKM kecamatan untuk memperluas jangkauan pemasaran. Produk yang sebelumnya lebih banyak dikenal di wilayah asal, dapat langsung diperkenalkan kepada masyarakat dari berbagai kawasan di Kutai Timur.

Selain produk lokal, PRKE 2026 juga menghadirkan pelaku usaha dari luar daerah. Salah satunya Burgerown, foodtruck asal Samarinda yang menawarkan burger beef premium dengan roti homemade serta daging sapi yang juicy.

WhatsApp Image 2026 10 14 at 20.28.56 (1)

Kehadiran pelaku usaha dari luar daerah tersebut sekaligus memperkaya pilihan kuliner yang tersedia bagi masyarakat. Pengunjung dapat menikmati produk khas UMKM lokal sekaligus mencoba berbagai sajian dari pelaku usaha luar daerah dalam satu lokasi.

Salah seorang pengunjung, Ira mengaku tertarik mencoba Burgerown setelah melihat tampilan produk yang ditawarkan. Menurutnya, kehadiran pelaku usaha dari luar daerah memberikan variasi kuliner bagi masyarakat Sangatta.

“Senang bisa mencoba langsung kuliner yang sedang viral dari daerah lain tanpa harus repot menggunakan jasa titip. Kehadiran foodtruck seperti ini menambah pilihan kuliner di expo, apalagi burgernya enak dengan daging yang juicy. Biasanya hanya melihat di media sosial, sekarang bisa langsung mencicipinya di Sangatta,” ujarnya.

Pemilik Burgerown, Eka juga mengaku antusias melihat respons masyarakat Sangatta. Menurutnya, PRKE menjadi kesempatan untuk memperkenalkan produknya sekaligus membuka pasar baru di Kutai Timur.

“Respon masyarakat Sangatta sangat positif. Kami senang bisa hadir di sini dan melihat banyak pengunjung yang penasaran ingin mencoba. Melalui expo ini, kami berharap Burgerown bisa semakin dikenal masyarakat Kutai Timur dan menjadi pilihan kuliner baru bagi pecinta burger,” ungkapnya.

WhatsApp Image 2026 10 14 at 17.04.27

Keberagaman peserta tersebut memperlihatkan bahwa PRKE tidak hanya menjadi tempat untuk berjualan, tetapi juga menjadi ruang pertemuan antara produk lokal dan pasar yang lebih luas. Bagi UMKM dari kecamatan, momentum ini dapat dimanfaatkan untuk menguji respons konsumen, memperkenalkan produk unggulan, sekaligus membangun jaringan pemasaran.

Larisnya sejumlah produk Sangkulirang, termasuk gula merah Pridan yang terjual lebih cepat dari perkiraan, menjadi salah satu gambaran nyata potensi produk lokal Kutai Timur. Di sisi lain, hadirnya pelaku usaha dari luar daerah turut menciptakan persaingan sekaligus memberikan referensi baru bagi pelaku UMKM lokal untuk terus meningkatkan kualitas dan inovasi produknya.

Antusiasme pengunjung dan aktivitas transaksi selama expo pun ikut menggerakkan roda perekonomian masyarakat. Setiap transaksi tidak hanya memberikan keuntungan bagi pelaku usaha, tetapi juga membuka peluang agar produk lokal semakin dikenal dan memiliki pasar yang lebih luas.

Melalui PRKE 2026, momentum Hari Jadi ke-27 Kabupaten Kutai Timur diharapkan tidak berhenti pada kemeriahan perayaan. Lebih dari itu, kegiatan tersebut dapat menjadi ruang promosi dan pemasaran yang mendorong UMKM daerah semakin berkembang, inovatif, serta mampu bersaing, baik di pasar lokal maupun di luar Kutai Timur.(Put/Fan/Fj)

110
Put
Memuat tombol bagikan...
Memuat komentar...