Demi Anak, Junita Lawan Takut Jalani Pap Smear

Demi Anak, Junita Lawan Takut Jalani Pap Smear

Junita Paimbonan saat mengikuti Pap Smear gratis.Foto: Dewi/Pro Kutim

SANGATTA – Rasa takut dan kecemasan tidak menyurutkan langkah Junita Paimbonan, warga Gang Nusantara, untuk menjalani pemeriksaan Pap Smear gratis yang diselenggarakan Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) melalui Dinas Kesehatan bekerja sama dengan BPJS Kesehatan. Baginya, keberanian memeriksakan kesehatan merupakan salah satu upaya untuk melindungi diri sekaligus menjaga masa depan anak-anaknya.

Junita mengaku sempat merasa gugup dan takut ketika menjalani pemeriksaan tersebut. Perasaan itu bahkan masih menyertainya setelah seluruh rangkaian pemeriksaan selesai, terutama saat membayangkan hasil medis yang akan diterimanya.

Meski demikian, ia memilih untuk tetap mengikuti pemeriksaan demi mengetahui kondisi kesehatannya sejak dini. Junita menyadari bahwa mendeteksi kemungkinan penyakit lebih awal dapat membuka peluang penanganan yang lebih cepat apabila ditemukan kelainan.

“Takut, deg-degan juga. Apalagi nanti menunggu hasilnya. Katanya hasil pemeriksaan keluar sekitar dua minggu,” ungkap Junita saat ditemui Pro Kutim usai menjalani pemeriksaan Pap Smear, Jumat (23/10/2026).

Menurutnya, masa penantian tersebut menjadi bagian yang cukup mendebarkan. Kekhawatiran terhadap kemungkinan hasil pemeriksaan yang tidak sesuai harapan tentu ada, tetapi ia berusaha menguatkan diri dengan mengingat tujuan awal mengikuti layanan kesehatan tersebut.

Keputusan Junita untuk menjalani Pap Smear bukan tanpa pertimbangan. Ia mengaku sempat meminta pendapat suaminya sebelum mengikuti pemeriksaan. Namun, sang suami awalnya menyarankan agar dirinya tidak perlu menjalani tes karena khawatir terhadap kemungkinan hal-hal yang tidak diinginkan setelah tindakan medis dilakukan.

Kekhawatiran tersebut tidak membuat Junita mengurungkan niatnya. Ia berusaha meyakinkan suaminya bahwa pemeriksaan kesehatan penting dilakukan sebagai langkah antisipasi. Menurutnya, apabila ditemukan masalah kesehatan, penanganan dapat dilakukan lebih awal sehingga risiko penyakit berkembang menjadi lebih parah dapat ditekan.

Pertimbangan terbesar yang menguatkan hatinya adalah anak-anak. Junita ingin menjaga kesehatannya agar dapat terus mendampingi dan memperhatikan tumbuh kembang mereka.

Junita Paimbonan saat mengikuti Pap Smear gratis.Foto: Dewi/Pro Kutim

"Kesehatan bukan hanya menyangkut diri sendiri, tetapi juga berkaitan dengan tanggung jawab terhadap keluarga," tegasnya.

Keberanian Junita mencerminkan pentingnya kesadaran perempuan untuk tidak mengabaikan pemeriksaan kesehatan reproduksi, meskipun rasa takut kerap menjadi penghalang. Ia memilih menghadapi kecemasan daripada membiarkan ketidakpastian mengenai kondisi kesehatannya tanpa pemeriksaan.

Pemeriksaan Pap Smear merupakan salah satu metode skrining untuk mendeteksi perubahan sel pada leher rahim yang berpotensi berkembang menjadi kanker serviks. Pemeriksaan ini tidak berarti seseorang telah menderita kanker, tetapi membantu tenaga kesehatan menilai kemungkinan adanya kelainan yang memerlukan pemeriksaan atau tindak lanjut.(Dw/Fan/Fj)

10170
Dw
Memuat tombol bagikan...
Memuat komentar...