SANGATTA – Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kabupaten Kutai Timur (Kutim) berkolaborasi dengan Lembaga Sinergi Karsa Edukasi memperkuat kapasitas sumber daya manusia (SDM) lembaga penyedia layanan perlindungan perempuan melalui kegiatan bimbingan teknis (bimtek) yang digelar di Hotel Royal Victoria, 21–22 Oktober 2026.
Kegiatan ini menjadi upaya meningkatkan kualitas penanganan kasus kekerasan terhadap perempuan melalui penguatan kompetensi petugas, peningkatan sensitivitas gender, serta koordinasi lintas lembaga agar korban memperoleh layanan yang profesional dan responsif.

Kepala Bidang Perlindungan khusu Perempuan DP3A Kutim, Supianti, yang membuka kegiatan mewakili Pelaksana Tugas (Plt) Kepala DP3A Kutim Idham Cholid, menyampaikan bahwa perempuan memiliki peran penting dalam keluarga maupun pembangunan bangsa. Namun, perempuan masih menghadapi berbagai kerentanan, mulai dari kekerasan, diskriminasi, hingga eksploitasi.
Menurutnya, upaya menekan angka kekerasan terhadap perempuan membutuhkan komitmen bersama dan sinergi yang kuat antara pemerintah dengan seluruh lembaga penyedia layanan perlindungan.

“Tantangan kasus yang semakin kompleks menuntut kita semua untuk tidak sekadar hadir, tetapi hadir dengan kualitas layanan terbaik, responsif, dan berperspektif korban,” ujarnya.
Supianti menegaskan, lembaga penyedia layanan merupakan garda terdepan bagi perempuan korban kekerasan untuk mendapatkan perlindungan dan pendampingan. Karena itu, peningkatan kapasitas SDM menjadi langkah penting untuk memastikan setiap korban memperoleh penanganan yang tepat sesuai kebutuhan.

Melalui bimtek tersebut, peserta diharapkan mampu meningkatkan profesionalisme dalam penanganan kasus, memahami regulasi yang berlaku, serta memberikan layanan yang mengedepankan keselamatan, kebutuhan, dan hak-hak korban.
Selain itu, penguatan empati dan sensitivitas gender juga menjadi perhatian agar petugas dapat memahami kondisi psikologis korban serta memberikan dukungan awal secara tepat. Koordinasi antarlembaga turut diperkuat untuk memastikan proses penanganan berjalan terpadu tanpa terhambat ego sektoral.
“Komitmen untuk menekan angka kekerasan terhadap perempuan tidak akan berjalan optimal tanpa sinergi yang kuat dengan lembaga penyedia layanan perlindungan,” tegasnya.

Bimtek ini diikuti 40 peserta yang berasal dari sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD), kejaksaan, kepolisian, unit pelaksana teknis (UPT), serta lembaga penyedia layanan perlindungan perempuan di Kutim.
Untuk memperdalam pemahaman peserta, kegiatan diisi dengan penyampaian materi dan dialog interaktif yang menghadirkan narasumber dari UPTD Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Provinsi Kalimantan Timur serta Biro Psikologi Matahati Samarinda.
Melalui sesi tersebut, peserta memperoleh ruang untuk memperkaya pengetahuan, bertukar pengalaman, serta mendiskusikan tantangan yang dihadapi dalam memberikan layanan perlindungan kepada perempuan.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Bidang Perlindungan Khusus Anak DP3A Kutim Riduan, Kepala Bidang Peningkatan Kualitas Hidup Perempuan Rosida, dan sejumlah pejabat DP3A Kutim lainnya serta Ketua Lembaga Penyelenggara Sinergi Karsa Edukasi Nani Elvidar.
Melalui penguatan kapasitas dan kolaborasi lintas sektor ini, DP3A Kutim berharap kualitas layanan perlindungan perempuan semakin meningkat, sehingga penanganan kasus dapat dilakukan secara lebih cepat, terkoordinasi, dan berorientasi pada pemenuhan hak serta pemulihan korban.(Mif/Fan/Fj)










