Gambut Sangatta Dilalap Api, Wabup Ikut Padamkan hingga Dini Hari

6a231c6c 4dc5 4115 8690 6d33f3831af1

Teks: Kebakaran di Sangatta Utara, Rabu (14/10/2026) malam. Penanganan kebakaran berlanjut hingga Kamis (15/10/2026) dini hari. (Fuji / Pro Kutim)

SANGATTA - Api yang sempat mereda itu kembali membesar. Sejak Selasa (13/10/2026) malam hingga Kamis (15/10/2026) dini hari, kebakaran yang bermula dari Jalan Guru Besar, Kecamatan Sangatta Utara, Kabupaten Kutai Timur, belum sepenuhnya padam. Rambatannya mencapai arah Kenyamukan, sementara personel gabungan bersama masyarakat terus berupaya menahan api agar tidak mendekati permukiman.

Menurut informasi petugas di lapangan, api sempat tampak mereda pada Selasa malam. Pendinginan kemudian dilakukan pada Rabu (14/10/2026). Namun, sejumlah titik kembali menyala, bahkan membesar dibandingkan sebelumnya. Penanganan pun berlanjut hingga melewati tengah malam dan masuk Kamis (15/10/2026).

1aa99159 8196 4073 aacd 62ea009f2216

Di antara mereka yang membantu pemadaman terdapat Wakil Bupati Kutai Timur Mahyunadi. Datang pada Rabu (14/10/2026) malam bersama Camat Sangatta Utara Hasdiah untuk meninjau dan berkoordinasi, ia kemudian ikut mendekat ke titik api di dalam semak belukar.

Ratusan meter ke dalam, Mahyunadi bahu-membahu dengan petugas dan warga. Menggunakan ember, ia ikut mengangkut air dari genangan di tengah rerumputan untuk menyiram bagian yang terbakar. Air yang tersedia di sekitar lokasi dimanfaatkan bersamaan dengan pengerahan armada pemadam.

Penanganan melibatkan unsur pemadam kebakaran, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), TNI, Polri, Satuan Polisi Pamong Praja, relawan kebakaran hutan dan lahan, serta masyarakat. Mereka menghadapi api yang kembali menyala setelah sebelumnya sempat dipadamkan.

c378fd8a 1b9e 42fb b640 b8a59e1e03e1

Tiga unit mobil pemadam kebakaran dikerahkan. Namun, upaya mengatasi kebakaran masih membutuhkan tambahan pasokan air. Pada Rabu pukul 23.48 Wita, dua unit kendaraan suplai air bermuatan total 15 ribu liter tiba untuk mendukung pekerjaan personel di lapangan.

Kebutuhan air menjadi salah satu perhatian Mahyunadi sejak awal peninjauan. Sambil memantau titik api melalui tayangan pesawat nirawak atau drone, ia menghubungi perusahaan, mitra, dan sejumlah relasi untuk meminta bantuan kendaraan pengangkut air.

Selain mengupayakan sarana pemadaman, ia menyemangati personel yang bertugas. Kebutuhan makanan dan air minum mereka juga diminta untuk diperhatikan seiring pekerjaan yang berlanjut hingga larut malam.

"Ayo ayo semangat semuanya yah. Kita tuntaskan malam ini," ajak Wabup dengan peluh yang membahasi wajahnya.

ed633282 683c 4817 8398 e579db9b517f

Di tengah api yang belum seluruhnya padam, Mahyunadi berharap upaya bersama itu dapat mencegah rambatan mendekati rumah warga. Perlindungan terhadap permukiman menjadi perhatian saat petugas dan masyarakat terus menangani bagian-bagian yang masih menyala. Adapun penyebab awal kebakaran maupun penyebab api kembali membesar belum bisa dijelaskan. Namun nampaknya karena belukar kering dan terik matahari disinyalir memberi andil.

Hingga Kamis dini hari, pemadaman masih berlangsung. Mahyunadi bersama personel gabungan dan masyarakat terus berjibaku, menggunakan dukungan armada untuk mengatasi api yang belum juga tuntas dipadamkan. Wabup baru pulang sekitar pukul 01.30 Wita, sementara personel lainnya masih melanjutkan upaya pemadaman api. (Fj)

110
Fj
Memuat tombol bagikan...
Memuat komentar...