Hampir Dua Bulan Air Tersendat, Perumdam Kutim Telusuri Pipa Sekurau

Hampir Dua Bulan Air Tersendat, Perumdam Kutim Telusuri Pipa Sekurau

Teks: Petugas Perumdam TTB Kutim memeriksa jaringan pipa untuk menelusuri gangguan distribusi air di Sekurau Bawah, Desa Sekerat, Kecamatan Bengalon. (Foto Humas Perumdam TTB untuk Pro Kutim)

SANGATTA - Hampir dua bulan, warga Sekurau Bawah, Desa Sekerat, Kecamatan Bengalon, mengeluhkan air yang tidak mengalir. Keluhan pelanggan itu kini ditindaklanjuti Perusahaan Umum Daerah Air Minum (Perumdam) Tirta Tuah Benua (TTB) Kutai Timur (Kutim) dengan menyiapkan pemeriksaan jaringan dan bantuan tim teknis untuk mempercepat pemulihan distribusi.

Pangkal gangguan masih harus dipastikan melalui penelusuran di lapangan. Perumdam Kutim memusatkan pemeriksaan pada kondisi jaringan pipa, terutama bagian yang bersilangan dengan jalan baru. Titik-titik tersebut akan diperiksa untuk mengetahui apakah terdapat kerusakan atau hambatan yang menyebabkan air tidak sampai kepada pelanggan.

Asisten Manajer Transmisi dan Distribusi Perumdam TTB Kutim Syamsul Bachri menjadwalkan identifikasi lapangan bersama pemerintah desa pada Rabu, 21 Oktober 2026, pukul 13.00 Wita. Pemeriksaan menyeluruh itu disiapkan sebagai langkah awal menentukan penanganan yang sesuai dengan kondisi jaringan.

“Penggalian akan dilakukan pada seluruh titik persilangan untuk memastikan kondisi fisik pipa sekaligus menemukan lokasi yang diduga menghambat aliran air menuju pelanggan,” ucap Syamsul melalui sambungan telepon.

Penggalian menjadi bagian dari upaya menyigi (menyelidiki dengan cermat) penyebab gangguan. Melalui pekerjaan tersebut, petugas hendak memastikan keadaan fisik pipa pada jalur yang dicurigai. Persilangan dengan jalan baru menjadi sasaran pemeriksaan karena berpotensi memengaruhi kondisi jaringan distribusi, tetapi penyebab pastinya masih menunggu hasil pengecekan.

Menurut Syamsul, penanganan perlu bertumpu pada temuan langsung. Gambaran kondisi pipa secara menyeluruh diperlukan agar tim dapat menentukan metode perbaikan berdasarkan persoalan yang ditemukan, bukan hanya perkiraan. Hasil pemeriksaan itulah yang akan menjadi dasar pekerjaan berikutnya.

Untuk mendukung penanganan, Perumdam Kutim telah menghubungi tim teknis dari Sangatta Utara. Bantuan personel disiapkan agar pemeriksaan dan perbaikan jaringan di Desa Sekerat dapat berlangsung lebih cepat.

“Mendukung percepatan pekerjaan, kami telah menghubungi tim teknis yang dipimpin pak Sunaryo Kepala Seksi Distribusi Perumdam Cabang Sangatta Utara dari Sangatta Utara agar menuju Desa Sekerat dan membantu proses perbaikan jaringan,” ungkapnya.

Syamsul, yang pernah menjabat Kepala Unit Muara Wahau, juga menyampaikan adanya koordinasi dengan Pemerintah Desa Sekerat melalui kepala desa, Sunan Dhika. Komunikasi dengan pemerintah desa dan pihak terkait mencakup kebutuhan penanganan jaringan serta dukungan terhadap kelancaran pekerjaan di lapangan.

Koordinasi tersebut menyertai persiapan teknis perusahaan, mulai dari pemeriksaan hingga perbaikan. Identifikasi titik gangguan diharapkan memberikan gambaran yang jelas mengenai bagian jaringan yang memerlukan penanganan. Dengan demikian, kesiapan personel dapat diikuti pekerjaan yang sesuai dengan hasil temuan.

Keluhan warga Sekurau Bawah sebelumnya turut mendapat perhatian Wakil Bupati Kutai Timur Mahyunadi. Ia meminta agar persoalan tidak mengalirnya air itu ditindaklanjuti. Persiapan pemeriksaan pipa dan pengerahan bantuan teknis menjadi langkah Perumdam Kutim untuk menangani gangguan yang telah berlangsung hampir dua bulan tersebut.

Kepentingan pelanggan menjadi tujuan akhir dari rangkaian pekerjaan ini, yakni pulihnya aliran air ke wilayah terdampak. Namun, penyebab gangguan masih perlu dipastikan. (*/Fj)

7060
Fj
Memuat tombol bagikan...
Memuat komentar...