SANGATTA - Ketika pemadaman kebakaran di Sangatta Utara berlanjut hingga Kamis (15/10/2026) dini hari, tambahan tenaga dan perlengkapan dikerahkan ke kawasan Kenyamukan. Tim PT Indominco Mandiri bersama PT Pamapersada Nusantara turut membantu petugas gabungan dan masyarakat menahan rambatan api agar tidak mendekati permukiman.
Regu beranggotakan sepuluh personel itu membawa satu kendaraan tangki air berkapasitas 20.000 liter serta sejumlah peralatan pemadaman. Berdasarkan data pengerahan tim, mereka mulai bergeser menuju Sangatta pada Kamis pukul 00.30 Wita untuk mendukung penanganan kebakaran.
Api yang bermula dari Jalan Guru Besar, Kecamatan Sangatta Utara, sejak Selasa (13/10/2026) malam belum sepenuhnya padam. Rambatannya mencapai arah Kenyamukan, sementara petugas dan warga terus menangani bagian-bagian yang masih menyala.
Tim bantuan Indominco dan PAMA dipimpin Didik WS sebagai kapten regu. Ia bertugas bersama Abd. Gafur, Firdaus, Hartan, Boy Wijaya, Syahril, Suparman, Ahyadi Gani, Pristiwanto, dan Sulaiman. Kehadiran mereka menambah tenaga pemadaman di tengah pekerjaan yang berlanjut melewati tengah malam.
"Selain kendaraan tangki air, regu tersebut membawa satu pompa apung, satu pompa jinjing, dan tujuh rol selang kanvas. Perlengkapan lainnya mencakup alat pelindung diri untuk penanganan kebakaran hutan dan lahan, gergaji mesin, tangki air berkapasitas 20 liter, serta dua set pakaian pelindung pemadam," jelas Kampen Regu Didik WS.
Tambahan sarana itu melengkapi dukungan armada yang telah dikerahkan sebelumnya. Tiga mobil pemadam kebakaran bekerja di lokasi, tetapi penanganan masih membutuhkan pasokan air tambahan. Pada Rabu (14/10/2026) pukul 23.48 Wita, dua kendaraan suplai air dengan muatan total 15.000 liter tiba untuk membantu pekerjaan personel.
Menurut informasi petugas di lapangan, api sempat mereda pada Selasa malam. Pendinginan kemudian dilakukan pada Rabu pagi. Namun, sejumlah titik kembali menyala, bahkan membesar dibandingkan sebelumnya. Keadaan tersebut membuat pemadaman berlanjut hingga Kamis dini hari.
Penanganan melibatkan unsur pemadam kebakaran, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), TNI, Polri, SAR, Satuan Polisi Pamong Praja, relawan kebakaran hutan dan lahan, serta masyarakat. Mereka bahu-membahu menghadapi api yang kembali muncul setelah sempat dipadamkan.
Sebelumnya, Wakil Bupati Kutai Timur Mahyunadi meninjau lokasi bersama Camat Sangatta Utara Hasdiah pada Rabu malam. Selain berkoordinasi dengan petugas, ia mengupayakan tambahan kendaraan pengangkut air dengan menghubungi perusahaan, mitra, dan sejumlah relasi.
Kebutuhan air menjadi salah satu perhatiannya ketika memantau titik kebakaran melalui tayangan pesawat nirawak. Di lapangan, sumber air yang tersedia di sekitar lokasi juga dimanfaatkan untuk menyokong pemadaman.
Mahyunadi kemudian ikut masuk hingga ratusan meter ke tengah semak belukar. Bersama petugas dan warga, ia mengangkut air menggunakan ember dari genangan di antara rerumputan, lalu menyiramkannya ke bagian yang terbakar.
“Ayo ayo semangat semuanya yah. Kita tuntaskan malam ini,” ajaknya kepada personel yang bertugas.
Di sela penanganan, Mahyunadi meminta agar kebutuhan makanan dan air minum petugas diperhatikan. Pekerjaan yang berlangsung hingga larut malam membutuhkan dukungan bagi personel, bersamaan dengan upaya menyediakan air untuk mengatasi kobaran.
Perlindungan terhadap permukiman menjadi perhatian selama pemadaman berlangsung. Petugas dan masyarakat berusaha menahan perluasan kebakaran sembari menangani titik-titik yang masih menyala. Dukungan tenaga, kendaraan tangki, dan perlengkapan dari tim perusahaan turut menunjang pekerjaan tersebut.
Mahyunadi meninggalkan lokasi sekitar Kamis pukul 01.30 Wita. Sementara itu, personel lainnya masih melanjutkan pemadaman. Hingga Kamis dini hari, kebakaran belum seluruhnya teratasi. Penyebab awal kejadian maupun penyebab api kembali membesar belum dapat dipastikan. (Fj)










