SANGATTA — Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kudungga Sangatta terus menunjukkan lompatan besar dalam peningkatan mutu layanan kesehatan. RS milik Pemkab Kutai Timur i(Kutim) ini kini dilengkapi dengan berbagai peralatan canggih penunjang layanan bedah saraf dan neurovaskular tingkat tinggi.
Kelengkapan fasilitas medis tersebut menuai pujian langsung dari Ketua Kolegium Bedah Saraf Indonesia, Prof Asra Al Fauzi saat menghadiri malam ramah tamah bersama Pemkab Kutai Timur dan IDI Cabang Kutai Timur di Pendopo Rujab Bupati, Jumat (23/10/2026) malam.
Prof Asra mengaku terkejut dan kagum melihat rumah sakit di tingkat kabupaten mampu memiliki sarana pendukung medis selengkap RSUD Kudungga, seperti Magnetic Resonance Imaging (MRI), Neuro Navigasi, hingga fasilitas Cathlab.

"Saya sangat terkejut, RSUD Kudungga memiliki fasilitas canggih yang terbilang jarang ada untuk rumah sakit di level kabupaten di Indonesia. Ini bukti nyata komitmen kuat dari pemerintah daerah dalam mendukung program nasional penanganan penyakit Kanker, Jantung, Stroke, dan Uronefro (KJSU)," ujar Prof Asra.
Ia menambahkan, keterbatasan alat dan tenaga ahli di daerah selama ini membuat pasien stroke sering kali harus dirujuk ke luar kota. Padahal, penderita stroke memiliki periode emas (golden period) maksimal 4 jam untuk segera ditangani sebelum kondisinya memburuk.
Guna memaksimalkan potensi tersebut, Kolegium Bedah Saraf Indonesia bersama tim RSUD Kudungga siap melakukan tindakan intervensi Cathlab otak pertama di Sangatta, seperti pemasangan coil atau spoil pada pembuluh darah otak.
"Melalui program pendampingan (proctoring), kita ingin menunjukkan bahwa tindakan bedah saraf dan neurovaskular sudah bisa dilakukan di Kutim. Diharapkan layanan medis di RSUD Kudungga bisa mencapai level paripurna sehingga masyarakat bisa langsung mendapat penanganan tanpa perlu dirujuk lagi," tegasnya.
Senada dengan hal itu, Kepala Dinas Kesehatan Kutai Timur, dr Yuwana Sri Kurniawati, menegaskan bahwa kehadiran dokter spesialis dan penambahan alat canggih di RSUD Kudungga menjadi kebanggaan warga Kutim.
"Kutim memiliki dokter spesialis bedah saraf yang mampu melakukan tindakan medis yang belum tentu bisa dilakukan oleh rumah sakit lain di Kalimantan Timur. Dengan dukungan BPJS Kesehatan, masyarakat tidak perlu lagi berobat jauh-jauh ke Samarinda atau luar daerah," pungkas dr. Yuwana.(Rio/Fan/Fj)










