SANGATTA – Sebanyak 532 peserta tingkat sekolah dasar (SD) mengikuti Kejuaraan Pencak Silat Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) ke-V Tapak Suci Putra Muhammadiyah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) Tahun 2026. Kejuaraan yang digelar di GOR Kudungga, Kamis (15/10/2026) pagi, menjadi ajang bagi pesilat cilik untuk menguji kemampuan sekaligus membangun mental bertanding sejak usia dini.
Kegiatan tersebut dibuka Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kutim, Basuki Isnawan, yang hadir mewakili Bupati. Dalam sambutannya, Basuki menyampaikan apresiasi kepada Muhammadiyah, khususnya Tapak Suci, yang konsisten mendukung perkembangan olahraga bela diri dan melahirkan atlet-atlet potensial di daerah.
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Kutai Timur, kami mengucapkan terima kasih kepada Muhammadiyah, khususnya Tapak Suci Putra Muhammadiyah, yang terus konsisten memberikan warna bagi kemajuan bela diri di Kutai Timur,” ujarnya.

Menurut Basuki, kejuaraan seperti ini memiliki arti penting bagi pembinaan olahraga daerah. Selain menjadi ruang untuk menunjukkan kemampuan, pertandingan juga memberi pengalaman kepada anak-anak dalam menghadapi lawan, mengendalikan emosi, serta belajar menerima hasil pertandingan.
Ia juga mengingatkan para orang tua agar memberikan dukungan kepada anak-anak yang menekuni pencak silat. Latihan olahraga, harus berjalan seimbang dengan pendidikan formal dan pembinaan keagamaan.
Basuki berpesan agar para peserta tetap rajin belajar, menjalankan ibadah, dan berlatih dengan sungguh-sungguh. Dengan kedisiplinan tersebut, para pesilat diharapkan dapat meraih prestasi sekaligus membanggakan keluarga, sekolah, daerah, hingga Indonesia.

“Teruslah berlatih dengan baik. Kalian yang hadir hari ini sudah hebat karena berani mengikuti pertandingan. Mudah-mudahan ke depan bisa membawa kebanggaan bagi Kutai Timur melalui Tapak Suci,” pesannya.
Ia juga menyatakan harapan agar penyelenggaraan kejuaraan berikutnya dapat dikembangkan menjadi lebih baik, sehingga semakin banyak anak tertarik mengikuti olahraga bela diri.
Kejuaraan Pencak Silat PDM ke-V ini menjadi bagian dari upaya memperluas pembinaan atlet usia dini. Dengan jumlah peserta mencapai 532 orang, ajang tersebut sekaligus memperlihatkan besarnya antusiasme pelajar SD terhadap pencak silat di lingkungan Tapak Suci Kutim.
Pemerintah daerah berharap pembinaan yang berkelanjutan dapat melahirkan atlet berprestasi yang tidak hanya memiliki kemampuan teknik, tetapi juga disiplin, berkarakter, dan menjunjung tinggi sportivitas.(Beh/Fan/Fj)










