SANGATTA – Sebanyak 530 atlet pencak silat dari berbagai jenjang pendidikan di Kabupaten Kutai Timur (Kutim) unjuk kebolehan dalam Kejuaraan Pencak Silat PDM Cup V Tahun 2026. Ajang bergengsi yang diselenggarakan oleh Pimpinan Daerah (PD) Tapak Suci Putera Muhammadiyah Kutai Timur ini resmi ditutup oleh Wakil Bupati Kutai Timur, Mahyunadi, di GOR Bela Diri Kudungga, Minggu (18/10/2026).
Penutupan kejuaraan ini turut dihadiri oleh Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kutai Timur Basuki Isnawan, Ketua PD Tapak Suci Muhammadiyah Kutim KH Suyuti, serta jajaran Pimpinan Cabang Muhammadiyah setempat. Kejuaraan ini tidak sekadar menjadi ajang adu teknik dan ketangkasan di atas gelanggang, melainkan juga wadah strategis untuk membina karakter, menanamkan sportivitas, dan mempererat persaudaraan generasi muda.

Ketua Panitia PDM Cup V 2026, Andi Hirawan Irnansyah, dalam laporannya menjelaskan bahwa ratusan peserta tersebut berasal dari enam kecamatan, yakni Sangatta Selatan, Sangatta Utara, Bengalon, Sangkulirang, Kaliorang, dan Muara Wahau. Tingginya angka partisipasi ini mencerminkan besarnya antusiasme pelajar terhadap olahraga bela diri warisan budaya bangsa tersebut.
“Kejuaraan ini tidak semata-mata berorientasi pada perolehan medali. Ini adalah ruang pembelajaran bagi para pesilat untuk memahami arti disiplin, tanggung jawab, penghormatan terhadap lawan, serta kepatuhan pada aturan pertandingan,” ujar Andi.

Ia juga mengapresiasi sinergi orang tua dan pihak sekolah yang turut membangun ekosistem pembinaan atlet sejak dini.
Pentingnya keseimbangan antara kekuatan fisik dan mental turut ditekankan oleh Ketua PD Tapak Suci Kutai Timur, KH Suyuti. Menurutnya, pembinaan generasi muda tidak cukup hanya mengandalkan pendidikan formal, tetapi harus diperkuat dengan penanaman akhlak.
“Melalui pencak silat, anak-anak diajarkan pengendalian diri dan keteguhan memegang prinsip. Kekuatan jasmani harus selaras dengan kematangan mental dan keimanan, sehingga mereka tidak hanya tangguh secara fisik, tetapi juga bertanggung jawab dan menghormati sesama,” tegas KH Suyuti.

Sementara itu, Wakil Bupati Kutai Timur, Mahyunadi, memberikan apresiasi tinggi atas konsistensi Tapak Suci dalam menggelar ajang olahraga ini. Ia menilai, jam terbang dalam sebuah kompetisi yang terarah sangat krusial untuk membentuk mental juara para atlet.
“Pembinaan yang berkesinambungan adalah kunci. Kami berharap PDM Cup V memperkuat sinergi antara organisasi olahraga, lembaga pendidikan, dan pemerintah. Dengan dukungan ini, Kutai Timur akan terus melahirkan pesilat berprestasi yang siap bersaing di tingkat provinsi hingga nasional,” tegas Mahyunadi.
Selain puncak kompetisi, acara penutupan juga diwarnai dengan pengukuhan ijazah Kader Madya kepada empat kader Tapak Suci.

Regenerasi ini dinilai penting untuk menjaga keberlanjutan organisasi serta memastikan proses pendidikan pesilat berjalan konsisten di masa mendatang.
Di penghujung acara, panitia menetapkan empat kontingen sebagai juara umum. Kategori Taman Kanak-Kanak (TK) diraih oleh TK An-Nur, dan kategori Sekolah Dasar (SD) dimenangkan SDIT Darussalam. Untuk jenjang menengah, SMP Negeri 2 Sangatta Utara dan SMA Negeri 2 Sangatta Utara masing-masing keluar sebagai juara umum tingkat SMP dan SMA.

Bagi atlet yang belum meraih juara, pengalaman bertanding diharapkan menjadi bahan evaluasi untuk menghadapi kompetisi berikutnya. Rangkaian penutupan kemudian ditandai dengan pemukulan gong oleh Wakil Bupati bersama panitia, menyimbolkan harapan agar nilai keberanian, disiplin, dan sportivitas dari PDM Cup V terus hidup dalam keseharian generasi muda Kutai Timur.(Dw/Fan/Fj)










