SANGATTA - Wakil Bupati Kutai Timur (Kutim) Mahyunadi resmi menutup kejuaraan National Climbing Series (NCS) 3 Bupati Kutai Timur Cup V 2026 di Sport Climbing Center Bukit Pelangi, Rabu (14/10/2026) malam. Kejuaraan yang berlangsung selama lima hari tersebut diikuti 223 atlet dari berbagai daerah.

Penutupan kejuaraan berlangsung meriah dan dihadiri sejumlah pejabat serta pengurus olahraga, di antaranya Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kutim Basuki Isnawan, Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian Ronny Bonar Hamonangan Siburian, Ketua KONI Kutim Rudi Hartono, Ketua FPTI Kutim Aji Fahriza Hakim, perwakilan FPTI pusat dan Kalimantan Timur, serta perwakilan unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).
Sebelum penutupan, Event Delegate Muhammad Efendy menyampaikan laporan pelaksanaan kompetisi yang digelar pada 10–14 Oktober 2026. Ia menjelaskan, kejuaraan tersebut mempertandingkan 12 nomor dengan total 36 medali yang diperebutkan.

Nomor pertandingan mencakup tiga disiplin panjat tebing, yakni lead, boulder, dan speed, yang terbagi dalam sejumlah kelompok umur hingga kategori umum.
Efendy mengatakan, jumlah peserta tahun ini meningkat signifikan dibandingkan pelaksanaan sebelumnya pada 2025 yang diikuti sekitar 90 atlet. Pada edisi 2026, jumlah peserta mencapai 223 atlet, terdiri dari 124 putra dan 99 putri.
“Jumlah peserta untuk National Series 3 Bupati Cup 5 tahun 2026 ini sebanyak 223 atlet. Ini sangat luar biasa dan di luar ekspektasi kami,” ujar Efendy.

Kejuaraan tersebut juga diikuti atlet-atlet papan atas nasional, termasuk atlet Tim Nasional Panjat Tebing Indonesia. Sementara itu, atlet tuan rumah Kutai Timur turut mencatatkan prestasi dengan meraih medali pada nomor boulder putra.
Selain persaingan antaratlet, Efendy mengapresiasi kesiapan fasilitas panjat tebing di Bukit Pelangi. Menurut dia, sarana dan prasarana yang tersedia mendukung penyelenggaraan kompetisi berskala nasional, termasuk fasilitas boulder baru yang diresmikan Bupati Kutim.
Wakil Bupati Kutim Mahyunadi mengapresiasi seluruh pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan kejuaraan tersebut. Ia menilai tingginya partisipasi atlet dari berbagai daerah menunjukkan kepercayaan terhadap Kutim sebagai tuan rumah kompetisi olahraga nasional.

Menurut Mahyunadi, penerapan prinsip fair play menjadi salah satu faktor penting dalam membangun kepercayaan peserta. Ia menegaskan, pertandingan harus berlangsung secara jujur tanpa praktik pengaturan hasil pertandingan.
“Ini membuktikan bahwa di Kutim ini yang pertama adalah fair play. Tidak ada pengaturan-pengaturan skor. Makanya orang antusias untuk datang bertanding ke sini,” kata Mahyunadi.
Ia juga menaruh perhatian terhadap keterlibatan anak-anak dan atlet usia dini dalam olahraga panjat tebing. Mahyunadi mengapresiasi pembinaan yang dilakukan para pelatih dan berharap pendampingan terhadap atlet muda terus ditingkatkan agar potensi mereka dapat berkembang secara optimal.
“Saya terharu sekali melihat anak-anak kita semangat manjat dan dibimbing dengan baik. Bahkan saya tadi melihat langsung anak-anak rajin manjat,” ujarnya.
Mahyunadi menambahkan, pembinaan atlet harus dimulai melalui proses rekrutmen yang transparan dan berkeadilan. Ia meminta seluruh cabang olahraga menerapkan mekanisme seleksi secara objektif agar atlet yang memiliki kemampuan dan prestasi mendapatkan kesempatan yang layak.
“Saya harapkan seluruh cabang olahraga melakukan rekrutmen dengan sebaik-baiknya, seadil-adilnya, dan sejujur-jujurnya agar tidak mencederai para atlet kita yang memang layak untuk mendapatkan juara,” tegasnya.
Dengan Keberhasilan NCS 3 Bupati Kutim Cup V 2026 diharapkan semakin memperkuat posisi Kutim dalam perkembangan olahraga panjat tebing nasional, sekaligus mendorong pembinaan atlet muda agar mampu meraih prestasi di tingkat nasional maupun internasional.(Nas/Fan/Fj)










