Pesilat Tapak Suci Didorong Berprestasi dan Berakhlak Mulia

WhatsApp Image 2026 10 15 at 11.34.07

Rangkaian kegiatan Kejuaraan Pencak Silat Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) ke-V Tapak Suci Putra Muhammadiyah Kabupaten Kutai Timur (Kutim).Foto: Habibah/Pro Kutim

SANGATTA – Kejuaraan Pencak Silat Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) ke-V Tapak Suci Putra Muhammadiyah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) tidak hanya menjadi ajang perebutan prestasi, tetapi juga sarana membentuk karakter generasi muda. Sebanyak 532 peserta tingkat sekolah dasar (SD) ambil bagian dalam kejuaraan yang berlangsung di GOR Kudungga, Kamis (15/10/2026).

Ketua PDM Kutim, Suyuti, menegaskan bahwa pembinaan melalui Tapak Suci harus mampu melahirkan atlet yang kuat secara fisik, memiliki keimanan, serta menunjukkan akhlak yang baik dalam kehidupan sehari-hari.

Ia mengingatkan bahwa keberhasilan seorang pesilat tidak cukup diukur dari kemenangan di gelanggang. Sikap terhadap orang tua, guru, pelatih, lawan, dan sesama juga menjadi bagian penting dari pendidikan yang diperoleh melalui pencak silat.

“Tapak Suci akan membimbing kalian menjadi pribadi yang beriman, berakhlak, dan berprestasi. Belajarlah dengan sungguh-sungguh, baik dalam pencak silat maupun ilmu lainnya,” pesannya kepada para peserta.

WhatsApp Image 2026 10 15 at 11.34.16

Suyuti juga menekankan pentingnya sikap berbakti kepada orang tua. Menurutnya, prestasi olahraga seharusnya berjalan beriringan dengan keberhasilan dalam pendidikan serta pembentukan perilaku yang baik.

Ia berharap seluruh peserta menjadikan kejuaraan tersebut sebagai kesempatan untuk belajar, meningkatkan kemampuan, dan memperkuat persaudaraan. Kemenangan, kata dia, harus diraih melalui usaha yang sungguh-sungguh tanpa mengabaikan kejujuran dan sportivitas.

Pesan serupa disampaikan Nashruddin yang mewakili Ketua Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kutim, Sayyid Umar. Ia menyampaikan apresiasi atas kerja keras panitia dan PDM Kutim dalam menyelenggarakan kejuaraan tersebut.

WhatsApp Image 2026 10 15 at 11.34.09

Menurut Nashruddin, Tapak Suci memiliki peran lebih luas daripada sekadar mencetak juara. Organisasi bela diri di lingkungan Muhammadiyah itu juga menjadi sarana pembinaan kader yang berlandaskan nilai keislaman dan akhlak mulia.

Ia meminta para atlet bertanding dengan jiwa kesatria, menghormati lawan, serta mematuhi keputusan wasit. Baginya, kemenangan yang sesungguhnya bukan hanya soal medali, melainkan juga kemampuan menjaga sikap selama pertandingan.

WhatsApp Image 2026 10 15 at 11.34.13

Kejuaraan yang dibuka Kepala Dispora Kutim, Basuki Isnawan, mewakili Bupati Kutim tersebut diikuti 532 pesilat tingkat SD. Jumlah peserta itu menunjukkan antusiasme pelajar terhadap pencak silat sekaligus membuka peluang bagi penjaringan bibit atlet sejak usia dini.

Melalui kompetisi ini, PDM Kutim berharap lahir generasi pesilat yang mampu mengembangkan kemampuan bela diri, meraih prestasi, dan tetap menjadikan keimanan serta akhlak sebagai landasan dalam kehidupan.(Beh/Fan/Fj)

1010
Beh
Memuat tombol bagikan...
Memuat komentar...