SANGATTA - Lebih dari 1.000 pelari dari berbagai kelompok usia memadati Stadion Kudungga, Sangatta, Minggu (18/10/2026) pagi, untuk mengikuti Color Run 2026 dengan jarak tempuh lima kilometer. Diprakarsai Karang Taruna Kutai Timur (Kutim), kegiatan ini mengajak masyarakat hidup sehat sekaligus menggaungkan solidaritas pemuda, pemanfaatan fasilitas olahraga publik, dan peluang ekonomi bagi pelaku usaha mikro dan kecil.
Bupati Kutai Timur Ardiansyah Sulaiman membuka kegiatan tersebut. Hadir pula Kapolres Kutai Timur AKBP Aryansyah dan Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kutim Basuki Isnawan. Color Run ini digelar dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-66 Karang Taruna.

Antusiasme peserta menunjukkan bahwa olahraga dapat menjadi ruang perjumpaan masyarakat lintas usia. Di tengah kesibukan sehari-hari, kegiatan seperti ini memberikan kesempatan kepada warga untuk bergerak bersama, menjaga kebugaran, sekaligus mempererat hubungan sosial.
Ardiansyah mengapresiasi kegiatan yang mengajak masyarakat lebih aktif berolahraga. Menurutnya, menjaga kesehatan dan kebugaran perlu menjadi kebiasaan sehari-hari, bukan hanya dilakukan ketika ada kegiatan atau perlombaan.
“Kegiatan seperti ini sangat baik karena mengajak masyarakat untuk aktif bergerak, menjaga kesehatan, dan meningkatkan kebugaran tubuh. Kesehatan itu penting, jadi jangan menunggu sakit baru mulai berolahraga,” ujar Ardiansyah.

Ia juga menyoroti manfaat kegiatan yang melibatkan banyak orang bagi perputaran ekonomi masyarakat. Kehadiran peserta dan pengunjung dapat membuka kesempatan bagi pedagang kecil untuk menawarkan produk dan memperoleh penghasilan.
“Selain itu, ketika banyak orang berkumpul, pelaku usaha kecil juga mendapat kesempatan untuk berjualan dan menambah penghasilan. Jadi, manfaatnya bukan hanya untuk kesehatan, tetapi juga membantu menggerakkan ekonomi masyarakat,” tambahnya.
Dari sisi pengembangan olahraga daerah, Basuki mengajak masyarakat memanfaatkan fasilitas yang telah disediakan pemerintah di kawasan Stadion Kudungga. Menurutnya, fasilitas tersebut perlu dihidupkan melalui kegiatan yang mendorong partisipasi warga secara berkelanjutan.
“Saya mengajak masyarakat untuk lebih aktif berolahraga dan memanfaatkan fasilitas yang sudah disediakan pemerintah di kawasan Stadion Kudungga ini. Tempatnya sudah bagus dan megah, jadi sayang kalau tidak digunakan secara maksimal. Mari kita hidupkan kawasan ini dengan berbagai kegiatan positif, terutama olahraga, agar masyarakat semakin sehat,” ujar Basuki.
Ajakan tersebut menempatkan kawasan Stadion Kudungga sebagai ruang untuk membangun kebiasaan hidup sehat. Selain menjadi tempat pertandingan, fasilitas olahraga publik juga dapat menjadi ruang pertemuan warga, komunitas, dan pelaku usaha.

Dalam peringatan HUT ke-66 Karang Taruna ini, perhatian juga tertuju pada keterlibatan pemuda dalam kehidupan sosial. Ketua Karang Taruna Kutai Timur Asryl Dyago Tandi Tasik menekankan pentingnya peran pemuda dalam kegiatan yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Menurut Asryl, Karang Taruna harus menjadi ruang bagi generasi muda untuk mengembangkan kepedulian, kreativitas, dan semangat gotong royong. Kehadiran organisasi tersebut diharapkan dapat membantu warga menghadapi persoalan sosial di lingkungan masing-masing.
“Karang Taruna bukan hanya organisasi yang mengadakan kegiatan atau merayakan hari ulang tahun. Peran utamanya adalah bagaimana pemuda hadir di tengah masyarakat, peka terhadap persoalan sosial, dan ikut mencari solusi. Kami ingin Karang Taruna di setiap desa menjadi wadah bagi anak-anak muda untuk bergerak, bergotong royong, dan membantu masyarakat sesuai dengan kebutuhan di lingkungannya,” ujar Asryl.
Ia juga menegaskan pentingnya kemitraan antara Karang Taruna dan pemerintah desa. Hubungan tersebut perlu diwujudkan melalui gagasan, keterlibatan pemuda, dan kerja bersama dalam menjawab kebutuhan warga.
“Karang Taruna juga merupakan mitra strategis pemerintah desa. Kami tidak hanya menunggu program dari pemerintah, tetapi ikut memberikan gagasan, menggerakkan partisipasi pemuda, dan membantu kegiatan sosial kemasyarakatan. Pemerintah desa memiliki program pembangunan, sementara pemuda memiliki tenaga, kreativitas, dan semangat untuk terlibat. Jika keduanya berjalan bersama, manfaatnya akan lebih dirasakan masyarakat,” katanya. (Yus/Fj)










