BENGALON - Dua titik kebocoran pipa di Jalan Poros PU, Dusun Sekurau Bawah, Desa Sekerat, Kecamatan Bengalon, menjadi sasaran penanganan tim gabungan Perumda Air Minum Tirta Tuah Benua Kutai Timur, Kamis (22/10/2026).
Perbaikan jaringan berdiameter 160 milimeter itu dilakukan untuk memulihkan pasokan air bersih bagi sekitar 70 pelanggan serta sejumlah fasilitas umum.
Tim Distribusi Perumdam Cabang Sangatta Utara bersama Tim Perumdam Unit Sekerat Bengalon menangani kebocoran yang ditemukan melalui pemeriksaan lapangan sehari sebelumnya, Rabu (21/10/2026). Pengerjaan mencakup pembongkaran untuk memastikan kondisi pipa, perbaikan bagian yang bocor, serta penyambungan kembali jaringan distribusi.

Penanganan tersebut berangkat dari penelusuran perbedaan tekanan air. Petugas semula mencurigai kondisi pipa pada jalur pengangkutan atau hauling. Untuk memastikan dugaan itu, bagian jaringan yang diperiksa dibongkar menggunakan ekskavator.
Koordinator Unit Pembantu Sekerat, Silvianus Rikardus R, menuturkan bahwa hasil pembongkaran memberikan gambaran berbeda dari perkiraan awal. Pipa pada bagian yang dicurigai ternyata tidak mengalami kerusakan sebagaimana dugaan petugas.
"Kemarin kami masih menduga-duga penyebabnya karena ada perbedaan tekanan sebelum dan sesudah jalur hauling. Kami sempat menyimpulkan kemungkinan pipanya kempis atau rusak di jalur tersebut. Namun, setelah dibongkar menggunakan ekskavator, ternyata pipa tidak bermasalah. Hanya saja, tekanan anginnya cukup tinggi saat pipa pertama kali dipotong," jelasnya.

Pemeriksaan itu menjadi bagian dari upaya memastikan kondisi jaringan sebelum penanganan dilanjutkan. Perbedaan tekanan sebelum dan sesudah jalur pengangkutan menjadi petunjuk awal, sedangkan pembongkaran memungkinkan petugas memeriksa langsung keadaan pipa di lapangan.
Untuk pengerjaan di Jalan Poros PU, tim menggunakan metode penyambungan stub flange atau sambungan mekanis dengan flensa. Kepala Seksi Distribusi Perumdam Cabang Sangatta Utara, Sunaryo, menjelaskan bahwa teknik tersebut diterapkan pada pipa HDPE (High-Density Polyethylene atau polietilena berdensitas tinggi) berdiameter 160 milimeter.

Sunaryo memperkirakan penanganan dua titik kebocoran membutuhkan waktu dua hari. Meski demikian, tim menargetkan satu titik dapat diselesaikan pada hari pengerjaan agar perbaikan jaringan segera menunjukkan kemajuan.
"Kita menemukan dua titik kebocoran dengan estimasi pengerjaan memakan waktu dua hari. Namun, kita targetkan penyelesaian satu titik bisa rampung hari ini juga sampai tuntas," tegas Sunaryo.
Selama kerusakan ditangani, suplai air bersih kepada pelanggan terdampak dihentikan sementara. Cakupan gangguan tidak hanya meliputi sambungan rumah, tetapi juga fasilitas yang digunakan untuk kegiatan pendidikan, peribadatan, pelayanan masyarakat, dan kesehatan.
Dari penjelasan Sunaryo, kembali ditambahkan oleh Silvianus bahwa cakupan gangguan ini meliputi kurang lebih 70 pelanggan di Dusun Sekurau Bawah. Selain itu, suplai ke sejumlah fasilitas umum seperti sekolah, masjid, balai dusun, dan polindes juga ikut terdampak.
Menurut Silvianus, setelah proses perbaikan dan penyambungan dilakukan, air mulai mengalir kembali ke kawasan perkampungan Sekurau Bawah pada malam harinya. Kembalinya aliran tersebut menjadi perkembangan dalam penanganan jaringan yang sebelumnya mengalami gangguan.
Pemulihan layanan masih memerlukan tahapan normalisasi tekanan. Perumdam Kutim memperkirakan waktu tambahan sekitar satu hari setelah seluruh perbaikan selesai agar pasokan kembali lancar hingga ke rumah pelanggan. Tahapan ini melanjutkan pekerjaan penyambungan pipa, dengan sasaran mengembalikan kelancaran distribusi bagi warga dan fasilitas umum di Sekurau Bawah. (*/Fj)









