Beranda Kutai Timur 145 Wisudawan STAIS Diwisuda, Kampus Siap Bertransformasi Jadi Institut 

145 Wisudawan STAIS Diwisuda, Kampus Siap Bertransformasi Jadi Institut 

69 views
0

Wabup Kutim Mahyunadi menghadiri wisuda ke-16 STAIS. Foto: Bagus/Lintang Pro Kutim

SANGATTA– Sebanyak 145 wisudawan dan wisudawati Sekolah Tinggi Agama Islam Sangatta (STAIS) Kutai Timur (Kutim) resmi diwisuda dalam wisuda ke-16 yang digelar di Ruang Akasia Gedung Serba Guna Bukit Pelangi, Rabu (15/7/2026).

Turut hadir dalam kegiatan perwakilan Forkopimda, perwakilan Kemenag Kutim, Kepala Dinas Sosial Ernata, Kadisdukcapil, Kadis Satpol PP, perwakilan perusahaan, dan orang tua wisudawan.

Para lulusan berasal dari lima program studi, yakni Pendidikan Agama Islam, Guru Madrasah Ibtidaiyah, Manajemen Pendidikan Islam, Ekonomi Syariah, dan Hukum Keluarga (Ahwal Al-Syakhshiyah). Ketua Senat STAIS, Dr Satriah, menyampaikan bahwa wisuda bukan akhir dari proses belajar, melainkan awal pengabdian di tengah masyarakat.

“Wisuda bukanlah akhir dari proses belajar, justru inilah awal dari perjalanan baru menuju kedewasaan, kemandirian, dan pengabdian sejati kepada masyarakat,” ujarnya.

Dalam laporannya, Satriah menyebutkan STAIS saat ini memiliki 533 mahasiswa aktif, didukung 62 dosen dan 22 karyawan. Ia juga mengungkapkan sejumlah capaian kampus, di antaranya akreditasi institusi dengan predikat Baik Sekali, serta akreditasi Program Studi Pendidikan Agama Islam dan Manajemen Pendidikan Islam yang juga meraih predikat Baik Sekali.

Selain itu, STAIS telah memperoleh kuota 275 mahasiswa penerima beasiswa gratis penuh dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur dan kini memiliki 10 dosen bergelar doktor sebagai salah satu syarat pengembangan kelembagaan.

“Dari gambaran SDM ini, salah satunya sudah memenuhi persyaratan untuk kemudian kami mengembangkan STAIS alih status menjadi institut,” katanya.

Hal senada disampaikan Sekretaris Kopertais Wilayah XI Kalimantan, Dr Asikin Noor. Menurutnya, secara esensial STAIS telah memenuhi unsur sebagai institut karena memiliki program studi yang mencakup tiga rumpun fakultas berbeda.

“Saya membayangkan 2028 STAI Sangatta sudah tidak lagi menjadi STAI, sudah menjadi Institut Agama Islam Sangatta,” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Kutim Mahyunadi menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Kutim mendukung penuh keberadaan STAIS melalui hibah daerah. Menurutnya, dukungan tersebut harus menghasilkan lulusan yang berkualitas dan mampu memberi manfaat bagi masyarakat.

“Output-nya sudah baik, lulusannya bagus-bagus. Tetapi setelah output ada outcome, yakni bagaimana lulusan STAIS mampu memberi karya terbaik bagi bangsa dan negara, khususnya Kabupaten Kutai Timur,” tegas Mahyunadi.

Ia juga mengingatkan para alumni untuk menjaga nama baik almamater dan mengamalkan ilmu yang diperoleh selama kuliah di lingkungan masyarakat.

“Lulusan STAI harus mencerminkan nilai-nilai keislaman dan menularkan ilmu yang diperoleh kepada masyarakat di sekitarnya,” pesannya.

Di akhir sambutannya, Mahyunadi menyampaikan optimisme pemerintah daerah dalam membuka lapangan kerja baru melalui berbagai program pembangunan dan investasi di Kutim, sekaligus mengajak para lulusan untuk terus berkarya dan berkontribusi bagi daerah.(kopi17/kopi13/kopi3) 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini