Penutupan program pembinaan UMKM Urang Sangatta Berdaya Batch 2 yang digelar PT Kaltim Prima Coal (KPC) di Gedung Rumah Adat Kutai Sangatta, Kabupaten Kutai Timur. Foto: Istimewa untuk Pro Kutim.
SANGATTA – Bagi pelaku usaha kecil, penutupan sebuah pelatihan bukanlah garis akhir. Justru setelah ruang belajar berakhir, tantangan sesungguhnya dimulai, mengubah pengetahuan menjadi ikhtiar yang menghasilkan, memperbaiki tata kelola usaha, dan membuka manfaat yang lebih luas bagi keluarga serta lingkungan sekitar. Semangat itu mengemuka dalam penutupan program pembinaan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Urang Sangatta Berdaya Batch 2 yang digelar PT Kaltim Prima Coal (KPC) di Gedung Rumah Adat Kutai Sangatta, Kabupaten Kutai Timur, Kamis (24/9/2026).
Program tersebut menjadi ruang bagi pelaku usaha lokal untuk memperkaya pengetahuan dan keterampilan, terutama dalam mengelola usaha, manajemen keuangan, serta meningkatkan pendapatan dari penjualan. Bagi peserta, pembinaan itu tidak berhenti pada materi yang disampaikan selama pelatihan, melainkan diharapkan berlanjut dalam praktik sehari-hari ketika kembali menjalankan usaha.
Penutupan program dihadiri Pemangku Adat Kutai Sangatta H Kasmo Pital, Staf Seksi Pemerintahan Umum Kecamatan Sangatta Utara Supran, Act Manager Community Empowerment (CE) KPC Muhammad Yusuf, serta Act Deputi General Manager External Affairs and Sustainable Development (ESD) PT KPC Munir Zein Damar Pandulu.
Act Deputi General Manager External Affairs and Sustainable Development (ESD) PT KPC Munir Zein Damar Pandulu, yang akrab disapa Damar, mengapresiasi keberlanjutan program hingga memasuki angkatan kedua. Menurut dia, keberhasilan pembinaan tidak hanya ditentukan oleh proses pelatihan, tetapi terutama oleh kesungguhan peserta dalam menerapkan pengetahuan yang telah diperoleh.

“Yang terpenting sekarang setelah penutupan adalah realisasinya. Bagaimana para peserta menerapkan semua ilmunya sehingga usahanya berhasil dan bisa memberi manfaat bagi keluarga serta masyarakat luas,” ujar Damar.
Pesan tersebut menempatkan keberlanjutan usaha sebagai bagian penting setelah program selesai. Ilmu yang diperoleh selama pembinaan diharapkan tidak mengendap sebagai pengetahuan, tetapi menjelma menjadi langkah konkret dalam mengembangkan usaha.
Damar juga mengapresiasi keterlibatan para mentor yang secara aktif memberikan sumbangsih pengalaman bagi perkembangan usaha kecil dan menengah di Sangatta. Kehadiran mentor menjadi bagian dari proses pendampingan yang mempertemukan pengalaman praktis dengan kebutuhan pelaku usaha lokal.
Dalam kesempatan yang sama, Ketua Pemangku Adat Kutai Sangatta, H Kasmo Pital, secara resmi menutup rangkaian pelatihan. Ia memandang program Urang Sangatta Berdaya sebagai investasi masa depan sekaligus cermin kolaborasi antara perusahaan dan masyarakat adat.
“Ini adalah bukti nyata kebersamaan bahwa kemajuan perusahaan dan kemajuan masyarakat adat berjalan seiringan dan saling menguatkan. Kepada para peserta, jagalah amanah ini, gunakan ilmu dan modal yang diterima dengan jujur, tekun, dan bertanggung jawab,” pesan Kasmo.
Pesan itu menegaskan bahwa penguatan ekonomi masyarakat membutuhkan ketekunan dan tanggung jawab dari para penerima manfaat. Modal dan pengetahuan yang diperoleh selama program diharapkan dikelola secara amanah agar memberikan dampak nyata terhadap keberlangsungan usaha.
Dukungan terhadap keberlanjutan pembinaan juga datang dari Pemerintah Kecamatan Sangatta Utara. Supran berharap program serupa dapat terus berlangsung dan menjangkau kebutuhan pelaku UMKM secara lebih berkelanjutan. Menurut dia, keberlanjutan program dapat mencakup bantuan permodalan, akses pasar, hingga pelatihan lanjutan. Dengan dukungan tersebut, produk lokal Sangatta diharapkan memiliki daya saing yang semakin kuat.

Harapan itu berkelindan dengan pengalaman peserta yang merasakan manfaat pembinaan secara langsung. Masriana, salah seorang peserta Urang Sangatta Berdaya Batch 2, menyampaikan apresiasi atas pendampingan yang diterimanya selama mengikuti program.
“Saya berterima kasih sekali bisa membangun usaha saya dengan mentor-mentor terbaik dari KPC yang membimbing bagaimana meningkatkan usaha, manajemen keuangan, begitupun pendapatan dari penjualan. Bersyukur sekali bisa bergabung dalam program ini,” ungkap Masriana.
Bagi pelaku UMKM, pengetahuan mengenai pengelolaan keuangan dan usaha menjadi bekal penting untuk menata kegiatan ekonomi secara lebih terukur. Pembinaan semacam ini juga membuka kesempatan bagi peserta untuk melihat usaha bukan hanya sebagai kegiatan mencari penghasilan, melainkan sebagai ikhtiar yang perlu dikelola secara tertib dan berkesinambungan.
KPC mengisyaratkan keberlanjutan sinergi tersebut melalui rencana pembukaan program Urang Sangatta Berdaya Batch 3 pada tahun mendatang. Alumni program juga berkesempatan mengikuti seleksi untuk masuk ke jenjang pembinaan yang lebih tinggi melalui program UKM Tangguh. Jenjang lanjutan itu membuka peluang bagi peserta yang telah menyelesaikan pembinaan untuk terus mengembangkan kapasitas usahanya. Dengan demikian, penutupan Batch 2 bukan menjadi noktah bagi perjalanan para peserta, melainkan pintu menuju tahap pengembangan berikutnya.
Di Sangatta, geliat UMKM tidak hanya berkaitan dengan keberlangsungan satu per satu usaha milik warga. Di dalamnya terdapat penghidupan keluarga, keterampilan yang diwariskan, serta harapan agar produk lokal mampu menemukan pasar yang lebih luas. Karena itu, keberlanjutan pendampingan menjadi penting. Pengetahuan tentang manajemen, pengelolaan keuangan, pemasaran, dan pengembangan usaha akan menemukan maknanya ketika benar-benar diterapkan. Dari sanalah manfaat program pembinaan dapat beralih dari ruang pelatihan menuju kehidupan sehari-hari masyarakat.
Program Urang Sangatta Berdaya Batch 2 pun ditutup dengan pesan yang sama: ilmu harus diwujudkan menjadi kerja, modal mesti dikelola dengan tanggung jawab, dan usaha perlu terus ditumbuhkan agar manfaatnya tidak berhenti pada pelaku UMKM, tetapi turut dirasakan keluarga dan masyarakat luas. (*/kopi3)




























