Panitia memantapkan persiapan HUT ke-27 Kutim lewat gladi bersih.Foto: Bahtiar/Pro Kutim
SANGATTA – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) terus mematangkan berbagai persiapan menjelang puncak peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-27 kabupaten tersebut. Sebagai bagian dari tahap akhir, Pemkab Kutim menggelar gladi bersih Upacara Peringatan HUT ke-27 yang dipusatkan di lapangan halaman Kantor Bupati Kutim, Sabtu (10/10/2026).
Gladi bersih ini dilaksanakan secara seksama untuk memastikan seluruh rangkaian upacara nantinya dapat berjalan dengan tertib, lancar, dan khidmat tanpa ada hambatan berarti.
Pelaksanaan gladi bersih tersebut dipimpin langsung oleh Kapten Laut (P) Hartono. Di bawah komandonya, seluruh petugas upacara mengikuti berbagai tahapan latihan dengan disiplin tinggi sesuai dengan susunan acara resmi. Simulasi berjalan mulai dari persiapan pasukan, laporan komandan upacara, penghormatan kepada simbol negara, prosesi pengibaran bendera Merah Putih, hingga rangkaian penutup dan pembacaan doa.

“Harapan saya semoga pelaksanaan nanti di hari H berjalan sesuai yang diharapkan dan tidak ada kendala,” ujar Hartono usai memimpin jalannya gladi bersih.
Selain para petugas inti upacara, gladi ini juga melibatkan peserta dari berbagai unsur instansi dan elemen masyarakat yang mengikutinya dengan penuh khidmat.
“Setiap sesi dan pergerakan pasukan dievaluasi secara teliti guna memastikan kesiapan personel, ketepatan garis barisan, kekompakan, serta koordinasi yang solid antarpetugas di lapangan,” tambahnya.

Bagi Kabupaten Kutim, rangkaian gladi bersih ini memegang peranan krusial untuk menyamakan persepsi dan ritme kerja seluruh panitia serta petugas terlibat. Dengan matangnya persiapan teknis maupun mental para peserta, pemerintah daerah optimistis perayaan puncak hari jadi kabupaten dapat terselenggara secara optimal.

Lebih dari sekadar agenda seremonial tahunan, momentum Peringatan HUT ke-27 Kabupaten Kutim ini menjadi refleksi perjalanan panjang daerah sekaligus pelecut semangat baru dalam menggenjot roda pembangunan. Peringatan ini diharapkan mampu memperkuat rasa kebersamaan, persatuan, dan kolaborasi aktif antara pemerintah dan seluruh elemen masyarakat demi mewujudkan Kutim yang semakin maju, mandiri, dan sejahtera di masa mendatang.(Btr/Fan/Fj)




























