SANGATTA UTARA - Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim), mendorong pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) membangun pola pikir kewirausahaan yang visioner agar mampu mengembangkan usaha secara profesional dan berdaya saing.
Upaya tersebut dilakukan melalui Bimbingan Teknis (Bimtek) Business Owner of Mentality yang digelar Dinas Koperasi dan UMKM Kutim pada 11–12 Oktober di Hotel MS, Sangatta. Kegiatan ini diikuti 30 pelaku usaha mikro di Kutim.
Bimtek dibuka Asisten Administrasi Umum Sekretariat Kabupaten Kutim, Idham Cholid, didampingi Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kutim Marhadin serta Kepala Bidang Pemberdayaan Usaha Mikro dan UMKM, Junianti. Hadir pula Direktur PT Genpro Kaltim Kaharudinsyah dan narasumber Abi Darwis.
Dalam sambutannya, Idham mengatakan, pelaku usaha perlu memiliki visi jangka panjang dan kemampuan membaca peluang untuk memastikan keberlanjutan bisnis. Menurut dia, pengembangan usaha tidak cukup hanya berorientasi pada kondisi saat ini, tetapi juga harus disertai perencanaan untuk menghadapi tantangan pada masa mendatang.
“Pelaku usaha harus berpikir ke depan, jangan hanya melihat keadaan sekarang. Kita harus memiliki pola pikir yang visioner dan mampu melihat peluang jauh ke depan. Membangun mentality jauh lebih penting,” ujar Idham, Minggu (11/10/2026)

Ia juga menekankan pentingnya mengembangkan sektor ekonomi produktif yang berkelanjutan, termasuk pertanian dalam arti luas, sebagai alternatif sumber pertumbuhan ekonomi daerah.
Menurut Idham, langkah tersebut perlu dipersiapkan untuk mengurangi ketergantungan terhadap sektor pertambangan yang memiliki keterbatasan karena sumber daya alamnya tidak dapat diperbarui.
Ia berharap, para peserta mengikuti seluruh rangkaian bimtek dengan serius sehingga pengetahuan yang diperoleh dapat diterapkan untuk meningkatkan kapasitas usaha. Penguatan UMKM, lanjutnya, juga menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah dalam mendorong pembangunan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kutim, Marhadin, mengatakan bimtek tersebut bertujuan membentuk pola pikir pelaku usaha agar lebih mandiri, percaya diri, kreatif, dan profesional dalam menghadapi persaingan.

Menurut Marhadin, kemampuan menghasilkan produk perlu diimbangi dengan keterampilan mengelola bisnis, membaca peluang pasar, serta menyusun strategi pengembangan usaha.
“Pelaku usaha tidak hanya dituntut memiliki keterampilan dalam menghasilkan produk, tetapi juga harus mempunyai pola pikir kewirausahaan, sikap mandiri, dan kreatif,” katanya.
Melalui kegiatan tersebut, Pemkab Kutim berharap pelaku UMKM mampu mengembangkan usaha secara lebih terarah dan berkelanjutan. Dengan kapasitas kewirausahaan yang semakin kuat, UMKM diharapkan tidak hanya mampu bertahan di tengah persaingan, tetapi juga berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi daerah. (*/Nas/Fan)






