Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman kroscek kesiapan venue stan di PRKE 2026. Foto: Dewi/Pro Kutim
SANGATTA – Bupati Kutai Timur (Kutim) Ardiansyah Sulaiman mengecek kesiapan stan Pekan Raya Kutim Expo (PRKE) 2026 usai membuka Kejuaraan Nasional (Kejurnas) atau National Climbing Series ke-3 Bupati Kutai Timur Cup ke-5 Tahun 2026 sekaligus meresmikan dinding panjat tebing kategori bolder di Venue Panjat Tebing Bukit Pelangi (Sport Climbing), Sabtu (10/10/2026).
Kunjungan tersebut menjadi bagian dari perhatian Pemerintah Kabupaten Kutim terhadap kesiapan penyelenggaraan kegiatan yang tidak hanya menghadirkan kompetisi olahraga, tetapi juga menjadi ruang promosi potensi daerah, pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta penyampaian informasi pembangunan kepada masyarakat.
Dalam kesempatan itu, Bupati Ardiansyah Sulaiman didampingi Sekretaris DPMPTSP Kutim Akhmad Tarmiji memastikan setiap stan dipersiapkan dengan baik sehingga mampu menampilkan produk, program, dan potensi unggulan Kutim secara informatif dan menarik.

"PRKE sebagai salah satu ruang promosi daerah diharapkan dapat mempertemukan pemerintah, pelaku usaha, komunitas, dan masyarakat dalam satu kegiatan yang memberikan manfaat lebih luas. Melalui pameran tersebut, berbagai potensi lokal dapat diperkenalkan kepada pengunjung, sekaligus membuka peluang bagi pelaku UMKM untuk memperluas jangkauan pemasaran dan membangun jejaring usaha," jelasnya.
Persiapan stan tidak hanya berkaitan dengan penataan ruang pameran, tetapi juga bagaimana informasi yang disampaikan dapat menggambarkan capaian pembangunan, pelayanan publik, serta potensi ekonomi dan kreativitas masyarakat Kutim.
"Stan yang dipersiapkan secara optimal diharapkan mampu menyajikan informasi dengan jelas, menampilkan produk unggulan secara menarik, serta memberikan pengalaman yang baik bagi masyarakat yang berkunjung," pesan Ardiansyah.
Keterlibatan perangkat daerah, pelaku UMKM, dan unsur terkait juga menjadi faktor penting agar penyelenggaraan pameran berjalan terkoordinasi. Dengan persiapan yang matang, Kutim Expo dapat dimanfaatkan sebagai sarana komunikasi publik yang mendekatkan program pemerintah kepada masyarakat sekaligus memperkuat promosi produk lokal.

Lebih dari sekadar kegiatan pameran, ajang ini memiliki peluang untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah melalui peningkatan visibilitas produk, pengenalan inovasi, dan perluasan akses pasar. Produk kerajinan, olahan pangan, hasil pertanian, serta berbagai karya kreatif masyarakat berpotensi menjadi daya tarik apabila ditampilkan secara terencana dan sesuai dengan karakteristik masing-masing produk.(Dw/Fan/Fj)










