SANGATTA - Berburu kebutuhan pokok dengan harga terjangkau sekaligus mengenal cara memilih pangan yang aman bisa dilakukan masyarakat di Pekan Raya Kutim Expo (PRKE) 2026. Melalui stan Dinas Ketahanan Pangan (Diskepang) Kabupaten Kutai Timur (Kutim), pengunjung dapat membeli sejumlah bahan pangan dengan harga lebih hemat sekaligus mendapatkan edukasi mengenai pengawasan keamanan pangan.
Menyemarakkan HUT ke-27 Kabupaten Kutai Timur, Diskepang menghadirkan bazar pangan murah yang menawarkan sejumlah kebutuhan pokok, mulai dari beras, telur ayam hingga minyak goreng.
Beras kemasan 5 kilogram dijual seharga Rp 77.000, telur ayam satu mika berisi 10 butir Rp 20.000, serta minyak goreng Rp 15.500 per liter. Harga tersebut menjadi daya tarik bagi pengunjung yang ingin mendapatkan kebutuhan sehari-hari di tengah pelaksanaan expo.

Sanariah, petugas stan di Dinas Ketahanan Pangan Kutim mengatakan, keikutsertaan Diskepang dalam Expo Kutim tidak hanya untuk memperkenalkan program dan produk, tetapi juga mendekatkan layanan pangan kepada masyarakat.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin masyarakat bisa mendapatkan bahan pangan dengan harga yang lebih terjangkau. Selain itu, kami juga memberikan edukasi tentang pentingnya memilih pangan yang aman untuk dikonsumsi,” ujarnya.
Hingga Jumat (16/10/2026), stan Diskepang tercatat telah dikunjungi lebih dari 500 orang. Antusiasme tersebut menunjukkan bahwa stan layanan pangan turut menjadi salah satu tujuan masyarakat selama mengunjungi Expo Kutim.

Tak hanya menghadirkan bazar murah, Diskepang juga memperkenalkan pengawasan keamanan pangan segar asal tumbuhan (PSAT). Pengunjung dapat melihat secara langsung peralatan rapid test yang digunakan untuk pemeriksaan awal terhadap kemungkinan residu pestisida pada pangan segar serta formalin pada pangan yang berpotensi mengandung bahan berbahaya tersebut.
Menurut Sanariah, pengawasan keamanan pangan menjadi bagian penting untuk memastikan pangan yang beredar di masyarakat memenuhi aspek keamanan dan layak dikonsumsi.
“Pangan yang aman bukan hanya soal harga dan kesegaran, tetapi juga bagaimana kita memastikan bahan pangan tersebut tidak mengandung bahan berbahaya. Karena itu, pengawasan perlu dilakukan agar masyarakat merasa lebih tenang saat mengonsumsi pangan,” tambahnya.
Edukasi tersebut juga mengingatkan masyarakat agar lebih cermat dalam memilih bahan pangan, baik saat berbelanja di pasar tradisional maupun ketika membeli makanan siap konsumsi. Pemeriksaan menggunakan alat uji cepat merupakan bagian dari pengawasan awal dan dapat dilengkapi dengan pengujian laboratorium sesuai kebutuhan.
Manfaat bazar pangan murah turut dirasakan pengunjung. Murti, salah seorang pengunjung stan Diskepang, mengaku senang karena bisa mendapatkan bahan pangan dengan harga yang dinilainya lebih terjangkau.
“Senang sekali ada bazar seperti ini. Harga bahan pangannya lebih murah, jadi cukup membantu kalau kita ingin membeli kebutuhan sehari-hari,” ungkap Murti.

Baginya, keberadaan stan Diskepang juga memberikan kesempatan bagi masyarakat untuk mengetahui lebih jauh mengenai keamanan pangan dan upaya pemerintah dalam mengawasi bahan pangan yang beredar.
Melalui Expo Kutim 2026, Diskepang berharap masyarakat tidak hanya memperoleh manfaat dari bazar pangan murah, tetapi juga semakin memahami pentingnya memilih pangan yang aman dan berkualitas.
Dengan begitu, kehadiran stan Diskepang menjadi lebih dari sekadar tempat berbelanja, melainkan ruang edukasi yang menghubungkan upaya pemerintah menjaga ketahanan pangan dengan kebutuhan masyarakat sehari-hari.(Mif/Fan/Fj)










