SANGATTA - Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat pemerataan pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat pada momentum rangkaian Hari Jadi ke-27 Kutai Timur. Hal tersebut mengemuka dalam rangkaian kegiatan dan malam puncak perayaan HUT Kutim yang disampaikan oleh Ketua Panitia sekaligus Asisten I Sekdakab Kutai Timur Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Pemkesra), Trisno, di Ruang Akasia, Gedung Serba Guna (GSG) Bukit Pelangi, Sabtu (24/10/2026).
Dalam pemaparannya, Trisno menjelaskan bahwa tema pembangunan Kutai Timur mengusung semangat "berdaya tumbuh bersama". Tema ini diimplementasikan ke dalam logo yang mencerminkan tiga satuan tapuan, di mana warna biru melambangkan keberdayaan, hijau melambangkan tumbuh, dan warna merah siluet Kantor Bupati Kutai Timur melambangkan kebersamaan.
Trisno menekankan bahwa seluruh rangkaian kegiatan yang telah diimplementasikan oleh tim dan pihak Panhut harus terimplementasi secara menyeluruh ke dalam program kerja.

Pemerintah menargetkan bahwa tahun 2026 merupakan fase di mana seluruh program pembangunan yang telah ditetapkan dan disepakati pada tahun 2025 harus dieksekusi secara optimal tanpa batasan negosiasi baru. Dengan demikian, pendekatan kebijakan pada 2026 dan seterusnya dapat berjalan efektif, efisien, berdaya hasil, serta tepat guna," tegasnya dalam pemaparan disaksikan Bupati Ardiansyah Sulaiman, Wakil Bupati Mahyunadi, Ketua DPRD Jimmi hingga jajaran Forkompimda, perwakilan perusahaan dan sponsor serta tokoh undangan yang hadir.
Ditambahkan Trisno, sejumlah agenda penting dalam perayaan HUT ke-27 Kutai Timur ini meliputi: Erau Adat Kelas Benua Kutai Timur yang merupakan pertama kalinya sejak 27 tahun Kutai Timur berdiri yang menjadi tonggak sejarah luar biasa dan dilaksanakan pada 9 hingga 13 Oktober 2026 di Rumah Pore Adat Besar Kutai dengan mengusung tema “Adat Lestari, Tuah Benua Etam Berjaya”.
"Kegiatan ini dihadiri langsung oleh sejumlah tokoh adat, majelis adat, serta Sultan Kutai Kartanegara Ing Martadipura ke-21. Kemudian, pemberian tanda kehormatan Rekor MURI melalui deklarasi anti-narkoba berbahasa Kutai yang diikuti oleh kurang lebih 61.000 peserta dari kalangan pelajar SMP hingga SMA," sebut Trisno.

Selanjutnya ada Pekan Raya Kutim Expo (PRKE) 2026 dilaksanakan pada 12 hingga 18 Oktober 2026 di Lapangan Helipad Alun-Alun Bukit Pelangi yang diikuti oleh 231 peserta dari unsur perusahaan, UMKM, dan instansi pemerintah.
"Acara ini mencatatkan total transaksi yang mencapai angka fantastis sebesar 4,25 miliar rupiah, menunjukkan daya ungkit ekonomi yang sangat besar dari sektor UMKM dan investasi daerah," tegasnya.
Berikutnya, Lomba Tari Kreasi dan Olahraga Tradisional sebagai wadah pelestarian budaya lokal dan mempererat solidaritas masyarakat.

Di akhir penyampaiannya, Trisno menyampaikan apresiasi dan terima kasih yang setinggi-tingginya kepada seluruh pihak, baik unsur pemerintah, dunia usaha, perbankan, maupun masyarakat, yang terus konsisten mengisi pembangunan di Kutai Timur.
"Pihaknya berharap Kutai Timur senantiasa berada di jalur pembangunan yang tepat demi mewujudkan kesejahteraan seluruh rakyatnya," tutupnya.(Fan/Fj)










