SANGATTA - Pemerataan layanan listrik dan air bersih serta penguatan kemandirian ekonomi menjadi bagian dari arah pembangunan Pemerintah Kabupaten Kutai Timur di bawah kepemimpinan Bupati Ardiansyah Sulaiman dan Wakil Bupati Mahyunadi. Pada usia daerah yang ke-27, kebijakan tersebut terus diupayakan maksimal di tengah keterbatasan anggaran, fasilitas, dan kondisi geografis wilayah yang luas.
Sekretaris Daerah Kabupaten Kutai Timur Rizali Hadi menegaskan kembali arah kebijakan itu seusai upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-27 Kutai Timur di Sangatta. Pernyataannya menggarisbawahi upaya pemerintah daerah untuk mewujudkan kemandirian dan daya saing, sekaligus menjelaskan tantangan yang memengaruhi pelaksanaannya di lapangan.
Bagi masyarakat, arah pembangunan tersebut berkaitan erat dengan pemenuhan kebutuhan sehari-hari. Akses listrik dan air bersih masih menjadi pekerjaan yang harus dituntaskan, terutama bagi warga di kawasan terpencil yang belum memperoleh kedua layanan itu secara optimal.
“Konsep pembangunan kita, sebagaimana visi yang disampaikan Pak Bupati, adalah mandiri dan berdaya saing. Namun, untuk mewujudkan itu tidak serta-merta karena masih banyak keterbatasan, baik dari sisi sumber daya manusia, fasilitas, hingga daya dukung APBD,” ujar Rizali.
Melalui penjelasan tersebut, Rizali menegaskan bahwa penguatan ekonomi dan penuntasan program prioritas tetap menjadi arah pembangunan pemerintahan Ardiansyah-Mahyunadi. Namun, pencapaiannya membutuhkan proses bertahap dengan memperhitungkan ketersediaan sumber daya manusia, sarana pendukung, serta kemampuan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
Keterbatasan itu, menurut Rizali, berpengaruh langsung terhadap laju pelaksanaan program. Daya dukung anggaran dan fasilitas menjadi faktor yang menentukan sejauh mana pekerjaan pembangunan dapat dijalankan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
Di Kutai Timur, persoalan tersebut bertaut dengan bentang wilayah yang luas. Jarak antarkawasan yang berjauhan menjadi tantangan tersendiri dalam memperluas jangkauan infrastruktur dasar. Sejumlah daerah terpencil hingga kini belum sepenuhnya tersentuh layanan listrik dan air bersih.
Kondisi tersebut menjadi bagian dari penjelasan Rizali mengenai pelaksanaan kebijakan kepala daerah. Pemerataan pelayanan terus diupayakan dengan memanfaatkan kemampuan dan potensi sumber daya yang tersedia. Dengan demikian, arah pembangunan yang telah ditetapkan Bupati Ardiansyah Sulaiman bersama Wakil Bupati Mahyunadi tetap menjadi acuan kerja pemerintah kabupaten.

“Saat ini untuk kebutuhan energi, listrik dan air bersih, memang masih ada daerah terpencil yang belum tersentuh karena wilayah kita sangat luas dan berjauhan. Namun secara bertahap, dengan kekuatan sumber daya yang ada, kita berupaya mendukung sepenuhnya apa yang dilakukan oleh Pak Bupati,” tegas Rizali.
Penegasan itu menempatkan pemenuhan layanan dasar sebagai bagian dari ikhtiar mewujudkan daerah yang mandiri dan berdaya saing. Bagi warga yang bermukim jauh dari pusat pelayanan, manfaat pembangunan berkaitan dengan tersedianya infrastruktur yang dapat menjangkau tempat tinggal mereka.
Selain pemerataan layanan, Rizali mengingatkan kembali cita-cita menjadikan Kutai Timur sebagai pusat agroindustri di Kalimantan Timur. Agroindustri merupakan kegiatan industri yang mengolah hasil pertanian. Gagasan yang telah dirancang sejak kepemimpinan sebelumnya itu dinilai masih ideal dan relevan untuk diperjuangkan secara bertahap.
Arah jangka panjang tersebut berjalan beriringan dengan penguatan ekonomi dan penuntasan kebutuhan dasar masyarakat. Pemerintah daerah berkomitmen memaksimalkan potensi sumber daya yang dimiliki untuk mendukung pembangunan sekaligus mengatasi kesenjangan infrastruktur antarwilayah.
Pada peringatan HUT ke-27 Kutai Timur, penjelasan Rizali kembali menggarisbawahi kebijakan pemerintahan Ardiansyah-Mahyunadi, yakni mendorong kemandirian ekonomi dan daya saing daerah, sembari melanjutkan pemenuhan layanan dasar. Listrik dan air bersih di kawasan terpencil tetap menjadi kebutuhan nyata yang harus dijangkau melalui pelaksanaan program secara bertahap. (Fj)










