SANGATTA - Di bawah matahari pagi di Lapangan Kantor Bupati Kutai Timur (Kutim), Senin (12/10/2026), sebuah suara lantang memecah keheningan. Nadanya tegas dan menggema mantap mengarahkan barisan. Di tengah deretan peserta upacara yang berdiri tegap, sosok perempuan berdiri anggun namun tangguh memimpin seluruh jalannya prosesi Hari Jadi ke-27 Kutim.
Dialah Vita Nurhasanah, Camat Rantau Pulung (Ranpul) yang mengukir sejarah baru dalam perjalanan Kabupaten Kutim.
Bagi Vita, momen peringatan Hari Jadi ke-27 Kutim ini bukan sekadar tugas protokoler biasa. Menjadi komandan upacara membawa kebanggaan tersendiri sekaligus menjadi simbol langkah besar bagi keterlibatan perempuan di ranah kepemimpinan daerah.

“Tentunya saya pribadi merasa sangat bangga karena mungkin ini adalah perempuan pertama yang memimpin upacara selama Kabupaten Kutai Timur ini berdiri,” ujar Vita ditemui usai upacara selesai.
Rasa terima kasih ia sampaikan kepada Pemerintah Kabupaten Kutim dan panitia penyelenggara atas amanah besar tersebut. Lebih dari itu, kepercayaannya mengomandoi upacara juga menjadi kehormatan tersendiri bagi seluruh warga Kecamatan Rantau Pulung yang diwakilinya.
Lahir di Sangatta pada 4 September 1985, kepemimpinan bukanlah hal baru bagi alumni Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) angkatan 2007 ini. Dedikasinya pada birokrasi dan pelayanan publik telah melintasi jalan panjang.
Jejak pengabdiannya dimulai saat mengemban tugas sebagai Kasubbag Pengembangan Otonomi Daerah pada 2013, hingga dipercaya menjadi Kasubbag Tata Pemerintahan (2017) dan Kasubbag Administrasi Pemerintahan (2019).

Tahun 2021, ia dipercaya mengemban amanat sebagai Camat Sangatta Selatan. Selanjutnya, usai dipercaya menjabat Kepala Bagian Perekonomian (2023) roda kariernya kini membawanya memimpin Kecamatan Rantau Pulung.
Ketegasan suara dan kedisiplinan langkah Vita di lapangan tidak lahir secara instan. Di balik kesuksesan prosesi tersebut, ada kerja keras dan kedisiplinan di bawah arahan dari Pangkalan TNI Angkatan Laut (Lanal) Sangatta.
“Persiapan gladi dilaksanakan selama dua hari. Kami selalu berada di dalam arahan dan bimbingan perwira upacara dari Lanal Sangatta. Alhamdulillah semuanya berjalan lancar tanpa kendala,” kenangnya.
Bagi Vita, momentum Hari Jadi ke-27 Kutim bukan sekadar selebrasi rutin tahunan, melainkan pengingat akan arah perjuangan ke depan.

“Di usia ke-27 ini, semoga Kutai Timur semakin berdaya dan tumbuh bersama. Menjadi kabupaten yang dicintai masyarakatnya serta menghadirkan manfaat dan kesejahteraan seluas-luasnya,” tutur Vita penuh harap.
Pagi itu, di halaman Kantor Bupati Kutim, langkah tegap Vita Nurhasanah tak hanya sukses mengawal jalannya upacara. Lebih dari itu, ia telah membuktikan bahwa perempuan mampu berdiri sejajar, memimpin dan menginspirasi perjalanan Kutim menuju masa depan yang lebih berdaya.(Mif/Fan)










