Siswa YPPSB Titip Harapan untuk Kutim di Usia ke-27

Siswa YPPSB Titip Harapan untuk Kutim di Usia ke-27

Paduan Suara YPPSB manyanyikan lagu daerah di HUT ke-27 Kutim. Foto: Lintang/Miftah/Pro Kutim

SANGATTA - Suasana khidmat berpadu dengan semangat perayaan mewarnai Upacara Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-27 Kabupaten Kutai Timur (Kutim) di Lapangan Kantor Bupati Kutim, Senin (12/10/2026) pagi. Momentum pertambahan usia daerah ini diikuti jajaran pemerintah, tokoh daerah, serta peserta upacara yang hadir membawa harapan bagi kemajuan Kutim.

Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman bertindak sebagai inspektur upacara. Turut hadir Wakil Bupati Kutim Mahyunadi, mantan Bupati Kutim Isran Noor dan Mahyudin, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), para camat se-Kutim, serta tamu undangan lainnya.

Jalannya upacara semakin semarak dengan penampilan paduan suara dari Yayasan Pendidikan Prima Swarga Bara (YPPSB). Selain membawakan Mars Kutim, kelompok paduan suara tersebut turut mempersembahkan dua lagu daerah, yakni “Nasi Bakepor” dan “Buah Ara”.

DAdXZ
Foto: Lintang/Miftah/Pro Kutim

Penampilan itu melibatkan 50 siswa dari jenjang SD, SMP, hingga SMA. Bagi para siswa, kesempatan tersebut tidak hanya menjadi pengalaman tampil dalam agenda resmi pemerintah daerah, tetapi juga menjadi ruang untuk berkontribusi dalam peringatan hari jadi Kabupaten Kutim.

Salah satu anggota paduan suara, Moses Willem Rajagukguk, siswa kelas X SMA Prima YPPSB, mengaku baru mengikuti kegiatan paduan suara dalam upacara tahun ini. Penampilannya pada HUT ke-27 Kutim menjadi pengalaman keduanya setelah sebelumnya mengikuti upacara peringatan HUT Kemerdekaan RI pada 17 Agustus.

Moses mengungkapkan, salah satu tantangan selama latihan adalah menjaga ketepatan nada, terutama saat menyelaraskan suaranya yang bass dengan bagian suara lainnya.

WhatsApp Image 2026 10 12 at 13.05.23
Foto: Lintang/Miftah/Pro Kutim

“Kadang-kadang nadanya bisa kurang tepat atau salah. Itu salah satu kesulitan yang sering saya alami,” ujarnya.

Di samping tantangan teknis bernyanyi, Moses juga harus mengatur waktu antara latihan dan kegiatan belajar di sekolah. Ketika jadwal latihan berlangsung pada jam pelajaran, ia berupaya mengejar materi yang tertinggal dengan bertanya kepada teman-temannya mengenai tugas maupun pelajaran yang telah dibahas guru.

Upaya tersebut dilakukan agar kegiatan di luar kelas tidak menghambat proses belajarnya. Baginya, mengikuti paduan suara menjadi pengalaman berharga yang menuntut kedisiplinan sekaligus kemampuan membagi waktu.

Dalam momentum hari jadi Kutim, Moses berharap daerah yang kini memasuki usia ke-27 dapat terus berkembang dan memberikan kesejahteraan bagi masyarakat.

“Untuk Kutai Timur, saya berharap semoga semakin maju, semakin sejahtera, dan semakin bersatu juga,” tuturnya.

Ia juga menyampaikan harapan agar Bupati Kutim dapat menjalankan amanah kepemimpinan dengan baik hingga akhir masa jabatan.

Sementara itu, pendamping paduan suara YPPSB, Vien, mengatakan kelompok yang tampil dalam upacara tersebut terdiri atas 50 siswa, dengan rincian 12 siswa dari jenjang SD, 20 siswa SMP, dan sisanya berasal dari SMA.

aD
Foto: Lintang/Miftah/Pro Kutim

Menurutnya, persiapan penampilan berlangsung dengan latihan rutin. Meski waktu persiapan menjelang acara relatif singkat, lagu-lagu yang dibawakan sudah pernah dilatih sebelumnya sehingga proses latihan lebih difokuskan pada penyempurnaan penampilan.

“Waktunya memang singkat, tetapi lagu-lagu ini sudah dilatih sebelumnya. Jadi, tinggal dipoles dan diperbaiki lagi,” jelasnya.

Vien berharap Kabupaten Kutim dapat semakin maju dan kehadiran berbagai program pembangunan mampu memberikan manfaat bagi masyarakat. Ia juga menilai pelaksanaan pendidikan di YPPSB selama ini berjalan baik, meski tetap terbuka terhadap perbaikan yang diperlukan.

Peringatan HUT ke-27 Kutim pun menjadi momentum untuk memperkuat semangat kebersamaan, termasuk melalui keterlibatan generasi muda dalam kegiatan daerah. Lewat penampilan paduan suara, para siswa turut mengambil bagian dalam merayakan perjalanan Kutim sekaligus menyampaikan harapan bagi masa depan daerah yang lebih maju dan sejahtera.(Lin/Fan)

Kopi 17
Memuat tombol bagikan...