JAKARTA — Memiliki luas wilayah mencapai 31.239,84 kilometer persegi dengan topografi pedalaman, pesisir, dan pegunungan yang menantang tidak menyurutkan langkah Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) untuk mengoptimalkan perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan. Di hadapan Tim Penilai Universal Coverage Jamsostek (UCJ) Award 2026 di Jakarta, Pemkab Kutai Timur memaparkan strategi inovatif berbasis kolaborasi birokrasi dan pendekatan langsung ke masyarakat.
Bupati Kutai Timur, Ardiansyah Sulaiman, yang hadir langsung didampingi Kepala Dinas Transmigrasi dan Tenaga Kerja (Kadistransnaker) Sulisman dan Kepala Bappeda Januar Bayu Irawan, mengungkapkan bahwa luasnya wilayah serta tantangan pemahaman masyarakat menjadi hambatan klasik di lapangan.
"Masyarakat masih banyak yang belum mengetahui, pertama karena luasnya Kutai Timur. Yang kedua, mungkin juga mereka tidak tahu dan tidak paham bagaimana cara mendaftarkannya," ujar Bupati Ardiansyah dalam keterangannya.

Untuk mengatasi hambatan geografis dan administratif tersebut, Pemkab Kutai Timur menerapkan empat strategi utama, yakni peningkatan kepatuhan badan usaha, perluasan cakupan bagi pekerja rentan dan non-ASN, digitalisasi layanan, serta kolaborasi multipihak.
Pemerintah daerah mengandalkan sinergi erat lintas perangkat daerah bersama BPJS Ketenagakerjaan. Kerja sama strategis ini melibatkan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMDes) untuk ekosistem desa, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan untuk tenaga pendidik, serta Dinas Transmigrasi dan Tenaga Kerja.
Selain itu, Pemkab Kutai Timur juga memaksimalkan digitalisasi layanan melalui Mal Pelayanan Publik (MPP) Kabupaten Kutai Timur untuk mempermudah proses pendaftaran dan pelayanan kepada masyarakat.

Melalui pendekatan "jemput bola" serta komunikasi intensif yang melibatkan para camat hingga kepala desa, Pemkab Kutai Timur memastikan program perlindungan jaminan sosial dapat dirasakan hingga ke pelosok wilayah.

Berkat strategi terpadu dan komitmen berkelanjutan ini, proyeksi capaian UCJ Kabupaten Kutai Timur pada tahun 2026 ditargetkan melonjak hingga mencapai 85,84 persen dengan estimasi total pekerja yang terlindungi menembus angka 193.860 orang.(Rio/Fan/Fj)










