Pemkab Kutim Andalkan "Jemput Bola" Kejar Target 85,8 Persen UCJ 2026

8fde1a28 2447 4a98 b947 a6faedd1bda7

Bupati Kutai Timur Ardiansyah Sulaiman saat diwawancarai usai sesi wawancara dengan tim penilai UCJ Award 2026. Foto: Rosma/Bagus/Pro Kutim

JAKARTA — Memiliki luas wilayah mencapai 31.239,84 kilometer persegi dengan topografi pedalaman, pesisir, dan pegunungan yang menantang tidak menyurutkan langkah Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) untuk mengoptimalkan perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan. Di hadapan Tim Penilai Universal Coverage Jamsostek (UCJ) Award 2026 di Jakarta, Pemkab Kutai Timur memaparkan strategi inovatif berbasis kolaborasi birokrasi dan pendekatan langsung ke masyarakat.

Bupati Kutai Timur, Ardiansyah Sulaiman, yang hadir langsung didampingi Kepala Dinas Transmigrasi dan Tenaga Kerja (Kadistransnaker) Sulisman dan Kepala Bappeda Januar Bayu Irawan, mengungkapkan bahwa luasnya wilayah serta tantangan pemahaman masyarakat menjadi hambatan klasik di lapangan.

"Masyarakat masih banyak yang belum mengetahui, pertama karena luasnya Kutai Timur. Yang kedua, mungkin juga mereka tidak tahu dan tidak paham bagaimana cara mendaftarkannya," ujar Bupati Ardiansyah dalam keterangannya.

ba21fe6c 13a9 4d6c 9224 6571048f9e0a

Untuk mengatasi hambatan geografis dan administratif tersebut, Pemkab Kutai Timur menerapkan empat strategi utama, yakni peningkatan kepatuhan badan usaha, perluasan cakupan bagi pekerja rentan dan non-ASN, digitalisasi layanan, serta kolaborasi multipihak.

Pemerintah daerah mengandalkan sinergi erat lintas perangkat daerah bersama BPJS Ketenagakerjaan. Kerja sama strategis ini melibatkan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMDes) untuk ekosistem desa, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan untuk tenaga pendidik, serta Dinas Transmigrasi dan Tenaga Kerja.

Selain itu, Pemkab Kutai Timur juga memaksimalkan digitalisasi layanan melalui Mal Pelayanan Publik (MPP) Kabupaten Kutai Timur untuk mempermudah proses pendaftaran dan pelayanan kepada masyarakat.

273ca060 7c8b 4e0d 9ad2 c2bf11574551

Melalui pendekatan "jemput bola" serta komunikasi intensif yang melibatkan para camat hingga kepala desa, Pemkab Kutai Timur memastikan program perlindungan jaminan sosial dapat dirasakan hingga ke pelosok wilayah.

c47330e8 f135 4edf b3b5 3e6af3292d8e

Berkat strategi terpadu dan komitmen berkelanjutan ini, proyeksi capaian UCJ Kabupaten Kutai Timur pada tahun 2026 ditargetkan melonjak hingga mencapai 85,84 persen dengan estimasi total pekerja yang terlindungi menembus angka 193.860 orang.(Rio/Fan/Fj)

120
Rio
Memuat tombol bagikan...
Memuat komentar...