Beranda Kutai Timur Dispora dan KONI Kutim Mulai Verifikasi Atlet Porprov

Dispora dan KONI Kutim Mulai Verifikasi Atlet Porprov

392 views
0

Tim Dispora dan KONI Kutim melakukan verifikasi data atlet Porprov. Foto: Bagus/Pro Kutim

SANGATTA – Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Kutai Timur (Kutim) bersama Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kutim resmi menggelar kegiatan identifikasi dan verifikasi tahap pertama bagi seluruh Cabang Olahraga (Cabor) yang dipersiapkan menuju Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) VIII Kaltim di Kabupaten Paser tahun 2026.

Pada Kamis (21/5/2026), agenda verifikasi yang telah berlangsung semenjak Rabu (20/5/2026)  difokuskan pada atlet potensial yang akan diberangkatkan dari 64 cabang olahraga sudah 52 cabor sudah di indentifikasi dan diverifikasi. Langkah ini diambil guna memastikan validitas data kontingen, keabsahan atlet, hingga rasionalisasi kebutuhan di lapangan demi menjaga prinsip efisiensi anggaran daerah.

Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) Porprov Dispora Kutim, Opniel Untung, yang dalam kegiatan tersebut didampingi oleh Bendahara Kegiatan, Fadli, menegaskan bahwa tahapan ini merupakan bentuk sinergi nyata antara Dispora selaku pemilik anggaran belanja dengan KONI selaku pemegang kendali teknis prestasi olahraga.

“Tugas kami di Dispora adalah memverifikasi jumlah tim keseluruhan, baik atlet, pelatih, asisten, maupun ofisial, disesuaikan dengan aturan tata kelola keuangan perangkat daerah. Kami menyesuaikan usulan cabor dengan hasil Babak Kualifikasi (BK) Porprov tahun 2025 lalu. Intinya, jika usulannya terlalu banyak atau tidak rasional, kuota bisa dikurangi. Namun untuk penambahan atlet tidak diperbolehkan, kecuali ada jaminan atau potensi kuat meraih medali emas,” tegas Opniel.

Opniel juga menambahkan bahwa seluruh cabor diharapkan betul-betul matang dalam menyusun komposisi tim agar yang diberangkatkan merupakan atlet yang memiliki potensi nyata dalam mendulang prestasi bagi daerah.

Senada dengan hal tersebut, Kepala Sekretariat KONI Kutim, Miswan Prima Putra, menjelaskan bahwa validasi keabsahan data sejak dini sangat penting agar kontingen Kutim berada dalam posisi yang aman dan legal saat bertanding di Paser nantinya. Sinergi ini juga dilakukan untuk mengawal target besar yang telah dicanangkan oleh daerah.

“KONI dan Dispora sama-sama bergerak. Kita semua ditargetkan  untuk menembus posisi tiga besar pada Porprov VIII November 2026 mendatang. Waktu kita sangat terbatas, tinggal beberapa bulan lagi. Melalui verifikasi data hasil BK ini, kita bisa melihat peta kekuatan riil untuk mencapai target tersebut,” ujar Miswan.

Terkait persiapan teknis, Miswan membeberkan bahwa sejumlah cabor saat ini sudah bergerak cepat melaksanakan Pemusatan Latihan atau Training Center (TC) mandiri, baik yang bersifat lokal di dalam daerah maupun yang dikirim ke luar Kalimantan Timur. Selepas rampungnya tahapan verifikasi awal ini, seluruh kendali persiapan dan sekretariat bersama Kontingen Kutim akan dipusatkan di Kantor KONI Kutim, Stadion Kudungga.

Di sela-sela kegiatan verifikasi, perwakilan dari Pengurus Kabupaten Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (Pengkab PBSI) Kutim, Riski, menyampaikan bahwa pihaknya mengusulkan kuota sebanyak 14 atlet untuk bertolak ke Porprov VIII Paser.

Dengan komposisi atlet yang telah melewati hasil seleksi ketat dan evaluasi BK, PBSI Kutim optimis mampu menyumbangkan prestasi maksimal bagi kontingen daerah.

“Kami mengusulkan 14 atlet dengan target membawa pulang 3 medali emas. Target emas tersebut dibidik melalui nomor beregu putra, ganda putra, serta tunggal putra. Hari ini kami juga menyerahkan berkas verifikasi untuk kebutuhan perlengkapan tanding atlet,” urai Riski.

Mengenai pengadaan perlengkapan tanding dari seluruh cabor, pihak Dispora kembali mengingatkan komitmen pemerintah untuk menerapkan kebijakan efisiensi anggaran sesuai instruksi Gubernur Kaltim serta arahan Bupati dan Wakil Bupati Kutim. Kebutuhan peralatan yang melekat pada pertandingan akan ditinjau secara ketat. Jika peralatan lama milik cabor masih layak dan memenuhi standar kompetisi nasional, maka pemanfaatannya akan dioptimalkan demi menekan pengeluaran yang tidak mendesak.(kopi5/kopi13/kopi3)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini