Beranda Kutai Timur Hari Lingkungan Hidup, Jajanan Kampung dan Semangat Merawat Bumi dari Kutim

Hari Lingkungan Hidup, Jajanan Kampung dan Semangat Merawat Bumi dari Kutim

60 views
0

Sajian sederhana pada peringatan Hari Lingkungan Hidup 2026 Kabupaten Kutai Timur di Desa Sangkima, Sangatta Selatan. Foto: Fuji Pro Kutim

SANGATTA – Peringatan Hari Lingkungan Hidup 2026 di halaman Kantor Desa Sangkima, Kecamatan Sangatta Selatan, Jumat (26/6/2026), berlangsung dalam suasana yang berbeda. Mengusung tema “Saatnya Bekerja untuk Iklim” untuk nasional dan “Saatnya Bekerja Memilah Sampah dari Rumah” untuk tema kabupaten, kegiatan yang dimulai pukul 08.00 Wita itu tidak hanya menjadi ruang untuk meneguhkan komitmen menjaga lingkungan, tetapi juga menghadirkan nuansa kebersahajaan yang jarang dijumpai dalam agenda seremonial pemerintahan.

Pagi yang cerah menyelimuti kawasan acara. Sinar mentari yang belum meninggi memancarkan kehangatan yang nyaman. Di tengah hamparan kursi tamu dan deretan undangan yang mulai berdatangan, suasana terasa teduh dan akrab. Kegiatan tersebut dihadiri Bupati Kutai Timur (Kutim) Ardiansyah Sulaiman dan istri yang juga Ketua TP PKK Kutim Ny Siti Robiah, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kutim Aji Wijaya Efendi, Camat Sangatta Selatan Dohi, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), para kepala perangkat daerah, perwakilan PT Pertamina, sejumlah perusahaan lainnya, serta berbagai unsur masyarakat dan tamu undangan.

Namun, dari seluruh rangkaian kegiatan yang digelar pagi itu, perhatian banyak orang justru tertuju pada sesuatu yang sederhana. Panitia memilih menyuguhkan hidangan yang berbeda dari lazimnya acara resmi. Tidak ada aneka pangan modern ataupun sajian berat yang kerap menghiasi meja tamu kehormatan. Sebagai gantinya, panitia menghadirkan penganan tradisional yang akrab dengan kehidupan masyarakat. Di atas meja tersaji getuk, apem, kacang tanah, singkong rebus, jagung rebus, telur rebus, aneka umbi-umbian, serta kudapan kampung lainnya. Sajian itu dilengkapi kopi hitam panas dan air putih. Hidangan tersebut ditempatkan di meja tamu undangan kehormatan. Sementara itu, menu di tiga meja lainnya disiapkan di bagian belakang area kegiatan untuk melayani undangan yang hadir.

Kesederhanaan menu justru menghadirkan kehangatan yang sulit ditemukan dalam sajian yang serba mewah. Para tamu, panitia, petugas pengamanan, hingga peserta kegiatan tampak menikmati setiap hidangan yang tersedia.

Di sela-sela menikmati kopi dan kudapan tradisional, lahir percakapan ringan yang mengalir tanpa jarak. Suasana yang terbentuk terasa lebih cair. Sekat-sekat formalitas perlahan luruh, berganti keakraban dalam balutan suasana kekeluargaan.

“Wah pagi-pagi mantap menunya,” celetuk personel Satpol PP dan Dinas Perhubungan Kutim yang turut mengawal kunjungan Bupati. “Iya, kopi panasnya juga mantap,” ujar petugas kebersihan yang hadir ikut menimpali.

Ucapan sederhana itu seolah mewakili kesan banyak peserta yang hadir. Bukan kemewahan yang menjadi daya tarik utama, melainkan nuansa hangat yang lahir dari kesahajaan.

Di tengah peringatan yang mengangkat isu iklim dan kelestarian lingkungan, sajian tradisional tersebut juga menghadirkan pesan tersirat tentang kedekatan manusia dengan alam. Umbi-umbian, jagung, kacang tanah, dan berbagai pangan lokal merupakan bagian dari khazanah (kekayaan) pangan yang telah lama hidup dalam keseharian masyarakat.

Meski demikian, esensi utama kegiatan tetap berada pada ikhtiar bersama menjaga lingkungan. Seluruh peserta yang hadir pagi itu memiliki semangat yang sama untuk merawat bumi melalui tindakan-tindakan sederhana yang dapat dilakukan setiap hari. Salah satu komitmen yang mengemuka adalah menjaga kebersihan lingkungan dengan membuang sampah pada tempatnya. Langkah yang tampak sederhana tersebut menjadi bagian penting dalam upaya menciptakan lingkungan yang bersih, sehat, dan lestari.

Peringatan Hari Lingkungan Hidup 2026 di Desa Sangkima akhirnya tidak hanya meninggalkan pesan tentang perubahan iklim. Lebih dari itu, kegiatan tersebut menghadirkan pengingat bahwa kepedulian terhadap lingkungan dapat dimulai dari hal-hal yang dekat dengan kehidupan sehari-hari. Yakni menjaga kebersihan, menghargai pangan lokal, serta membangun kebersamaan dalam semangat merawat bumi. (kopi3)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini