Beranda Kutai Timur Strategi Jemput Bola, Upaya DPPKB Kutim Putus Rantai Stunting di Ranpul

Strategi Jemput Bola, Upaya DPPKB Kutim Putus Rantai Stunting di Ranpul

68 views
0

DPPKB Kutim melakukan aksi jemput bola putus stunting di Ranpul. Foto: Humas DPPKB Kutim

RANTAU PULUNG – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) terus menggencarkan upaya percepatan penurunan angka stunting melalui pendekatan proaktif. Kali ini, melalui program “Layanan Jemput Bola Stop Stunting”, Pemerintah Kabupaten menyambangi Desa Kebon Agung, Kecamatan Rantau Pulung (Ranpul), Selasa (14/7/2026), untuk memberikan bantuan nutrisi langsung kepada Keluarga Risiko Stunting (KRS).

Program ini merupakan manifestasi dari Prioritas ke-22 dari 50 Program Unggulan Bupati Kutai Timur yang fokus pada pengentasan kemiskinan dan penanggulangan stunting. Plh Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kutim, Yuriansyah, menyatakan bahwa metode jemput bola dipilih untuk memastikan jangkauan pelayanan lebih merata dan tepat sasaran.

“Kami membalik arus pelayanan. Jika biasanya warga yang mendatangi fasilitas kesehatan, kini pemerintah melalui penyuluh KB dan kader yang bergerak langsung ke desa-desa. Tujuannya agar tidak ada anak yang luput dari pantauan kesehatan,” ujar Yuriansyah di sela kegiatan.

Berdasarkan data Sistem Informasi Keluarga (SIGA), saat ini terdapat 290 kepala keluarga yang masuk dalam kategori KRS di Kecamatan Rantau Pulung. Persebarannya mencakup sembilan desa, dengan konsentrasi terbanyak berada di Desa Tepan Makmur (62 KK), Mukti Jaya (44 KK), dan Tanjung Labu (40 KK). Sementara di Desa Kebon Agung, tercatat 29 keluarga yang memerlukan perhatian khusus.

Yuriansyah menekankan bahwa penanganan stunting bukan sekadar perihal pertumbuhan fisik anak, melainkan investasi jangka panjang terhadap kualitas sumber daya manusia. “Ini adalah soal perkembangan kognitif dan daya saing anak di masa depan. Kolaborasi lintas sektor menjadi kunci utama,” tegasnya.

Camat Rantau Pulung, Vita Nurhasanah, menambahkan bahwa peran perangkat desa dan kader PKK di tingkat akar rumput sangat menentukan efektivitas program. Ia mendesak agar masyarakat lebih terbuka mengenai kondisi gizi anak di lingkungannya dan tidak menutup diri jika terdapat indikasi kasus stunting.

“Kami mendorong aksi yang lebih agresif. Saya mengajak seluruh stakeholder, mulai dari pemerintah kecamatan, desa, hingga perusahaan swasta di sekitar wilayah ini, untuk berkomitmen penuh. Kita targetkan angka stunting bisa ditekan hingga nol,” kata Vita.

Dalam kesempatan tersebut, sebanyak 20 paket Pemberian Makanan Tambahan (PMT) dari Baznas Kutai Timur diserahkan kepada KRS yang telah terverifikasi. Selain penyerahan bantuan, kegiatan juga diisi dengan audit data KRS untuk memetakan intervensi yang diperlukan di masa depan.

Rangkaian kunjungan ditutup dengan peninjauan ke Balai KB dan Rumah Data Kependudukan “KB Agung Sejahtera”. Fasilitas ini menjadi pusat pembaruan data yang krusial bagi pemerintah daerah dalam merumuskan kebijakan yang responsif terhadap kebutuhan masyarakat di lapangan. Dengan pendekatan berbasis data dan keterlibatan masyarakat yang tinggi, Kutim optimistis dapat menciptakan generasi masa depan yang lebih sehat dan berdaya saing.(*/kopi13/kopi3) 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini