Beranda Kutai Timur Lima Bayi Laki-laki Jadi Bagian Prosesi Adat Ufah di Festival UFAH

Lima Bayi Laki-laki Jadi Bagian Prosesi Adat Ufah di Festival UFAH

15 views
0

Prosesi adat Ufah di Festival Ufah di Desa Miau Baru, Kecamatan Kombeng. Foto: Lintang/Pro Kutim

KOMGBENG – Prosesi adat Ufah menjadi salah satu rangkaian utama dalam Festival UFAH 2026 yang digelar di Desa Miau Baru, Kecamatan Kombeng, Kutai Timur (Kutim), Minggu (9/8/2026).

Ritual adat tersebut menjadi perhatian tersendiri karena melibatkan lima anak laki-laki yang telah dipersiapkan untuk mengikuti prosesi adat. Kehadiran mereka menjadi bagian dari simbol yang melekat dalam pelaksanaan UFAH di masyarakat Dayak Kayan.

Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman dalam sambutannya mengaku baru memahami makna dari keterlibatan anak-anak dalam ritual tersebut. Ia menyebut, selama beberapa tahun sebelumnya dirinya kerap melihat anak-anak kecil dilibatkan dalam rangkaian kegiatan UFAH.

“Saya baru hari ini paham yang disampaikan oleh Ketua Adat Kayan Kaltim Kaltara, ternyata UFAH itu mempersiapkan calon pemimpin,” ujar Ardiansyah saat memberikan sambutan.

Hal senada disampaikan Ketua Umum Persekutuan Dayak Kayan Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara, Tan Irang. Ia menekankan pentingnya masyarakat Kayan menjaga adat, seni, dan budaya yang diwariskan oleh leluhur agar tetap hidup dan dikenal oleh generasi berikutnya.

“Jaga, pelihara, lestarikan adat istiadat, seni, dan budaya yang diwariskan nenek moyang atau leluhur kita,” ujar Tan Irang.

Ia menilai pelestarian budaya tidak hanya berkaitan dengan mempertahankan tradisi, tetapi juga menjadi bagian dari upaya menjaga identitas masyarakat Kayan di tengah perkembangan zaman.

Tan Irang juga mengajak masyarakat Kayan untuk memperkuat persatuan dan persaudaraan serta hidup berdampingan secara harmonis dengan berbagai etnis yang ada di Kutim.

“Marilah kita perkuat persatuan, persaudaraan, dan rasa kekeluargaan di tengah masyarakat di mana pun kita berada,” katanya.

Sebelum prosesi dimulai, Ketua TP PKK Kutim Siti Robiah Ardiansyah turut menyempatkan diri menyapa lima anak yang telah dipersiapkan untuk mengikuti ritual. Momen tersebut berlangsung hangat sebelum seluruh rangkaian adat dimulai.

“Sehat-sehat dan semoga menjadi calon pemimpin yang baik ya,” pesan Robiah kepada bayi-bayi yang terlibat dalam prosesi UFAH.

Selain prosesi adat, Festival Budaya UFAH juga diramaikan dengan berbagai pertunjukan seni. Sebanyak sembilan tarian khas Dayak Kayan Umaq Lekan ditampilkan dalam kegiatan tersebut.

Bupati Ardiansyah menilai pelaksanaan festival adat seperti Ufah menjadi bagian penting dalam menjaga keberadaan budaya di Kutim. Menurutnya, adat dan budaya tidak hanya menjadi identitas masyarakat, tetapi juga memiliki peran sebagai perekat sosial di tengah keberagaman masyarakat Kutim.

“Adat dan budaya itu adalah bagian terpenting daripada modal dalam membangun Kutai Timur,” katanya.

Festival UFAH 2026 pun menjadi ruang bagi masyarakat untuk terus mengenalkan nilai-nilai adat dan budaya kepada generasi berikutnya, sekaligus memperlihatkan kekayaan tradisi Dayak Kayan kepada masyarakat luas.(kopi17/kopi13)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini