Beranda Kutai Timur Implementasikan PAUD HI, Disdikbud Kutim Perkuat Sekolah Ramah Anak 

Implementasikan PAUD HI, Disdikbud Kutim Perkuat Sekolah Ramah Anak 

9 views
0

Jalannya Bimtek Disdikbud Kutim dalam mempercepat target pencapaian Kabupaten Layak Anak (KLA). Foto: Hasyim/Pro Kutim

​SANGATTA — Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) terus mempercepat pencapaian target Kabupaten Layak Anak (KLA). Salah satu strategi utama yang digenjot adalah mewujudkan Satuan Pendidikan Ramah Anak (SRA) pada jenjang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD).

​Langkah nyata tersebut diwujudkan melalui Bimbingan Teknis (Bimtek) bertajuk “Implementasi Pengembangan Anak Usia Dini Holistik Integratif (PAUD HI) untuk Mendukung Sekolah Ramah Anak dan Kabupaten Layak Anak bagi Pendidikan PAUD se-Kutai Timur Tahun 2026”. Kegiatan ini resmi dibuka oleh Kepala Disdikbud Kutim, Mulyono, di Pelangi Room Hotel Royal Victoria, pada Senin (10/8/2026) malam.

​Kepala Seksi Kurikulum PAUD dan Pendidikan Nonformal (PNF) Disdikbud Kutim, Chairani Agustina, menegaskan bahwa lembaga PAUD memegang peran yang sangat strategis. Sekolah tidak sekadar berfungsi sebagai tempat belajar formal, melainkan harus menjelma menjadi lingkungan yang aman, bersih, sehat, inklusif, serta bebas dari segala bentuk diskriminasi dan kekerasan.

​”Untuk menyatukan persepsi dan meningkatkan kapasitas pendidik PAUD se-Kutim diperlukan instrumen praktis terkait pelayanan perlindungan anak dan deteksi dini termasuk stunting. Karena itulah Disdikbud memandang bimtek ini sangat penting untuk digelar,” ujar Chairani.

Pada kesempatan yang sama, Bunda PAUD Kutim Siti Robiah Ardiansyah, menekankan pentingnya pendampingan berkelanjutan bagi anak usia dini, baik di lingkungan sekolah maupun di rumah. Ia mengibaratkan jiwa anak usia dini yang memiliki rasa ingin tahu besar bagaikan wadah kosong.

​”Ibarat wadah yang masih kosong, jiwa anak-anak perlu diisi dengan motivasi dan kebaikan yang menyenangkan. Hal ini penting agar mereka memiliki persepsi yang positif terhadap dunia sekolah, aktivitas belajar, dan lingkungan tempat tinggalnya,” ungkap Siti Robiah.

Ia juga mengajak para guru, tenaga pendidik, serta keluarga untuk terus bersinergi merancang pola asuh dan pendidikan yang positif, demi mengarahkan tumbuh kembang serta pengetahuan anak secara optimal.

​Sementara itu, Kadisdikbud Kutim, Mulyono, berharap seluruh peserta dapat langsung mengimplementasikan ilmu yang didapat dari bimtek ini guna memahami konsep PAUD HI, SRA, dan KLA secara mendalam.

​Mulyono menjelaskan, PAUD HI merupakan upaya penanganan anak usia dini yang dimulai sejak lahir hingga usia enam tahun. Aspek “holistik” mencakup penanganan kebutuhan esensial anak secara menyeluruh, baik fisik maupun mental, secara bersamaan. Sedangkan aspek “integratif” berarti memadukan berbagai pemenuhan kebutuhan anak secara terpadu dengan melibatkan lintas dinas dan instansi terkait.

“Penjelasan yang lebih rinci dan teknis akan dikupas tuntas oleh para narasumber yang kompeten di bidangnya. Mereka merupakan utusan langsung dari Direktorat Jenderal PAUD dan PNF, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia,” pungkas Mulyono.(kopi6/kopi13/kopi3) 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini