Beranda Kutai Timur Tiga Desa Kutim Dipastikan Masuk Target Listrik PLN 2027

Tiga Desa Kutim Dipastikan Masuk Target Listrik PLN 2027

30 views
0

Wabup Mahyunadi saat diwawancarai awak media. Foto : Bahtiar/Pro Kutim

SANGATTA — Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) menyiapkan sejumlah opsi untuk membuka akses listrik PLN bagi tiga desa yang hingga kini belum terlayani secara optimal. Yakni Desa Pulau Miang di Kecamatan Sangkulirang serta Desa Tanjung Mangkalihat dan Sandaran di Kecamatan Sandaran.

Wakil Bupati Kutim Mahyunadi mengatakan, untuk Pulau Miang, salah satu opsi yang dibahas adalah penerapan listrik PLN secara komunal. Skema tersebut dinilai dapat menjawab keterbatasan daya yang selama ini dirasakan masyarakat.

“Tapi masyarakat di sana kan mengeluh juga, tidak mau kalau tidak bisa pasang kulkas dan lain sebagainya. Dengan adanya PLN komunal nanti, maka di sana bisa tambah daya untuk masyarakat,” kata Mahyunadi seusai membuka kegiatan Pelatihan Pembuatan Aplikasi dan Website serta Digitalisasi Atlet di Kantor KONI Kutim, Senin (21/9/2026).

Namun, penerapan skema tersebut masih perlu mendapat persetujuan masyarakat. Sebab, pola pembayaran akan mengikuti ketentuan PLN, berbeda dengan sistem yang selama ini digunakan warga.
“Tinggal nanti, apakah masyarakat desa itu bersedia menyambung PLN dan bersedia bayar tarif. Karena selama ini kan sambungan free dan bayar flat untuk rumah-rumah yang ada di sana,” ujarnya.

Mahyunadi menegaskan, jika jaringan dikelola PLN, masyarakat harus mengikuti tarif dan mekanisme layanan yang berlaku.

“Tapi konsekuensinya, harus ikuti tarif yang ada pada PLN, karena operatornya adalah PLN,” katanya.

Sementara untuk Tanjung Mangkalihat dan Sandaran, pemerintah daerah membahas beberapa alternatif. Salah satunya dengan menarik jaringan listrik dari Teluk Sumbang, Kabupaten Berau, yang sudah terhubung dengan PLN.

“Yang untuk Tanjung Mangkalihat dan Sandaran, ada beberapa opsi. Tapi opsi yang akan diambil, mungkin berdasarkan rapat kemarin itu, tarik kabel dari Teluk Sumbang, dari Berau,” ujar Mahyunadi.

Menurutnya, meski membutuhkan penarikan jaringan cukup jauh, Teluk Sumbang menjadi salah satu pilihan karena sudah memiliki jaringan PLN dan secara geografis relatif dekat dengan dua desa tersebut.

“Walaupun jauh, tapi tarik kabel dari Teluk Sumbang. Karena Teluk Sumbang sudah ada listriknya, jadi terdekat ke situ,” katanya.

Pembahasan tersebut merupakan tindak lanjut dari audiensi PLN UP3 Bontang dan UP2K Kaltim bersama Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman di Ruang Kerja Bupati, Jumat (18/9/2026). Dalam pertemuan itu, PLN menyampaikan perkembangan program listrik desa yang mencakup sekitar 40 lokasi di Kutim.

Bupati Ardiansyah saat itu mengatakan Pemkab akan membantu penyelesaian berbagai kendala agar perluasan layanan listrik dapat berjalan. Tiga desa, yakni Pulau Miang, Sandaran dan Tanjung Mangkalihat, direncanakan masuk dalam realisasi program pada 2027.

“Pemkab akan membantu sebisa mungkin. Harapannya seluruh wilayah Kutim bisa teraliri listrik,” ujar Ardiansyah.

Dengan sejumlah opsi tersebut, Pemkab Kutim kini menunggu pembahasan teknis bersama PLN untuk menentukan skema yang paling memungkinkan. Perluasan layanan diharapkan dapat memperkuat aktivitas masyarakat, termasuk kebutuhan rumah tangga dan kegiatan ekonomi di wilayah pesisir.(kopi14/kopi4/kopi3)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini