Beranda Kutai Timur Lomba Mewarnai Dispusip Kutim Jadi Ruang Anak Berkreasi 

Lomba Mewarnai Dispusip Kutim Jadi Ruang Anak Berkreasi 

6 views
0

Jalannya kegiatan Lomba Mewarnai gelaran Dispusip Kutim. Foto: Habibah/Pro Kutim

SANGATTA – Lomba mewarnai yang digelar Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) Kabupaten Kutai Timur (Kutim) di Ruang Akasia GSG Bukit Pelangi, Rabu (30/9/2026) tidak sekadar menjadi ajang kompetisi bagi anak-anak tingkat TK dan SD kelas 1. Kegiatan tersebut menjadi ruang bagi peserta untuk mengekspresikan kreativitas, mengembangkan imajinasi, sekaligus melatih ketelitian dan rasa percaya diri.

Kepala Bidang Pengembangan Perpustakaan dan Pembudayaan Kegemaran Membaca Dispusip Kutim sekaligus Ketua Panitia, Muhammad Junaid menegaskan melalui aktivitas mewarnai, anak-anak diberikan kesempatan untuk menuangkan ide dan imajinasi mereka ke dalam karya. 

“Setiap pilihan warna dan cara mereka menyelesaikan gambar menjadi bagian dari proses belajar yang menyenangkan” tegasnyam

Lanjutnya, kegiatan tersebut juga menjadi salah satu upaya Dispusip Kutim dalam memperkenalkan nilai-nilai literasi kepada anak sejak usia dini. 

“Literasi tidak hanya dimaknai sebagai kemampuan membaca dan menulis, tetapi juga mencakup kemampuan anak dalam berpikir, berkreasi, berkomunikasi, serta mengekspresikan gagasan,” urainya.

Kehadiran Bunda Literasi Kabupaten Kutim Siti Robiah Ardiansyah turut memberikan warna tersendiri dalam kegiatan tersebut. Dukungan Bunda Literasi menjadi motivasi bagi para peserta untuk semakin dekat dengan dunia literasi melalui kegiatan yang menyenangkan dan sesuai dengan usia mereka.

“Anak-anak diajak untuk tidak hanya mencintai kegiatan membaca, tetapi juga terus belajar, berkreasi, dan menghasilkan karya. Pendekatan tersebut diharapkan dapat membangun kebiasaan positif sejak dini sehingga literasi menjadi bagian dari keseharian anak,” urainya.

Kemudian bagi orang tua, kegiatan ini juga menjadi momentum untuk memberikan dukungan terhadap proses tumbuh kembang anak. Pendampingan dan apresiasi terhadap setiap karya yang dihasilkan dapat membantu anak membangun keberanian untuk menunjukkan kemampuan yang dimilikinya.

“Dispusip Kutim berharap kegiatan serupa dapat terus menjadi bagian dari upaya menumbuhkan minat baca dan budaya literasi di kalangan generasi muda. Kreativitas yang tumbuh sejak usia dini diharapkan menjadi bekal bagi anak-anak untuk berkembang sesuai dengan potensi masing-masing,” jelasnya.

Sebagai penutup, lomba mewarnai tidak berhenti pada persoalan siapa yang menjadi juara. Lebih dari itu, setiap goresan warna menjadi bagian dari proses belajar anak untuk berani berkreasi, berimajinasi, dan percaya terhadap kemampuan dirinya.

Semangat tersebut sejalan dengan pesan “Warna-Warni Karya Anak untuk Negeri”, bahwa setiap karya anak memiliki nilai dan menjadi bagian dari proses mempersiapkan generasi Kutim yang kreatif, percaya diri, gemar belajar, serta mencintai literasi sejak dini.(kopi10/kopi13/kopi3) 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini