Momen pengukuhan pengurus PEKKA oleh Plt Kepala DPPPA Kutim, Idham Cholid. Foto: Miftah/Pro Kutim
SANGATTA – Penguatan kapasitas, kemandirian ekonomi, perlindungan keluarga, dan akses terhadap berbagai layanan menjadi kebutuhan penting bagi perempuan yang menjalankan peran sebagai kepala keluarga. Karena itu, keberadaan organisasi Perempuan Kepala Keluarga (PEKKA) di Kutai Timur diarahkan tidak sekadar menjadi wadah berkumpul, tetapi juga mampu melahirkan program yang menjawab kebutuhan anggotanya.
Arah tersebut ditegaskan melalui pengukuhan 36 pengurus PEKKA Kutim periode 2026–2029 di Ruang Tempudau, Sekretariat Kabupaten Kutim, Kamis (8/10/2026). Kepengurusan baru ini diharapkan menjadi fondasi untuk memperkuat peran perempuan kepala keluarga sekaligus meningkatkan kesejahteraan keluarga yang mereka tanggung.
Prosesi pengukuhan dipimpin Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPPA) Kutim, Idham Cholid. Kepala Bidang Peningkatan Kualitas Hidup Perempuan DP3A Kutim, Rosida, membacakan surat keputusan penetapan kepengurusan sekaligus menetapkan Minar Florida sebagai Ketua PEKKA Kutim periode 2026–2029.

Pengukuhan tersebut turut dihadiri jajaran DPPPA Kutim, di antaranya Kepala Bidang Perlindungan Khusus Perempuan Supianti dan Kepala Bidang Perlindungan Khusus Anak Riduan. Prosesi dilanjutkan dengan pemasangan pin pengurus secara simbolis oleh Idham serta penandatanganan SK kepengurusan.
Kepengurusan tersebut ditetapkan melalui Keputusan Kepala DPPPA Kutai Timur Nomor 2B/400.2.2.2/2620/DP3A/PKHP tentang Penetapan Kepengurusan Kelembagaan Perempuan Kepala Keluarga Kabupaten Kutai Timur Periode 2026–2029.
Struktur organisasi PEKKA mencakup bidang organisasi dan kelembagaan; ekonomi dan kewirausahaan; pendidikan dan peningkatan kapasitas; perlindungan perempuan dan anak; sosial; kesehatan dan kesejahteraan keluarga; serta mitra advokasi dan komunikasi.

Pembagian bidang tersebut menjadi ruang bagi PEKKA untuk mengembangkan program secara lebih spesifik, mulai dari peningkatan keterampilan dan penguatan usaha hingga pendampingan, perlindungan, serta pemenuhan kebutuhan sosial keluarga.
Idham Cholid menilai pengukuhan kepengurusan menjadi titik penting untuk memperkuat organisasi yang sebelumnya telah menunjukkan aktivitas dan etos kerja. Setelah memiliki struktur yang lebih jelas, ia meminta pengurus menyusun langkah kerja yang terukur dan sesuai dengan persoalan yang dihadapi anggota.
“Sebelum dibentuk kepengurusan pun, keberadaan PEKKA telah menunjukkan jati diri dan etos kerja yang baik. Namun, setelah dikukuhkan hari ini, saya berharap semangatnya semakin berlipat, struktur organisasinya kian solid, dan pola koordinasinya menjadi lebih jelas,” ujar Idham.
Ia juga meminta pengurus segera merumuskan program kerja serta menyusun Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) sebagai pijakan organisasi. Dengan fondasi tersebut, setiap program dapat dievaluasi dan dikembangkan berdasarkan kebutuhan anggota.

“Harapannya, PEKKA ini bisa menjadi salah satu organisasi yang dapat menjadi contoh bagi lembaga kemasyarakatan lainnya,” tambahnya.
DPPPA Kutim, lanjut Idham, akan tetap memberikan pendampingan dalam pengembangan organisasi. Dukungan tersebut diarahkan agar penguatan kelembagaan berjalan seiring dengan peningkatan kapasitas perempuan kepala keluarga dalam mengelola kehidupan sosial dan ekonomi keluarganya.
Ketua PEKKA Kutim periode 2026-2029, Minar Florida, menyampaikan apresiasi atas dukungan DPPPA dan Pemerintah Kabupaten Kutai Timur. Ia berharap kepengurusan baru dapat membangun kebersamaan sekaligus membuka lebih banyak ruang bagi anggota untuk mengembangkan potensi.
“Atas nama seluruh pengurus, kami mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada Pemerintah Kabupaten Kutai Timur, khususnya DPPPA. Semoga PEKKA Kutai Timur dapat menjadi rumah bersama untuk tumbuh, saling menguatkan, dan melangkah bersama menuju kemandirian,” tutur Minar.
Dengan kepengurusan baru tersebut, PEKKA Kutim memiliki periode tiga tahun untuk memperkuat kelembagaan sekaligus membuktikan manfaat organisasi melalui program yang nyata bagi perempuan kepala keluarga dan keluarganya. (kopi8/kopi4/kopi3)




























