Beranda Kutai Timur 512 PNS Kutim Diapresiasi Satya Lancana Karyasatya, Jadi Bukti Dedikasi

512 PNS Kutim Diapresiasi Satya Lancana Karyasatya, Jadi Bukti Dedikasi

17 views
0

Momen Penyerahan Tanda Kehormatan oleh Bupati Kutai Timur Foto : Bagus/Prokutim

SANGATTA – Pengabdian aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kutai Timur mendapat apresiasi melalui penganugerahan Tanda Kehormatan Satyalencana Karyasatya. Sebanyak 512 Pegawai Negeri Sipil (PNS) menerima penghargaan atas masa pengabdian mereka dalam menjalankan tugas pemerintahan.

Penganugerahan berlangsung di Gedung Serbaguna Bukit Pelangi, Kamis (8/10/2026), merupakan bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-27 Kabupaten Kutai Timur.

Kegiatan dihadiri Bupati Kutai Timur Ardiansyah Sulaiman, Wakil Bupati Mahyunadi, Ketua DPRD Kutai Timur Jimmy, para Asisten dan Staf Ahli Bupati, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), serta pimpinan Perangkat Daerah dan camat se-Kabupaten Kutai Timur.

Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kutai Timur, Misliansyah, menjelaskan bahwa penerima Satyalencana Karyasatya tahun 2025–2026 diberikan berdasarkan masa pengabdian, terdiri atas Satyalencana Karyasatya XXX Tahun sebanyak 53 orang, XX Tahun sebanyak 113 orang, dan X Tahun sebanyak 346 orang.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 37 pegawai tidak dapat mengikuti penyematan secara langsung. Sebanyak 22 orang telah memasuki masa purna tugas, tiga orang meninggal dunia, dan 12 orang mengalami peralihan status kepegawaian.

Menurut Misliansyah, penganugerahan tersebut menjadi bagian dari penghargaan pemerintah terhadap perjalanan pengabdian ASN sekaligus bentuk perhatian terhadap rekam jejak aparatur dalam mendukung penyelenggaraan pemerintahan daerah.

“Penghargaan ini merupakan bentuk apresiasi atas perjalanan pengabdian para ASN. Semoga dapat menjadi motivasi untuk terus menjaga profesionalisme, meningkatkan kompetensi, serta memberikan kontribusi terbaik sesuai tugas dan tanggung jawab masing-masing,” ujarnya.

Ia menambahkan, pembinaan ASN tidak berhenti pada pemberian penghargaan, tetapi perlu dilanjutkan melalui peningkatan kapasitas, pengembangan kompetensi, dan pembentukan budaya kerja yang mampu menjawab tuntutan pemerintahan yang terus berkembang.

Sementara itu, Bupati Kutai Timur Ardiansyah Sulaiman menekankan bahwa penghargaan tersebut harus dimaknai sebagai bagian dari perjalanan pengabdian yang membawa tanggung jawab untuk terus memberikan manfaat bagi masyarakat.

Menurutnya, ukuran keberhasilan aparatur bukan semata-mata terletak pada terselesaikannya pekerjaan, tetapi juga pada kualitas hasil dan manfaat yang dirasakan masyarakat. Karena itu, ia meminta ASN memperkuat budaya kerja yang berorientasi pada pelayanan, dengan mengedepankan kecepatan, ketepatan, keterbukaan, dan responsivitas.

“Pengabdian harus tercermin dari manfaat yang dirasakan masyarakat. Karena itu, setiap pekerjaan harus dikerjakan dengan sungguh-sungguh dan menghasilkan pelayanan yang semakin baik,” tegasnya.

Ardiansyah juga mendorong ASN untuk mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan tuntutan pemerintahan yang semakin dinamis. Menurutnya, keterbatasan anggaran tidak boleh menjadi alasan untuk berhenti berinovasi. Efisiensi harus berjalan bersama dengan peningkatan kualitas kerja, sementara teknologi perlu dimanfaatkan untuk menyederhanakan proses, mempercepat pelayanan, dan memperluas akses masyarakat.

Selain itu, Bupati memberikan perhatian khusus kepada para ASN yang telah menjalani masa pengabdian panjang. Pengalaman yang dimiliki, menurutnya, merupakan modal penting bagi keberlanjutan organisasi dan perlu ditularkan kepada aparatur yang lebih muda.

“Wariskan bukan hanya pengetahuan dan pengalaman kerja, tetapi juga kedisiplinan, etika, integritas, dan semangat melayani masyarakat. Jadilah teladan sekaligus mentor bagi generasi ASN yang lebih muda,” pesannya.

Ia berharap, momentum penganugerahan tersebut turut memperkuat semangat kebersamaan dan regenerasi dalam birokrasi, sehingga pengalaman aparatur senior dapat menjadi bekal bagi generasi berikutnya untuk melanjutkan pelayanan dan pembangunan daerah.

Penganugerahan Satyalencana Karyasatya menjadi bagian dari upaya menghargai perjalanan pengabdian ASN sekaligus memperkuat budaya kerja birokrasi yang profesional, adaptif, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat. Penghargaan tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai bentuk apresiasi, tetapi menjadi bagian dari penguatan kualitas aparatur dalam menjawab kebutuhan pembangunan Kutai Timur ke depan.(Kopi12/kopi3)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini