Beranda Kutai Timur PUPR Kutim, Land Clearing Sekolah Rakyat Capai 70 Persen

PUPR Kutim, Land Clearing Sekolah Rakyat Capai 70 Persen

4 views
0

Kepala Dinas PUPR Kutim, Tabrani Aji. Foto: Nami/ Pro Kutim

SANGATTA – Pembangunan Sekolah Rakyat di Kabupaten Kutai Timur (Kutim) terus bergerak. Memasuki awal Oktober 2026, persiapan pembangunan di lokasi yang berada di kawasan Jalan Simono, Kelurahan Teluk Lingga, Kecamatan Sangatta Utara, kini berfokus pada pematangan lahan.

Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kutim menjadi salah satu perangkat daerah yang bertugas menyiapkan kondisi lahan sebelum pembangunan fisik Sekolah Rakyat dimulai. Proses tersebut dilakukan melalui pekerjaan pembersihan lahan (land clearing) dan dilanjutkan dengan pematangan lahan.

Kepala Dinas PUPR Kutim, Tabrani Aji, mengatakan proses pematangan lahan saat ini terus berjalan dan progresnya telah mencapai lebih dari 70 persen.

“Alhamdulillah kita persiapkan dengan proses pelaksanaan dengan cara swakelola. Dan kesiapannya untuk pematangan lahannya insyaallah sudah di atas 70 persen. Pematangannya sedang masih dalam pelaksanaan,” ujar Tabrani, Kamis (1/10/2026) kemarin.

Menurutnya, pekerjaan tersebut menjadi bagian penting dalam menyiapkan kawasan agar siap digunakan untuk pembangunan fasilitas Sekolah Rakyat.

“Setelah lokasi ditetapkan, PUPR melakukan pembersihan lahan sebelum masuk pada tahapan pematangan sesuai kebutuhan pembangunan,” tambahnya.

Untuk diketahui, Sekolah Rakyat Kutim sendiri disiapkan di atas lahan seluas sekitar 8 hektare di Simono. Sebelumnya, Pemkab Kutim telah menuntaskan sejumlah persyaratan awal untuk mendukung pembangunan, mulai dari penyiapan lahan, pendataan calon penerima manfaat dari kelompok desil 1 dan 2, hingga dukungan infrastruktur dasar seperti air bersih, listrik dan jaringan internet.

Dalam perkembangan sebelumnya, Pemkab Kutim juga telah mengupayakan pemenuhan berbagai persyaratan teknis dan administratif agar lokasi tersebut dapat masuk dalam Tahap 3B program Sekolah Rakyat. Salah satu pekerjaan teknis yang menjadi perhatian adalah pematangan lahan melalui pekerjaan cut and fill.

Dengan progres pematangan yang kini telah melampaui 70 persen, persiapan fisik lokasi Sekolah Rakyat semakin menunjukkan perkembangan. PUPR Kutim masih melanjutkan pekerjaan di lapangan hingga kondisi lahan benar-benar siap untuk mendukung tahapan pembangunan berikutnya.

Program Sekolah Rakyat diarahkan untuk memberikan akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu. Sebelumnya, Pemkab Kutim menyampaikan bahwa program ini tidak hanya ditujukan untuk membangun fasilitas pendidikan, tetapi menjadi bagian dari upaya memperluas kesempatan pendidikan sekaligus memutus mata rantai kemiskinan melalui pendidikan.

Pemerintah daerah terus mendorong agar berbagai persiapan yang menjadi kewenangan daerah dapat diselesaikan, sehingga pembangunan Sekolah Rakyat di Simono dapat segera berlanjut ke tahapan berikutnya.(kopi8/kopi13/kopi3)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini