Baznas Kutim bersama Mahasiswa Penerima Beasiswa Baznas di IAI SEBI. Foto: Istimewa
SANGATTA – Tiga putra daerah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) kembali mendapat kesempatan melanjutkan pendidikan tinggi melalui Program Beasiswa Baznas Kutim Tahun 2026. Ketiganya terpilih setelah melalui rangkaian proses seleksi dan akan menempuh pendidikan di Institut Agama Islam (IAI) SEBI, Depok, Jawa Barat.
Ketiga penerima beasiswa tersebut yakni Ahmad Ryan asal Kecamatan Sangkulirang, Abdul Muhapidin dari Kecamatan Kombeng, serta Muhammad Fauzan dari Kecamatan Muara Wahau. Mereka menjadi bagian dari kloter terakhir penerima Beasiswa Baznas Kutim yang diberangkatkan untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.
Ketiga penerima beasiswa tersebut diantar langsung menuju IAI SEBI Depok pada Selasa (29/9/2026) oleh Wakil Ketua II Baznas Kutim, Mohammad Abdullah, bersama perwakilan Bagian Kerja Sama Sekretariat Kabupaten Kutim, Silvya Wana Lestari dan Wandha Muliawaty.

Mohammad Abdullah hadir mewakili Ketua Baznas Kutim KH Masnip Sofwan. Ia mengatakan, Program Beasiswa Baznas merupakan salah satu program unggulan Baznas Kutim di bidang pemberdayaan yang diarahkan untuk membuka akses pendidikan bagi putra-putri daerah sekaligus menyiapkan sumber daya manusia yang dapat berkontribusi bagi pembangunan daerah.
“Program beasiswa ini merupakan salah satu program unggulan Baznas Kutim di bidang pemberdayaan. Kami berharap para penerima beasiswa dapat memanfaatkan kesempatan ini dengan sebaik-baiknya,” ujar Mohammad Abdullah.
Ia menjelaskan, Baznas Kutim saat ini menjalin kerja sama dengan sejumlah perguruan tinggi dalam pelaksanaan program beasiswa. Selain IAI SEBI Depok, kerja sama juga mencakup Institut Ilmu Al-Qur’an (IIQ) Jakarta dan Institut Agama Islam (IAI) Ibnu Katsir Jember.

Khusus di IAI SEBI Depok, saat ini tercatat sebanyak 26 mahasiswa yang menempuh pendidikan melalui Beasiswa Baznas Kutim.
Dukungan yang diberikan kepada penerima beasiswa juga mencakup kebutuhan selama menjalani masa studi. Penerima mendapatkan biaya kuliah penuh selama tujuh semester hingga lulus, biaya asrama, serta uang saku sebesar Rp1 juta per bulan.
Baznas Kutim juga menanggung tiket dan biaya perjalanan dari Sangatta menuju kampus. Setelah menyelesaikan pendidikan dan diwisuda, penerima beasiswa kembali mendapatkan tiket serta biaya perjalanan pulang.
Dukungan tersebut diharapkan dapat membantu mahasiswa lebih fokus menyelesaikan pendidikan sekaligus mengembangkan kompetensi sesuai bidang keilmuan yang ditempuh.

“kelak akan menjadi aset SDM Kutim yang kuat imtaq, bermartabat, dan berkemajuan serta mampu menjadi kader pencipta lapangan kerja sesuai keahlian dan keilmuannya,” katanya.
Pemberangkatan tiga penerima beasiswa ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan Baznas Kutim dalam memperluas akses pendidikan tinggi bagi putra-putri daerah. Dengan dukungan pembiayaan pendidikan hingga kebutuhan selama masa studi, program tersebut diharapkan dapat melahirkan sumber daya manusia Kutim yang memiliki kompetensi sekaligus mampu memberikan kontribusi bagi daerah setelah menyelesaikan pendidikan.(kopi8/kopi13/kopi3)



























