Momen peresmian Listrik Desa di Kecamatan Batu Ampar. Foto: Miftah/Pro Kutim
BATU AMPAR – Setelah listrik mulai menerangi empat desa di Kecamatan Batu Ampar, kebutuhan penerangan di ruang publik dan jalan lingkungan menjadi perhatian berikutnya. Pemerintah Kecamatan Batu Ampar mendorong adanya pemasangan lampu penerangan jalan untuk meningkatkan keamanan dan kenyamanan masyarakat, terutama pada jalur yang selama ini masih minim penerangan.
Aspirasi tersebut disampaikan Camat Batu Ampar, Akhmadsyah dalam kegiatan peresmian penyalaan listrik di empat desa, yakni Desa Beno Harapan, Mugi Rahayu, Himba Lestari dan Mawai Indah, Senin (5/10/2026).
Akhmadsyah mengusulkan agar penerangan jalan dapat dipasang mulai dari Batu Timbau hingga Kantor Camat Batu Ampar.

Menurutnya, masuknya jaringan listrik ke desa menjadi momentum untuk secara bertahap memperluas manfaat listrik, tidak hanya untuk kebutuhan rumah tangga, tetapi juga mendukung penerangan jalan yang berkaitan dengan keamanan masyarakat.
“Dengan listrik yang sudah menyala, kami berharap dapat dilanjutkan dengan pemasangan lampu penerangan jalan. Selain memberikan kenyamanan, penerangan juga penting untuk menjaga keamanan masyarakat dan mencegah hal-hal yang tidak diinginkan,” ujarnya.
Menanggapi kebutuhan tersebut, Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman menyampaikan bahwa pemasangan penerangan di lingkungan masyarakat dapat didorong melalui program bantuan Rp 250 juta per RT yang menjadi salah satu program pemerintah daerah.
Menurutnya, program tersebut dapat dimanfaatkan untuk mendukung kebutuhan pembangunan di tingkat RT, termasuk infrastruktur lingkungan yang menjadi kebutuhan masyarakat.
“Pemasangan listrik di jalan RT bisa dari program Rp 250 juta per RT,” kata Ardiansyah.
Pernyataan tersebut menjadi salah satu alternatif bagi pemerintah desa dan masyarakat untuk mendorong pemenuhan kebutuhan penerangan jalan lingkungan secara bertahap, sesuai dengan perencanaan dan kebutuhan masing-masing wilayah.
Sementara itu, peresmian penyalaan listrik di empat desa Kecamatan Batu Ampar menjadi bagian dari upaya pemerintah memperluas akses listrik bagi masyarakat. Program pemerataan listrik di Kabupaten Kutim menargetkan elektrifikasi 100 persen dan bebas dari desa tanpa listrik pada tahun 2027
Dengan masuknya listrik ke wilayah tersebut, pemerintah berharap manfaatnya tidak berhenti pada penerangan rumah warga, tetapi terus berkembang untuk mendukung aktivitas sosial, ekonomi, keamanan, serta peningkatan kualitas pelayanan dan infrastruktur dasar masyarakat di Kecamatan Batu Ampar.(kopi8/kopi13/kopi3)


























