SANGATTA - Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Kutai Timur memanfaatkan Pekan Raya Kutim Expo 2026 untuk memperkenalkan berbagai program dan layanan transportasi kepada masyarakat. Melalui stan pameran, Dishub menampilkan sarana lalu lintas dan materi edukasi keselamatan berkendara untuk meningkatkan pemahaman publik tentang transportasi yang aman dan tertib.
Sekretaris Dishub Kutai Timur Masrianto mengatakan, berbagai program yang ditampilkan merupakan bagian dari pelaksanaan tugas Dishub dalam mendukung kelancaran mobilitas masyarakat. Tugas tersebut meliputi penyediaan sarana lalu lintas, pengawasan lalu lintas, pelayanan angkutan umum, pengujian kendaraan bermotor, serta dukungan terhadap keselamatan transportasi perairan sesuai dengan kewenangan daerah.
“Melalui pameran ini, kami ingin masyarakat mengetahui apa saja yang dikerjakan Dishub. Transportasi bukan hanya soal kendaraan dan jalan, tetapi juga menyangkut keselamatan, ketertiban, serta kemudahan masyarakat dalam menjalankan aktivitas sehari-hari,” kata Masrianto.

Di stan Dishub, pengunjung dapat melihat miniatur jalan dan perlengkapan lalu lintas, termasuk alat peraga untuk mengenalkan fungsi rambu serta pentingnya mematuhi aturan berkendara. Materi edukasi keselamatan juga disiapkan agar pengunjung, terutama pelajar, memahami pentingnya menjaga keselamatan diri dan pengguna jalan lainnya.
Menurut Masrianto, edukasi tersebut perlu terus dilakukan karena keselamatan lalu lintas membutuhkan keterlibatan semua pihak. Pembangunan fasilitas jalan harus disertai kesadaran masyarakat untuk menggunakan jalan secara tertib dan bertanggung jawab.
“Rambu dan fasilitas keselamatan memang penting, tetapi kesadaran pengguna jalan juga tidak kalah penting. Kami berharap pengunjung, khususnya anak-anak dan pelajar, bisa belajar sejak dini tentang cara berlalu lintas yang aman,” ujarnya.
Ia menilai pameran pembangunan menjadi kesempatan bagi perangkat daerah untuk menyampaikan informasi secara langsung kepada masyarakat. Pengunjung tidak hanya melihat hasil pembangunan, tetapi juga dapat mengenal layanan pemerintah dan memahami manfaatnya dalam kehidupan sehari-hari.
Masrianto juga memandang Pekan Raya Kutim Expo sebagai ruang pertemuan antara pemerintah, masyarakat, pelaku usaha, dan berbagai pemangku kepentingan. Kegiatan tersebut memberi kesempatan kepada setiap perangkat daerah untuk memperkenalkan program sekaligus membuka komunikasi dengan warga.
“Expo ini bukan hanya tempat untuk melihat-lihat stan atau menikmati hiburan. Masyarakat juga bisa mendapatkan informasi tentang program pemerintah. Bagi kami, kesempatan bertemu langsung dengan warga penting untuk menjelaskan pelayanan yang tersedia dan mendengar kebutuhan mereka,” katanya.

Pekan Raya Kutim Expo 2026 berlangsung di kawasan Helipad Bukit Pelangi, Sangatta, pada 12-18 Oktober 2026 sebagai bagian dari peringatan Hari Ulang Tahun ke-27 Kabupaten Kutai Timur. Kegiatan ini mengusung semangat “Kutai Timur Berdaya, Tumbuh Bersama” dan menghadirkan perangkat daerah, kecamatan, instansi, perusahaan, serta pelaku usaha mikro dan kecil maupun pelaku ekonomi kreatif.
Masrianto berharap kegiatan tersebut memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat sekaligus memeriahkan hari jadi kabupaten. Menurutnya, pameran perlu menjadi sarana untuk memperkuat hubungan antara pemerintah dan masyarakat melalui penyampaian informasi pembangunan yang mudah dipahami.
Ia juga berharap masyarakat memanfaatkan kunjungan untuk mengenal berbagai layanan yang tersedia, termasuk layanan transportasi, sekaligus menumbuhkan kepedulian terhadap keselamatan dan ketertiban berlalu lintas.
“Harapan kami, masyarakat pulang dari expo tidak hanya membawa pengalaman berkunjung, tetapi juga memperoleh pengetahuan yang bermanfaat. Kami ingin informasi yang disampaikan melalui stan ini bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari,” kata Masrianto. (Beh/Yus/Fj)










