Syahfur-Mulyanto Meramu Kekompakan, Mengantar Kutim Meraih Emas

Syahfur-Mulyanto Meramu Kekompakan, Mengantar Kutim Meraih Emas

Teks foto : Syahfur dan Mulyanto meraih emas tenis lapangan ganda putra eksekutif Porprov Korpri IV Kaltim 2026 setelah mengalahkan pasangan Paser 8-4 di Lapangan Tenis Bukit Pelangi, Sangatta, Rabu (4/11/2026). (Istimewa untuk Pro Kutim)

SANGATTA - Kecanggungan pada awal pertandingan tidak menjadi akhir cerita bagi Syahfur dan Mulyanto. Pasangan ganda putra eksekutif Kutai Timur itu perlahan membenahi permainan, membaca celah lawan, lalu menuntaskan final dengan kemenangan 8-4 atas wakil Paser, Roby Setiawan dan Arbain.

Di Lapangan Tenis Bukit Pelangi, Sangatta, Rabu (4/11/2026), perubahan permainan tersebut mengantarkan keduanya meraih medali emas Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Korpri IV Kaltim 2026. Bagi kontingen tuan rumah, hasil itu membuka perolehan emas dari cabang tenis lapangan, sementara perjuangan pada tiga kelas lainnya masih menanti.

Jalan menuju podium tertinggi tidak langsung terbentang lapang. Pada bagian awal laga, Syahfur dan Mulyanto masih mencari irama. Permainan keduanya belum sepenuhnya padu sehingga penyesuaian menjadi pekerjaan pertama yang harus mereka tuntaskan sebelum dapat mengambil kendali.

“Alhamdulillah, hari ini kita bisa menyesuaikan pertandingan dengan baik. Tadi di skor awal memang kita masih dalam penyesuaian, permainan masih agak canggung,” ujar Syahfur seusai pertandingan.

Keterangan itu memperlihatkan bahwa kemenangan mereka dibangun melalui proses membaca pertandingan. Syahfur dan Mulyanto harus lebih dahulu mengatasi kecanggungan sendiri, kemudian menemukan cara untuk menghadapi permainan pasangan Paser. Kesulitan pada awal pertemuan perlahan dapat mereka urai seiring berlangsungnya reli.

1001359840
1001359840

Dari pertukaran bola tersebut, pasangan Kutim mulai mengenali pola lawan. Celah yang terlihat kemudian dimanfaatkan untuk meningkatkan tekanan. Permainan yang semula belum selaras berangsur lebih terarah, memberi mereka kesempatan mengendalikan reli sekaligus membatasi ruang Roby Setiawan dan Arbain untuk mengembangkan serangan.

“Kami bisa menekan dan memberikan pressure. Alhamdulillah, akhirnya bisa menang,” tutur Syafur.

1001359839
1001359839

Istilah pressure dalam pernyataan Syafur berarti tekanan. Kemampuan menjaga tekanan itulah yang menandai perubahan jalannya pertandingan. Setelah menemukan bentuk permainan, pasangan tuan rumah mampu melanjutkan upaya mereka hingga memastikan kemenangan dengan selisih empat gim.

Namun, bagi Mulyanto, penjelasan mengenai hasil final tidak berhenti pada urusan teknik. Ada kekompakan yang menopang permainan mereka sebagai pasangan. Dukungan suporter juga menjadi bagian yang ia sebut ketika menguraikan keberhasilan tersebut.

“Mungkin karena kekompakan kami berdua, ditambah dukungan suporter. Kami juga mungkin lebih siap dari lawan,” ungkap Mulyanto.

Pernyataan Mulyanto memberi tempat bagi para pendukung dalam kisah kemenangan itu. Di lapangan, Syahfur dan Mulyanto menjalankan pertandingan berdua. Akan tetapi, dukungan yang mengiringi perjuangan mereka turut diakui sebagai salah satu unsur yang membantu pasangan Kutim menuntaskan laga.

Emas kelas eksekutif ini sekaligus menjadi bekal semangat bagi wakil tuan rumah yang belum menyelesaikan pertandingan. Syahfur menambahkan, masih ada tiga kelas yang akan dijalani kontingen Kutim dalam dua hari berikutnya. Peluang menambah medali masih terbuka, meskipun hasilnya tetap harus diperjuangkan pada masing-masing partai.

1001359844
1001359844

“Ini satu emas untuk kelas eksekutif. Masih ada tiga kelas lagi. Mudah-mudahan teman-teman Kutim yang bertanding di tiga partai berikutnya juga bisa meraih emas,” harapnya.

Final tersebut meninggalkan catatan tentang pentingnya kesabaran menyesuaikan diri dan keselarasan antarpemain. Bagi Syahfur dan Mulyanto, kecanggungan awal berhasil dilampaui melalui pembacaan permainan serta kerja sama. Satu emas sudah diraih, kini harapan Kutim beralih kepada rekan-rekan mereka yang masih akan bertanding. (Fj)

7830
Fj
Memuat tombol bagikan...
Memuat komentar...