Beranda Kutai Timur Menanti Rumah Iman HKBP Sangatta Rampung

Menanti Rumah Iman HKBP Sangatta Rampung

4 views
0

Wakil Bupati Kutai Timur Mahyunadi menghadiri Pesta Penggalangan Dana Pembangunan Gereja HKBP Resort Sangatta, Kutai Timur. (Vian/Pro Kutim)

SANGATTA – Menjelang petang, semangat jemaat HKBP Resort Sangatta justru mengemuka. Di tengah pembangunan gereja yang telah berjalan hampir tiga tahun, warga jemaat kembali berhimpun, bukan hanya untuk merayakan kebersamaan, melainkan menghimpun daya menyelesaikan rumah ibadah yang mereka nantikan. Pesta pembangunan Gereja HKBP Resort Sangatta di Jalan Tongkonan Rannu, Desa Singa Gembara, Kecamatan Sangatta Utara, Kutai Timur (Kutim), Sabtu siang, (8/8/2026), menjadi ikhtiar terbaru jemaat untuk menutup kebutuhan biaya pembangunan yang masih mencapai sekitar Rp1,8 miliar.

Targetnya jelas, gereja diharapkan sudah dapat digunakan dalam perayaan Natal pada Desember 2026. Hampir tiga tahun bukan waktu yang singkat. Namun, keterbatasan anggaran tidak membuat langkah jemaat surut. Pembangunan terus bergerak seiring kemampuan yang dihimpun dari berbagai sumber. Bagi sekitar 400 kepala keluarga atau kurang lebih 1.200 jiwa yang tergabung dalam HKBP Resort Sangatta, bangunan itu kelak bukan hanya berdiri sebagai konstruksi fisik, melainkan menjadi ruang bersama untuk beribadah, membina kehidupan rohani, serta menjalankan pelayanan bagi keluarga dan generasi muda.

Pesta pembangunan itu dihadiri Wakil Bupati (Wabup) Kutim Mahyunadi, Anggota DPRD Kutim Yusuf Silambi, perwakilan Kodim 0909/Kutim, tokoh masyarakat H Sakka, Praeses HKBP Distrik XXVII Borneo Pdt Samuel Ambarita, Pendeta HKBP Resort Sangatta Pdt Korri Lumbantoruan, panitia pembangunan, serta warga jemaat.

Di hadapan jemaat, Mahyunadi mengapresiasi kegigihan warga yang terus bergotong royong menyelesaikan pembangunan rumah ibadah tersebut. Menurut dia, pembangunan rumah ibadah merupakan bagian dari kehidupan masyarakat yang membutuhkan kolaborasi antara pemerintah dan warga.

“Pemerintah tentu mendukung apa yang menjadi kebutuhan masyarakat, termasuk pembangunan rumah ibadah. Tetapi yang paling penting adalah semangat jemaat untuk terus bergotong royong. Kalau kita bersama-sama, saya yakin pembangunan ini bisa diselesaikan,” ujar Mahyunadi.

Gereja HKBP Resort Sangatta sebelum direnovasi pada 2023 dan kondisi gereja yang masih dalam tahap pembangunan sejak 2023.

Dukungan pemerintah daerah, kata Mahyunadi, juga akan diarahkan untuk memperkuat ikhtiar tersebut. Di hadapan jemaat HKPB Resort Sangatta, ia berjanji memberikan bantuan yang signifikan melalui anggaran 2027 mendatang.

“Kita berharap pembangunan ini segera selesai dan bisa digunakan untuk beribadah, membentuk manusia yang berakhlak mulia selaras dengan misi Pembangunan Kutim. Mudah-mudahan apa yang menjadi kekurangan bisa segera terpenuhi dan target yang sudah direncanakan dapat tercapai,” katanya.

Ketua Panitia Pembangunan Gereja HKBP Resort Sangatta, S Ambarita, mengatakan pembangunan telah berlangsung hampir tiga tahun. Dana yang terkumpul hingga kini kurang lebih Rp5 miliar. Kendati demikian, masih terdapat kebutuhan sekitar Rp1,8 miliar untuk menuntaskan pembangunan.

“Pembangunan gereja ini sudah berjalan hampir tiga tahun. Sampai saat ini, dana yang sudah masuk kurang lebih Rp5 miliar. Namun, masih ada kebutuhan sekitar Rp1,8 miliar untuk menyelesaikan pembangunan. Karena itu, kami mengadakan pesta pembangunan ini sebagai upaya menggalang dana tambahan sekitar Rp1,8 miliar agar pembangunan gereja dapat segera diselesaikan,” ujar S. Ambarita.

Dari dana sekitar Rp5 miliar tersebut, sekitar Rp3 miliar merupakan bantuan Pemerintah Kabupaten Kutim. Adapun sekitar Rp2 miliar lainnya berasal dari partisipasi jemaat.

“Untuk pembangunan ini, sebelumnya kami juga mendapatkan bantuan dari Pemkab Kutim sekitar Rp3 miliar, sementara sekitar Rp2 miliar lainnya berasal dari partisipasi jemaat. Kami berharap melalui pesta pembangunan kali ini target kekurangan dana sebesar Rp1,8 miliar dapat terpenuhi, sehingga pembangunan gereja ini bisa diselesaikan,” lanjutnya.

Di tengah upaya menghimpun dana, pesta pembangunan berlangsung dalam suasana penuh sukacita. Bagi jemaat, kegiatan tersebut menjadi ruang untuk menggalang dukungan sekaligus merawat kebersamaan yang selama ini menjadi kekuatan dalam perjalanan pembangunan gereja.

Nuansa budaya Batak pun mengemuka. Salah satunya melalui prosesi mangulosi kepada Mahyunadi. Dalam tradisi Batak, pemberian ulos mengandung makna kasih, penghormatan, doa, dan berkat. Prosesi itu menjadi ungkapan penghormatan sekaligus simbol persaudaraan warga jemaat kepada Wakil Bupati yang hadir memberikan dukungan terhadap perjuangan mereka.

Suasana kemudian semakin semarak dengan manortor yang dibawakan warga jemaat. Tortor menjadi ekspresi kegembiraan sekaligus cermin kekompakan warga HKBP Resort Sangatta dalam menopang pembangunan rumah ibadah.
Tari-tarian lain dan puji-pujian turut mengisi rangkaian kegiatan. Musik, gerak, dan lantunan pujian berpadu dalam suasana kekeluargaan. Di sana, pembangunan gereja tidak hadir sebagai urusan bangunan belaka. Ia menjadi ihwal bersama yang dipikul melalui gotong royong, partisipasi dan pengharapan.

Praeses HKBP Distrik XXVII Borneo, Pdt Samuel Ambarita, turut mengapresiasi semangat jemaat HKBP Resort Sangatta yang terus bergandengan tangan menyelesaikan pembangunan gereja.
Perjuangan itu kini memasuki fase penting. Dana sekitar Rp5 miliar telah terkumpul, tetapi kebutuhan Rp1,8 miliar masih harus dipenuhi. Sementara waktu terus berjalan menuju Desember 2026, saat jemaat menargetkan gereja tersebut dapat digunakan untuk perayaan Natal.

Bagi sekitar 1.200 jiwa dalam 400-an kepala keluarga yang dilayani tiga orang hamba Tuhan, tenggat itu memiliki arti lebih luas daripada penyelesaian sebuah proyek pembangunan. Di dalamnya tersimpan harapan akan ruang ibadah yang lebih representatif, tempat keluarga berkumpul, anak-anak bertumbuh dalam iman, pelayanan berlangsung, dan persaudaraan jemaat diperkukuh.

Rumah itu belum rampung. Namun, ikhtiar untuk mewujudkannya terus menyala. Di antara bunyi pembangunan dan lantunan puji-pujian, jemaat HKBP Resort Sangatta sedang menegakkan sebuah ruang yang mereka harapkan kelak menjadi rumah bagi iman dan kebersamaan. (kopi4/kopi3)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini