Beranda Kutai Timur KPC Bekali Petani Kelola Ternak dan Hama

KPC Bekali Petani Kelola Ternak dan Hama

11 views
0

Teks foto: KPC menggelar pelatihan manajemen ternak dan tanya jawab hama tanaman bagi Kelompok Tani Subur Jaya dan Kelompok Tani Mandiri Jaya di RT 06 RW 02, Desa Muara Bengalon, Kecamatan Bengalon, Kutai Timur, Rabu (23/9/2026).

BENGALON – Pengetahuan menjadi salah satu bekal penting bagi petani dan peternak untuk menjaga keberlangsungan usaha mereka. Di Desa Muara Bengalon, Kecamatan Bengalon, Kabupaten Kutai Timur (Kutim), kebutuhan itu dijawab melalui pelatihan manajemen ternak dan tanya jawab mengenai hama tanaman yang digelar PT Kaltim Prima Coal (KPC), Rabu, 23 September 2026 lalu.

Kegiatan yang berlangsung di RT 06 RW 02 tersebut mempertemukan Kelompok Tani Subur Jaya dan Kelompok Tani Mandiri Jaya dengan sejumlah narasumber yang memiliki pengalaman di bidang peternakan, perlindungan tanaman, serta kesehatan hewan. Pertemuan itu tidak berhenti pada pemaparan materi, tetapi juga membuka ruang bagi peserta untuk menyampaikan persoalan yang mereka hadapi dalam kegiatan sehari-hari.

Bagi masyarakat yang menggantungkan penghidupan dari lahan dan ternak, pengetahuan mengenai cara mengelola usaha menjadi perkara yang berkelindan dengan hasil yang mereka peroleh. Karena itu, materi pelatihan diarahkan untuk memperluas wawasan peserta mengenai manajemen ternak sekaligus membantu mereka mengenali dan menangani persoalan hama tanaman yang dijumpai di lapangan.

KPC menghadirkan Widodo Putra, Owner CV Mulya Inti Sukses, usaha peternakan kambing dan domba terintegrasi di Kalimantan Timur (Kaltim). Sebelum menekuni dunia peternakan, Widodo berprofesi sebagai pegawai bank. Pengalaman berpindah bidang tersebut menjadi bagian dari perspektif yang ia bagikan kepada peserta. Selain Widodo, hadir Resky Sampe Lembong dari Unit Pelaksana Teknis Dinas Proteksi Tanaman Pangan dan Hortikultura (UPTD PTPH). Narasumber lainnya adalah drh Ririn Meiyani dari Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Peternakan Kutim. Secara umum kegiatan tersebut tentunya sinergi dengan program Pemkab Kutim dalam upaya mewujudkan kemandirian pangan. Serta pengembangan pertanian dalam arti luas.

Pelatihan berlangsung melalui pemaparan materi yang dilanjutkan dengan sesi tanya jawab. Pola tersebut memberi kesempatan kepada petani dan peternak untuk mengutarakan berbagai kendala secara langsung, sehingga pembahasan dapat berangkat dari persoalan yang mereka temui dalam aktivitas sehari-hari.

Widodo menilai kegiatan tersebut menjadi langkah baik untuk menambah pengetahuan masyarakat, terutama petani dan peternak yang masih membutuhkan pemahaman lebih mendalam mengenai pengelolaan ternak.

“Saya sangat senang dengan adanya pelatihan ini karena warga di sini kebanyakan adalah petani dan peternak. Namun, mereka belum merasakan kenyamanan dan keberhasilan dari beternak karena kurangnya ilmu dan wawasan terkait manajemen ternak. Harapannya, peternak dan petani bisa menerapkan ilmu yang telah disampaikan agar ternak yang ada di sini bisa lebih maju,” tuturnya.

Pernyataan itu menggambarkan persoalan yang hendak dijawab melalui kegiatan tersebut, bagaimana pengetahuan yang diperoleh tidak berhenti sebagai bahan perbincangan selama pelatihan, melainkan dapat dibawa pulang dan diterapkan dalam pengelolaan ternak. Bagi peserta, kesempatan memperoleh penjelasan langsung dari orang yang berkompeten menjadi pengalaman tersendiri. Ahmad Kusaini, salah satu peserta, mengatakan materi dan arahan yang diberikan membantu para petani dan peternak dalam memahami persoalan yang mereka hadapi.

“Pelatihan ini sangat membantu, apalagi diisi oleh orang yang berkompeten di bidangnya dan memberikan arahan serta masukan bagi para peternak dan petani,” ujar Ahmad.

Sesi tanya jawab menjadi bagian penting dalam pertemuan itu. Peserta tidak hanya menerima pengetahuan secara satu arah, tetapi dapat mengemukakan persoalan yang mereka hadapi dan memperoleh arahan dari narasumber sesuai bidangnya. Dengan demikian, materi mengenai ternak dan tanaman memiliki ruang untuk dikaitkan dengan praktik yang dijalankan masyarakat.

Pelatihan tersebut juga mempertemukan dua kebutuhan yang saling bersinggungan dalam aktivitas pertanian dan peternakan. Pengelolaan ternak membutuhkan pemahaman yang memadai, sementara tanaman yang menjadi bagian dari kegiatan pertanian juga menghadapi persoalan hama yang perlu dikenali dan ditangani secara tepat.

KPC berharap pengetahuan yang disampaikan dapat diterapkan para petani dan peternak dalam kegiatan sehari-hari. Harapan itu menempatkan pelatihan bukan sebagai kegiatan yang selesai ketika pertemuan berakhir, melainkan sebagai sarana untuk memperkaya bekal masyarakat dalam mengelola ternak dan tanaman. Pada akhirnya, manfaat pelatihan diharapkan dapat terasa dalam praktik. Pengetahuan tentang manajemen ternak dapat menjadi pijakan bagi peternak untuk mengelola ternaknya dengan lebih baik. Sementara pemahaman mengenai hama tanaman dapat membantu petani mengenali persoalan yang muncul di lahan mereka.

Dari ruang pertemuan di RT 06 RW 02, pengetahuan itu diharapkan beralih menjadi ikhtiar yang lebih nyata: diterapkan dalam kandang, diperhatikan pada tanaman, dan menjadi bagian dari keseharian petani serta peternak di Desa Muara Bengalon. (*/kopi3)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini