Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman saat memberikan keterangan pers usai membuka National Climbing Series ke-3 Bupati Kutai Timur (Kutim) Cup V Tahun 2026.Foto: Dewi/Pro Kutim
SANGATTA – Penyelenggaraan National Climbing Series (NCS) ke-3 Bupati Kutai Timur (Kutim) Cup V Tahun 2026 menjadi momentum penting bagi pengembangan olahraga panjat tebing di Kabupaten Kutim. Selain menjadi ajang kompetisi bagi para atlet, kejuaraan ini juga menunjukkan upaya daerah dalam meningkatkan standar fasilitas pertandingan agar mampu memenuhi kebutuhan penyelenggaraan kompetisi berskala nasional.
Bupati Kutim, Ardiansyah Sulaiman, menyampaikan hal tersebut saat diwawancarai usai membuka NCS ke-3 Bupati Kutim Cup V Tahun 2026 di Lapangan Venue Panjat Tebing Bukit Pelangi (Sport Climbing), Sabtu (10/10/2026).
“Salah satu hal yang menjadi perhatian dalam penyelenggaraan kejuaraan kali ini adalah penambahan fasilitas arena border yang baru saja diresmikan. Kehadiran fasilitas tersebut menjadi bagian dari pemenuhan persyaratan untuk menyelenggarakan kompetisi panjat tebing pada level nasional,” tegasnya.
Ardiansyah turut menjelaskan, penambahan arena tersebut berkaitan dengan persyaratan yang harus dipenuhi Kutim untuk dapat menjadi tuan rumah seri nasional. Pada penyelenggaraan sebelumnya, keberadaan arena border menjadi salah satu aspek yang perlu disiapkan guna mendukung peningkatan standar kompetisi.
“Penambahan venue ini cukup menarik. Salah satu persyaratan tahun lalu untuk menjadi seri nasional adalah harus memiliki arena border. Arena ini menjadi salah satu bagian yang menunjukkan kesiapan kita dalam menyelenggarakan seri nasional,” ungkapnya.
Menurutnya, kesiapan fasilitas pertandingan merupakan unsur penting dalam penyelenggaraan kejuaraan olahraga. Ketersediaan arena yang sesuai standar tidak hanya menunjang kelancaran kompetisi, tetapi juga memberikan kesempatan kepada atlet untuk bertanding dalam lingkungan yang mendukung pengembangan kemampuan dan pencapaian prestasi.
Dengan hadirnya fasilitas baru tersebut, Kutim diharapkan semakin siap menjadi tuan rumah kejuaraan panjat tebing berskala nasional. Peningkatan sarana olahraga juga menjadi bagian dari upaya membangun ekosistem pembinaan atlet yang lebih baik, mulai dari tahap latihan hingga mengikuti kompetisi dengan tingkat persaingan yang lebih tinggi.

Hal menarik lainnya dalam penyelenggaraan kejuaraan ini adalah mekanisme pengenalan arena dan jalur pertandingan bagi para atlet. Ardiansyah mengungkapkan, arena border yang baru diresmikan tersebut belum pernah dilihat secara langsung oleh para atlet sebelum pelaksanaan kompetisi.
Dalam pelaksanaannya, para atlet menjalani karantina sehingga tidak memiliki kesempatan untuk melihat arena lebih awal. Kondisi tersebut membuat pengenalan jalur menjadi bagian tersendiri dari tantangan yang harus dihadapi sebelum bertanding.
Para atlet dituntut memahami jalur yang akan digunakan ketika memasuki arena pertandingan, sekaligus menyesuaikan strategi dengan karakteristik lintasan yang tersedia. Situasi ini menuntut kesiapan fisik, ketepatan teknik, konsentrasi, serta kemampuan atlet dalam mengambil keputusan saat menghadapi jalur panjat.
“Arena border ini baru saja diresmikan dan para atlet juga belum pernah melihatnya karena mereka harus dikarantina. Jadi, mereka baru pertama kali melihat arena tersebut dan harus memahami jalur yang kemungkinan akan digunakan dalam pertandingan,” jelas Ardiansyah.
Pengenalan jalur merupakan bagian penting dalam olahraga panjat tebing karena setiap lintasan memiliki karakteristik dan tingkat kesulitan tersendiri. Atlet tidak hanya mengandalkan kekuatan otot dan daya tahan, tetapi juga membutuhkan ketelitian membaca jalur, keseimbangan, koordinasi gerakan, serta kemampuan mengatur strategi untuk mencapai hasil terbaik.
Dengan kondisi tersebut, kompetisi ini tidak sekadar menjadi ajang adu kemampuan fisik. Para atlet juga diuji dalam hal adaptasi terhadap arena, penguasaan teknik, dan kesiapan mental menghadapi tantangan pertandingan.
Penyelenggaraan National Climbing Series ke-3 Bupati Kutim Cup V Tahun 2026 diharapkan memberikan dampak positif bagi perkembangan panjat tebing di Kutim. Kejuaraan ini menjadi kesempatan bagi atlet untuk mengukur kemampuan, memperoleh pengalaman bertanding, serta meningkatkan kualitas performa melalui persaingan dengan atlet dari berbagai daerah.(Dw/Fan/Fj)






























