Foto: Miftah/Prokutim
SANGATTA – Perempuan yang menjadi kepala keluarga menghadapi tanggung jawab besar untuk menjaga keberlangsungan rumah tangga sekaligus memenuhi kebutuhan ekonomi keluarga. Karena itu, penguatan mental dan kemampuan ekonomi menjadi dua agenda utama yang diprioritaskan Perempuan Kepala Keluarga (PEKKA) Kabupaten Kutai Timur.
Arah tersebut menjadi fokus kepengurusan PEKKA Kutim periode 2026–2029 yang baru dikukuhkan. Sebanyak 36 pengurus resmi dikukuhkan oleh Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kutim melalui Bidang Peningkatan Kualitas Hidup Perempuan di Ruang Tempudau, Sekretariat Kabupaten Kutim, Kamis (8/10/2026).
Ketua PEKKA Kutim, Minar Florida, mengatakan kepengurusan baru akan memprioritaskan penguatan mental dan kemampuan ekonomi anggota. Menurutnya, dua aspek tersebut penting agar perempuan kepala keluarga semakin mampu menghadapi tantangan kehidupan sekaligus memperbaiki kesejahteraan keluarganya.

“Harapan saya ke depan adalah membangun mental ibu-ibu di PEKKA agar lebih mandiri, baik dalam kehidupan sehari-hari maupun secara ekonomi. Ini menjadi kunci penting untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga dan anak-anak,” ujar Minar.
Agenda tersebut melanjutkan kegiatan pemberdayaan yang telah berjalan sejak 2024. Anggota PEKKA sebelumnya telah mengikuti workshop kewirausahaan, pelatihan pembuatan kue, serta edukasi pembuatan makanan sehat untuk bekal anak sekolah.
Berbagai kegiatan itu menjadi bagian dari upaya membekali anggota dengan keterampilan yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari maupun dikembangkan menjadi peluang usaha. Dengan keterampilan yang semakin baik, perempuan kepala keluarga diharapkan memiliki pilihan lebih luas untuk memperkuat ekonomi rumah tangga.
Kepala Bidang Peningkatan Kualitas Hidup Perempuan DP3A Kutim, Rosida, mengatakan penguatan PEKKA juga membutuhkan dukungan kelembagaan dan data anggota yang lebih akurat. Pemutakhiran data diperlukan untuk mengetahui perkembangan jumlah serta sebaran perempuan kepala keluarga di Kutai Timur.

“Data awal tahun 2024, anggota PEKKA di Kutai Timur sudah lebih dari 100 orang. Ke depan, kami akan melakukan pendataan kembali, kemudian setelah itu kami akan merambat ke kecamatan-kecamatan,” jelas Rosida.
Menurut Rosida, kepengurusan tingkat kabupaten yang telah terbentuk menjadi fondasi untuk memperluas organisasi hingga kecamatan. Langkah ini diharapkan membuat program pemberdayaan semakin dekat dengan perempuan kepala keluarga di berbagai wilayah.
Selain memperluas jaringan, pengurus bersama DP3A akan mematangkan program kerja melalui kelompok kerja (pokja). Penyusunan program tersebut diarahkan agar kegiatan PEKKA memiliki sasaran yang jelas dan dapat menjawab kebutuhan anggotanya.
“Semoga lebih baik lagi ke depannya, lebih maju lagi. Kami akan membentuk PEKKA di kecamatan-kecamatan. Ini merupakan pembentukan PEKKA awal di kabupaten, selanjutnya kami akan menyasar kecamatan,” kata Rosida.

Perluasan organisasi juga membuka peluang bagi PEKKA untuk mengembangkan program di bidang keterampilan, kewirausahaan, perlindungan perempuan dan anak, kesehatan, serta kesejahteraan keluarga.
Dengan penguatan mental sebagai fondasi dan kemampuan ekonomi sebagai bekal, PEKKA Kutim diharapkan mampu mendorong perempuan kepala keluarga menjadi lebih percaya diri dalam mengambil keputusan dan lebih kuat dalam menopang kehidupan keluarganya.
Pemberdayaan tersebut pada akhirnya tidak hanya menyangkut peningkatan kapasitas perempuan. Kemandirian seorang ibu kepala keluarga juga berkaitan langsung dengan masa depan anak dan ketahanan ekonomi keluarga yang berada di bawah tanggung jawabnya.(Kopi7/Kopi4)




























