Beranda Kutai Timur Erau Pelas Benua Dibuka Bupati, Kutim Jaga Warisan Budaya

Erau Pelas Benua Dibuka Bupati, Kutim Jaga Warisan Budaya

19 views
0

Momen pembukaan Erau Adat Pelas Benua Kutim 2026. Foto: Bagus/Dewi Pro Kutim

SANGATTA – Bupati Kutai Timur (Kutim), Ardiansyah Sulaiman membuka acara Erau Adat Pelas Pelas Benua Kutim di Lapangan Rumah Pore Adat Kutai di Jalan Ring Road, Minggu (11/10/2026). Acara kebudayaan ini menjadi momentum penting untuk merefleksikan nilai-nilai sejarah dan pelestarian adat di tengah pesatnya pembangunan daerah.

Dalam pidatonya, Ardiansyah mengingatkan kembali bahwa Kerajaan Kutai merupakan kerajaan tertua di Indonesia. Fakta sejarah ini patut menjadi kebanggaan serta modal utama dalam rangka terus mengembangkan wilayah Kabupaten Kutim dan sekitarnya.

“Pelas Benua mengingatkan masyarakat akan pentingnya menjaga keseimbangan kehidupan, menghormati lingkungan, serta merawat ruang hidup bersama. Nilai-nilai tersebut dinilai tetap relevan di tengah dinamika pembangunan saat ini,” tegasnya disaksikan Sultan Kukar Ing Martadipura Aji Muhammad Arifin, Wakil Bupati Mahyunadi, Sekdakab Rizali Hadi, jajaran Forkompimda dan undangan yang hadir.

Erau Adat tahun ini mengusung tema “Adat Lestari, Tuah Benua, dan Etam Berjaya”. Ardiansyah menjelaskan makna di balik pesan tersebut.

“Adat lestari menegaskan bahwa kelestarian adat dan budaya merupakan bagian penting dari kekuatan masyarakat dan kemajuan daerah, yang harus terus dijaga dan dihidupkan oleh generasi penerus. Kemajuan zaman tidak boleh membuat masyarakat kehilangan akar adat dan budaya aslinya,” sebut Ardiansyah.

Selanjutnya tuah benua menggambarkan kekayaan alam yang melimpah di Kutim, mulai dari batu bara, minyak, hingga sektor perkebunan dan pertanian. Kekayaan ini adalah keberkahan dari Tuhan yang harus dikelola dengan baik agar membawa kedamaian dan kesejahteraan, bukan sebaliknya membawa kehancuran. Kemudian etam berjaya, mencerminkan semangat untuk membawa Kutim semakin maju dengan tetap berpegang teguh pada nilai-nilai luhur sejarah dan identitas diri.
Semangat kebudayaan ini juga sejalan dengan tema Hari Ulang Tahun (HUT) ke-27 Kabupaten Kutai Timur, yakni “Kutai Timur Berdaya, Tumbuh Bersama”.

“Pentingnya pembangunan yang tidak hanya berfokus pada kemajuan ekonomi dan infrastruktur, tetapi juga pada pembentukan karakter masyarakat dan kebersamaan,” tegas Bupati.

Sebagai salah satu langkah konkret dalam menjaga warisan budaya, Pemerintah Kabupaten Kutim telah memasukkan bahasa Kutai ke dalam kurikulum pendidikan formal sebagai muatan lokal untuk jenjang SD dan SMP.

Mengakhiri pesannya, Ardiansyah mengutip pepatah “Di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung”, mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus menjaga keharmonisan, menghargai alam, dan menghormati kebudayaan lokal.(Fan/Fj)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini