Mau Kulineran atau Hiburan? Yuk ke Pekan Raya Kutim Expo!

c9060996 0088 441d ae72 a729609aa24f

Pekan Raya Kutim Expo 2026 berlangsung pada 12-18 Oktober di Lapangan Helipad Alun-Alun Bukit Pelangi, Sangatta Utara, dengan menghadirkan pameran pembangunan, produk UMKM, kuliner, serta kegiatan seni budaya dan olahraga. (Dok Pro Kutim)

SANGATTA - Mencari kuliner, mengenal produk usaha lokal, menikmati pentas budaya, atau mengikuti kegiatan olahraga bersama. Warga punya banyak pilihan untuk mengisi kunjungan ke Pekan Raya Kutim Expo 2026. Selama tujuh hari, pada 12 sampai 18 Oktober 2026, di Lapangan Helipad Alun-Alun Bukit Pelangi, Sangatta Utara, menjadi tempat bertemunya pameran pembangunan, kegiatan usaha, dan hiburan masyarakat.

Dalam rangkaian peringatan Hari Jadi ke-27 Kabupaten Kutai Timur, warga diajak datang dan mengambil bagian dalam perhelatan tersebut. Ada pameran produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), kuliner, pentas seni budaya lokal, parade band se-Kutai Timur, serta berbagai perlombaan. Kegiatan kebugaran turut melengkapi agenda, mulai dari poundfit atai latihan kebugaran menggunakan stik, zumba, yoga, hingga night run atau lari malam.

Ragam acara itu memberi alasan bagi pengunjung untuk menjelajahi arena sesuai minatnya. Penyuka kuliner dapat mendatangi pelaku usaha makanan, penikmat kesenian bisa menyaksikan pentas budaya dan musik, sementara warga yang ingin mengenal pembangunan daerah dapat mengunjungi stan pemerintah.

f4434736 722d 43c0 8400 3e23759e50e4

“Mari dukung kemajuan bersama dan temukan inspirasi baru di sini,” demikian ajakan dalam undangan pihak panitia Pekan Raya Kutim Expo 2026.

Bagi pelaku usaha kecil, kedatangan warga memiliki arti penting. Pameran membuka kesempatan agar produk lokal bertemu langsung dengan calon pembelinya. Karena itu, kunjungan masyarakat diharapkan turut menggerakkan usaha peserta, melalui pembelian maupun pengenalan produk kepada pasar yang lebih luas.

Sebanyak 231 peserta tercatat mengikuti Kutim Expo tahun ini. Jumlah tersebut mencakup 39 stan perangkat daerah, 18 stan kecamatan, tiga stan instansi vertikal, empat stan perusahaan pertambangan, satu stan GAPKI, tiga stan perbankan, serta tiga stan organisasi dan lembaga lainnya. Selebihnya merupakan 160 pelaku usaha mikro, kecil, dan ekonomi kreatif.

Pertemuan berbagai unsur tersebut membuka peluang yang lebih panjang daripada masa pameran. Pelaku usaha kecil dapat berjumpa dengan perusahaan dan perbankan untuk menjajaki pasar, pembiayaan, pendampingan, serta kemitraan. Adapun masyarakat memperoleh kesempatan mengenal hasil kerja pemerintah dan menyampaikan masukan secara langsung.

Stan perangkat daerah disiapkan untuk menampilkan capaian maupun inovasi layanan dalam pelaksanaan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2025-2029. Dengan mendatanginya, warga diharapkan dapat melihat, berinteraksi, dan menilai kinerja pemerintah. Masukan pengunjung menjadi bagian dari upaya memperbaiki pelayanan agar lebih sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Kegiatan ini mengusung semangat tema hari jadi kabupaten, “Kutai Timur Berdaya, Tumbuh Bersama”.

ac6a3446 48be 4f92 add6 765142b8f050

Keberdayaan itu diarahkan pada penguatan kapasitas UMKM, pembaruan pelayanan publik, serta pengembangan produk olahan lokal. Sementara itu, semangat tumbuh bersama menempatkan pemerintah, usaha kecil, perusahaan besar, perbankan, dan masyarakat dalam kerja sama agar manfaat pertumbuhan ekonomi dapat dirasakan secara merata.

Di arena pameran, arah tersebut diharapkan hadir melalui perjumpaan yang konkret. Warga membeli produk daerah, pelaku usaha memperkenalkan hasil produksinya, dan pemerintah menerima tanggapan atas layanan yang diberikan. Kutim Expo juga menjadi tempat memperkenalkan peluang investasi serta pengolahan potensi pertanian, perkebunan, kehutanan, kelautan, dan pariwisata menjadi produk bernilai tambah.

Kegiatan ini turut mendukung pelaksanaan 50 Program Unggulan Bupati dan Wakil Bupati Kutai Timur, termasuk penguatan UMKM dan bantuan permodalan usaha. Program ketahanan pangan melalui pengembangan lahan pertanian, perkebunan, serta tambak juga menjadi bagian dari arah pembangunan yang diperkenalkan kepada masyarakat.

“Keberhasilan Kutim Expo tidak hanya kita ukur dari banyaknya pengunjung, tetapi dari apa yang berlanjut setelah pameran usai, yaitu transaksi yang terus berjalan, kemitraan yang terwujud, dan pelayanan yang semakin baik,” demikian kata Ketua Panitia Peringatan HUT ke-27 HUT Kutim Trisno.

c60d0942 27cc 4ff8 a988 f9364fcfdc60

Ajakan meramaikan pameran turut disertai perhatian terhadap kondisi kabut asap yang masih menyelimuti Kutai Timur, termasuk Sangatta. Dalam bahan kegiatan, pengunjung diimbau mengenakan masker, cukup minum air, serta lebih memperhatikan anggota keluarga yang rentan. Panitia juga telah menyiagakan pos kesehatan di arena.

Hingga 18 Oktober, warga memiliki kesempatan untuk datang, menikmati agenda yang tersedia, dan mengenal lebih dekat potensi daerahnya. Membeli panganan, memilih produk lokal, menyaksikan pentas seni, maupun menyampaikan masukan di stan pelayanan menjadi cara sederhana untuk ikut menghidupkan Kutim Expo sekaligus mendukung usaha masyarakat. (Fj)

310
Fj
Memuat tombol bagikan...
Memuat komentar...