Underpass KNC Buka Peluang Ekonomi Warga Kutim

Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman bersama Camat Rantau Pulung Vita Nurhasanah. Foto: Lintang/ Prokutim

Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman bersama Camat Rantau Pulung Vita Nurhasanah. Foto: Lintang/ Prokutim

RANTAU PULUNG – Persoalan perlintasan kendaraan angkutan batu bara (hauling) yang selama ini berpotensi menghambat mobilitas masyarakat di Kecamatan Rantau Pulung mulai teratasi. Beroperasinya underpass PT Kaltim Nusantara Coal (KNC) di STA 37, Desa Pulungsari, Kamis (5/11/2026), memberikan akses yang lebih aman dan lancar bagi warga sekaligus membuka peluang penguatan aktivitas ekonomi di wilayah tersebut.

Bupati Kutai Timur (Kutim) Ardiansyah Sulaiman yang menghadiri peresmian underpass mengatakan, pembangunan infrastruktur tersebut menjadi langkah konkret perusahaan dalam mengurangi gangguan aktivitas angkutan tambang terhadap pengguna jalan umum.

Selama ini, perlintasan kendaraan hauling dan alat berat perusahaan dengan jalan yang digunakan masyarakat berpotensi menimbulkan hambatan perjalanan.

Kondisi tersebut tidak hanya menyangkut kenyamanan, tetapi juga keselamatan pengguna jalan yang setiap hari melintasi kawasan operasional perusahaan.

Dengan beroperasinya underpass, jalur kendaraan operasional perusahaan kini memiliki akses perlintasan tersendiri sehingga tidak lagi harus bersinggungan langsung dengan arus lalu lintas masyarakat.

“Alhamdulillah, sekarang underpass sudah selesai dan bisa digunakan. Jadi, masyarakat tidak perlu lagi terganggu oleh aktivitas kendaraan hauling dan alat berat perusahaan saat melintas. Ini tentu sangat membantu warga,” ujar Ardiansyah.

Menurutnya, pembangunan infrastruktur seperti ini menunjukkan bahwa investasi pertambangan harus memberikan manfaat yang lebih luas daripada sekadar kegiatan produksi. Kehadiran perusahaan di daerah harus mampu menjawab kebutuhan masyarakat, termasuk menyediakan fasilitas pendukung yang dapat meningkatkan keselamatan dan kelancaran mobilitas warga.

Ardiansyah menegaskan, pemerintah daerah mengharapkan setiap investasi yang masuk ke Kutim turut menciptakan efek berganda (multiplier effect) bagi perekonomian masyarakat. Artinya, aktivitas perusahaan harus mampu mendorong tumbuhnya peluang usaha, membuka kesempatan kerja, dan menggerakkan kegiatan ekonomi di sekitar wilayah operasional.

"Kalau kita memberikan peluang investasi, harapannya ekonomi daerah ikut tumbuh. Tetapi masyarakat juga harus merasakan manfaatnya. Harus ada usaha-usaha baru yang berkembang dan ekonomi warga ikut bergerak,” tegasnya.

Ia mengingatkan, kontribusi perusahaan tidak cukup hanya dilihat dari besarnya investasi dan produksi. Tanggung jawab terhadap lingkungan, keselamatan masyarakat, serta dampak sosial ekonomi harus menjadi bagian dari pelaksanaan kegiatan pertambangan.

“Perusahaan harus bekerja dengan baik, menjaga lingkungan, dan memperhatikan masyarakat di sekitarnya. Jadi, kehadiran investasi benar-benar memberikan manfaat bagi daerah dan warga,” harapnya.

Apresiasi juga disampaikan Camat Rantau Pulung Vita Nurhasanah. Ia menilai pembangunan underpass melalui Itacha Resources dan PT KNC merupakan langkah positif karena menjawab salah satu kebutuhan masyarakat yang selama ini menggunakan jalur tersebut.

Menurut Vita, keberadaan infrastruktur itu menjadi bukti bahwa aktivitas investasi dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. Tidak hanya mendukung kelancaran operasional perusahaan, tetapi juga membantu mengurangi hambatan perjalanan warga.

“Kami dari Pemerintah Kecamatan Rantau Pulung sangat mengapresiasi apa yang sudah dilakukan Itacha Resources melalui PT KNC. Masyarakat akhirnya bisa merasakan langsung manfaat dari keberadaan perusahaan,” kata Vita.

Ia menjelaskan, kelancaran akses jalan memiliki hubungan erat dengan aktivitas ekonomi masyarakat. Transportasi yang lebih aman dan tidak terganggu akan memudahkan warga menjalankan pekerjaan, mengangkut hasil usaha, serta melakukan kegiatan perdagangan dan distribusi barang.

Underpass ini memberikan manfaat bagi sebagian besar masyarakat Rantau Pulung, khususnya mereka yang setiap hari melintas di jalur tersebut. Kami berharap keberadaan infrastruktur ini bisa menjadi salah satu pendorong peningkatan ekonomi kecamatan,” ujarnya.

Vita berharap pembangunan infrastruktur pendukung lainnya juga dapat terus dilakukan melalui kolaborasi pemerintah dan perusahaan. Dengan begitu, keberadaan investasi pertambangan tidak hanya memberikan kontribusi terhadap kegiatan usaha, tetapi juga memperkuat pembangunan dan kesejahteraan masyarakat di sekitar wilayah operasional.

Pengoperasian underpass KNC menjadi salah satu langkah untuk mempertemukan kepentingan operasional pertambangan dengan kebutuhan publik.

Setelah hambatan perlintasan hauling ditangani, tantangan berikutnya adalah memastikan manfaat investasi terus berkembang melalui peningkatan akses, kesempatan usaha, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat Rantau Pulung. (Mif/Yus/Fj)

10020
Mif
Memuat tombol bagikan...
Memuat komentar...