Beranda Kutai Timur Perumdam dan Pemkab Kutim Siapkan Langkah Perkuat Layanan Air Bersih.

Perumdam dan Pemkab Kutim Siapkan Langkah Perkuat Layanan Air Bersih.

63 views
0

Dirut TTB Kutim Suparjan. Foto: Dok. ProKutim 

SANGATTA – Pasokan air baku belum seimbang dengan kebutuhan, ribuan warga dua kecamatan, yakni Kaliorang dan Sangkulirang tentunya masing menanti penguatan layanan. Air bersih mengalir setiap hari ke ribuan rumah di Kaliorang dan Sangkulirang. Namun di balik aliran yang tampak biasa itu, terdapat tantangan yang tidak sederhana. Kapasitas instalasi pengolahan air yang tersedia ternyata belum sepenuhnya dapat dimanfaatkan karena keterbatasan sumber air baku yang menjadi penopang utama pelayanan.

Data Perumdam Tirta Tuah Benua (TTB) Kutai Timur (Kutim) menunjukkan SPAM (Sistem Penyediaan Air Minum) Kaliorang yang dibangun pada 2017 di Desa Bukit Makmur memiliki kapasitas terpasang sebesar 50 liter per detik. Sistem tersebut menjadi tulang punggung pelayanan air bersih bagi dua kecamatan sekaligus, yakni Kaliorang dan Sangkulirang. Hingga Agustus 2025, jumlah pelanggan yang terlayani di Kecamatan Kaliorang mencapai 2.321 sambungan langganan atau setara 11.605 jiwa. Adapun di Kecamatan Sangkulirang tercatat 1.375 sambungan langganan atau sekitar 6.875 jiwa telah menikmati layanan air bersih dari SPAM Kaliorang.

Di tengah capaian itu, tantangan utama justru berada pada sektor hulu. Dua sumber air baku yang selama ini menopang pelayanan, yakni Mata Air PT GMP dan Mata Air PT Aphi-Aphi, rata-rata hanya mampu memasok sekitar 30 liter per detik ke instalasi pengolahan air. Padahal kebutuhan produksi untuk menjaga kontinuitas pelayanan kepada pelanggan eksisting diperkirakan mencapai 35 liter per detik. Kesenjangan antara pasokan dan kebutuhan inilah yang menjadi perhatian Perumdam dan Pemkab Kutim.

Direktur Utama Perusahaan Umum Daerah Air Minum Tirta Tuah Benua (Dirut Perumdam TTB) Kutim, Suparjan, mengatakan keterbatasan debit air baku menjadi salah satu tantangan yang harus segera diantisipasi agar pelayanan kepada masyarakat tetap terjaga.

“Saat ini sumber air baku yang tersedia rata-rata hanya sekitar 30 liter per detik. Sementara kebutuhan untuk menjaga pelayanan kepada pelanggan eksisting secara kontinyu mencapai sekitar 35 liter per detik. Karena itu diperlukan langkah-langkah optimalisasi agar pelayanan tetap terjaga,” ujar Suparjan, belum lama ini.

Persoalan itu semakin kompleks karena karakter geografis wilayah pelayanan. Jaringan distribusi menuju Sangkulirang membentang hingga 21,6 kilometer dari Booster Kaliorang. Jarak yang panjang tersebut menuntut pengelolaan distribusi yang cermat agar tekanan dan kontinuitas aliran tetap terjaga hingga ke pelanggan. Untuk menjawab tantangan tersebut, Perumdam bersama pemerintah daerah menyiapkan sejumlah langkah penguatan. Di antaranya peningkatan kapasitas bak penampung pada sumber air baku yang ada, pengamanan kawasan mata air, hingga pemanfaatan embung yang telah terbangun di Desa Benua Baru Ulu dan Desa Benua Baru Ilir.

“Kami berupaya memaksimalkan seluruh potensi yang tersedia, mulai dari peningkatan kapasitas penampungan, pemanfaatan embung, hingga pengembangan sumber air baru agar kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi secara berkelanjutan,” kata Suparjan.

Pada akhirnya, seluruh upaya itu bermuara pada satu tujuan yang sama, memastikan air bersih tetap mengalir hingga ke ujung pipa, menjangkau rumah-rumah warga yang menggantungkan kebutuhan sehari-harinya pada layanan SPAM Kaliorang. (kopi3)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini