Beranda Kutai Timur Kutim Susun Rencana Aksi Strategis, Tekan Laju HIV/AIDS dan PIMS

Kutim Susun Rencana Aksi Strategis, Tekan Laju HIV/AIDS dan PIMS

28 views
0

Wakil Bupati Kutim Mahyunadi memimpin jalannya Rencana Aksi Pencegahan dan Pengendalian HIV, AIDS, dan PIMS Kutim.Foto: Bahtiar/Pro Kutim

SANGATTA – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) memperkuat komitmen lintas sektor guna menekan penyebaran Human Immunodeficiency Virus (HIV), Acquired Immune Deficiency Syndrome (AIDS), serta Penyakit Infeksi Menular Seksual (PIMS). Langkah ini diwujudkan melalui Rapat Penyusunan Rencana Aksi Pencegahan dan Pengendalian yang digelar di Ruang Arau, Kantor Bupati Kutim, Kamis (6/8/2026).

Kegiatan yang diinisiasi oleh Dinas Kesehatan Kutim tersebut dibuka secara resmi oleh Wakil Bupati Mahyunadi. Dalam arahannya, Mahyunadi menegaskan bahwa penanggulangan HIV, AIDS, dan PIMS tidak bisa hanya dibebankan kepada sektor kesehatan semata, melainkan menuntut sinergi kolektif dari seluruh perangkat daerah, lembaga, dunia usaha, organisasi masyarakat, hingga elemen akar rumput.

“Melalui penyusunan rencana aksi ini, kita ingin memastikan setiap program yang dijalankan memiliki arah yang jelas, terukur, dan mampu menjawab tantangan di lapangan. Kolaborasi semua pihak menjadi kunci keberhasilan dalam menekan angka penularan,” ujar Mahyunadi di hadapan para peserta rapat.

Penyusunan rencana aksi daerah ini difokuskan pada empat pokok pembahasan utama guna memastikan efektivitas intervensi di lapangan, yang meliputi promosi kesehatan pencegahan dan upaya masif pengurangan stigma di tengah masyarakat, penemuan kasus secara dini serta perluasan akses layanan kesehatan yang inklusif, penguatan pelayanan perawatan, dukungan, dan pengobatan bagi Orang Dengan HIV/AIDS (ODHA) dan penguatan tim khusus penyuluhan HIV di tingkat Kutim.

Kepala Dinas Kesehatan Kutim, Yuwana Sri Kurniawati, yang juga bertindak sebagai ketua panitia, menjelaskan bahwa penyusunan dokumen perencanaan ini bertujuan agar setiap perangkat daerah dan pemangku kepentingan dapat bergerak sesuai fungsi masing-masing.

“Dengan adanya target yang terukur, implementasi kebijakan di lapangan diharapkan mampu mendongkrak kualitas pelayanan kesehatan sekaligus menekan laju penularan secara berkelanjutan,” sebutnya.

Pemkab Kutim mendorong seluruh peserta agar merumuskan langkah-langkah strategis yang realistis dan berbasis data akurat sesuai kebutuhan riil daerah. Fokus utama diarahkan pada peningkatan edukasi publik, deteksi dini, serta penguatan pendampingan intensif agar stigma negatif terhadap penyintas dapat dihilangkan.

Melalui perumusan rencana aksi yang terpadu ini, Pemkab Kutim kembali menegaskan komitmen kuatnya dalam mewujudkan tata kelola kesehatan masyarakat yang inklusif, berkesinambungan, serta bermuara pada peningkatan derajat kesehatan seluruh warga.(kopi7/kopi13)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini